Waalaikum salam wr wb,
 
Ambo satuju jo rangkuman nan padek, singkek, tapek dari Mak Zul Amry tentang persolan nan sadang di adok i dek kampuang awak.
 
Kalau pucuk pimpinan di sumbar alah bejat model dprd ko, yo agak payah nan lain untuk elok. Soalnyo, mancontoh nan buruak paliang lamak jo paliang gampang.
 
Kini, apo yo lai masih ado kainginan di masiang masiang awak, di tiok tiok rumah tangga, baik di kampuang atau di parantauan, untuk ka maingek an anak kamanakan nan di kampuang untuk sadar jo baliak ka jalan nan luruih? Mampatahankan adaik tanpa harus dikatokan kuno jo indak maju? Iko PR nan paliang sulik untuk awak ka sadonyo.
 
Ambo iyo sadiah mancaliak kaadaan ko. Sabagai mamak dek kamanakan ambo, ambo bausaho untuk jadi mamak nan bisa dicontoh (jalan masih panjang ka arah tu).
 
Marilah kito pikia kan jalan nan paliang elok untuk perbaikan ko.
 
Salam
 
Rangtabing (40)
Paris

zul amri <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Assalamualikum wr.wb

 

 

Permasalahan yang muncul di Sumatera Baratt akhir � akhir ini adalah permasalahan multidimensi , hampir merambah semua sektor , ambil saja contohnya seperti: rendahnya moral dari pemyelenggara pemerintahan didaerah , baik eksekutif,legsiltif dan mungkin juga pihak judikatif . Indikasinya adalah dengan diperiksanya hampir seluruh anggota dprd sumbar oleh kejaksaan karena ada indikasi korupsi demikian pula dengan dengan pergantian beberapa pejabat didaerah yang belum habis masa jabatannya , disebabkan LPJ ditolak dprd.  Mutu pendidikan semakin menurun  ini dapat dilihat dari hasil lulusan smu th 2003 , yang ternyata propinsi sumbar berada pada peringkat paling bawah dalam mengikuti UAN , dimana tingkat ketidak lulusan siswa mencapai lebih kurang 30 %.

Peranan ninik mamak didalam mengatur anak kemenakan perannya semakin kecil,dan apa yang terjadi .

Pornografi dan dekadensi moral didalam masyarakat semakin meluas , hal ini terlihat dari semakin luasnya peredaran VCD porno ditengah masyarakat dan kasus � kasus perkosaan semakin sering terjadi.

Tingkat kriminal dan penyalah gunaan obat terlarang / narkoba meningkat tajam dan indikasinya adalah semakin banyak kasus yang terjadi , dan ternyata sebagian besar narapidana penghuni lp karena terlibat kasus narkoba .

 

Muara dari semua masalah tersebut diatas disebabkan: lemahnya sumber daya manusia (sdm) yang berkualitas dan bermoral , serta semakin berkurangnya peranan ninik mamak / ulama  ditengah masyarakat kita

Sebetulnya Sumbar punya banyak sekali sdm  yang berpotensi , namun sayang keberadaan mereka tersebar di-mana � mana , dari Sabang sampai Merauke , dari Jepang sampai Marsaille , dari Tanah Abang sampai Rawa Bangke . Namun bagaimana mengupayakan  agar  bisa menarik mereka agar mau pulkam dan berkiprah dikampung , inilah persoalannya .

Pergantian nama propinsi Sumbar dengan  nama lain , misalnya  dengan Minang Raya , Kabau Sirah , Andaleh hanya sebuah ilusi , sedangkan solusi sebenarnya adalah bagaimana cara memperdayakan seluruh sumberdaya yang ada baik yang dirantau maupun yang dikampung secara fokus dan optimal ,mengembalikan harkat dan martabat sebagai orang minang yang taat dan berbudaya , mengutamakan kepentingan  daerah dari pada kepentingan pribadi atau golongan , semua itu demi kemajuan Propinsi Sumatera Barat tercinta .

 

 

Wassalam  : Zul Amry (54) di kuta bali

   


Do you Yahoo!?
SBC Yahoo! DSL - Now only $29.95 per month!



Do You Yahoo!? -- Une adresse @yahoo.fr gratuite et en fran�ais !
Testez le nouveau Yahoo! Mail

Kirim email ke