|
Assalamu'alaikum wr. wb.
Sanak Andria, kerisauan anda melihat Sumbar
yang mengalami degradasi moral sangat dimaklumi dan saya sependapat sekali.
Namun kita perlu melihat bukankah hal ini terjadi bukan hanya di Sumbar atau
Minang saja, secara faktual, saya menyebutnya hampir sama diseluruh Indonesia
sejak dari Jakarta. Jadi tidak berarti dunia akan kiamat hanya oleh sinyalemen
yang anda sebutkan, bangsa ini memang sedang sakit karena lahirnya agak prematur
dan dipaksakan. Sinyalemen sudah banyak, namun sedikit yang bersedia membahas
prima causa dari semua masalah ini, salah satu contoh ialah dunsanak yang masih
mengagungkan pancasila dan uud45 tanpa mau melihat sejarah peradaban ummat
manusia. Kemudian lantas bicara soal perda-perda yang hanya akan membuat hukum
kehilangan kekuatannya. Kita pingin memperbaiki pendidikan, tapi tidak pernah
mau membicarakan apa yang mau diberikan panda anak didik secara esensial, tapi
melompat ke kurikulum yang maunya semua dijejalkan keotak anak didik sejak dari
ppkn, agama, kedaerahan, komputer dlsb. Akhirnya terjadi selesai pendidikan
dasar manusia minang atau indonesia hanya menjadi manusia ijazah belaka dan
menambah barisan pengangguran, bicara soal pendidikan tinggi nggak usah
dulu.
Masalah pendidikan adalah masalah kultur suatu
bangsa, kultur bangsa indonesia masih merangkak, kenapa meninggalkan kultur
minang yang proven, seharusnya kembali mengupgrade kultur yang telah ada menjadi
berdaya kembali. Menurut saya mencoba menggantinya dengan kultur baru a.l.
syariah islam adalah suatu keniscayaan, kalau bukan suatu konspirasi
sosial.
Baa gak ati.
Salam
SBN
-------------------------------
Ajo Buyuang menulis:
Assalamualaikum wr.wb.Semoga di hari libur
ini
Tanggal ini,bulan ini,44 tahun nan lalu,Presi-den Soekarno(waktu itu) mengumumkan Dekrit"kembali ke UUD/45".Langkah ini langsung diikuti dengan mengumumkan negara dalam keadaan SOB(bahaya).Banyak komentar dan pendapat,dari yang lunak sampai yang keras atas adanya Dekrit 5 Juli 1959 itu. Jo Buyuang,indak akan ikut-ikutan dalam mempermasalahkan Dekrit itu.Silakan para sanak berpandangan lain.Nan paralu(menurut jo Buyuang)disigi disini adalah diktum dari Dekrit itu sendiri nan mendasarinya. Dalam salah satu diktumnya disebut bahwa UUD/45 merupakan satu rangkaian dengan Piagam Jakarta dan menjiwai UUD/45 itu. Bahwa dalam perjalan bertatanegara di Ina ini,semangat "menjiwai" itu dimarjinalkan,itu persoalan lain.Sehingga seolah-olah nampaknya UUD/45 dipakai di Ina ini secaro "maloncek" je,tanpa ada alur nan berkesinambungan sampai sekarang. Pikiran picik jo Buyuang,masih berpendapat bahwa UUD/45 sekarang ini nan sudah di amandemen(cuma beberapa pasal dan TIDAK pembukaannya),tidak dapat dipisahkan atau diputus dari UUD/45 nan asli(sesuai dengan isi Dekrit 5 Juli'59). Jadi dengan menyadari "kondisi" asal mula dan latar belakang Dekrit ini,nan jaleh negara dan Pem.RI telah mempergunakan UUD/45 itu,sajak tahun 1959 sampai kini(tamasuak nan di amandemen baru-baru ini) dalam kehidupan bertatanegara dan berkonstitusi.Hal tu ndak terlepas dari jiwa Piagam Jakarta na ado dalam salah satu diktum Dekrit. Berkaitan dengan hal ini,segalo produk-produk perundang-undangan nan bersinggungan dengan kepentingan umaik Isilam di Ina,merupakan aplikasi dari "jiwa Dekrit including "jiwa"Piagam Jakarta", nan terakhir uu sisdiknas yang "di hebohkan itu" oleh golongan yg ndak sanang "programnya"disekolah mereka indak ja lan,kecek sanak "James" dalam salah satu milisnya. Terakhir,selamat memperingati tanggal 5 Juli,bagi nan amuah.Nan indak suko,suko-suko sendirilah. Wassalamualaikum wr.wb.
|
- [RantauNet.Com] Permasalahan Sumbar & Pergantian nama ... zul amri
- Re: [RantauNet.Com] Permasalahan Sumbar & Pergant... Tanjuang Heri
- Re: [RantauNet.Com] Permasalahan Sumbar & Pergant... Andria Agusta
- Re: [RantauNet.Com] Permasalahan Sumbar = permasa... Basri Hasan
- Re: [RantauNet.Com] Permasalahan Sumbar = per... Andria Agusta
- Re: [RantauNet.Com] Permasalahan Sumbar = per... hendrif hendrif

