Membaco postingan ronal aku jadi ingat juga keterlibatan aku di palanta dan
terutama di biliek ekonomi yang akhirnya jadi salah satu anggota T-9 yang
meninggalkan banyak kenangan --  buruk maupun manis -- Pengalaman bergabung
dengan organisasi minang pertama yang aku lakukan sa' umur-umur.  Sungguh
pengalaman yang sangat-sangat berkesan.

Aku mau menanggapi komentar ronal mengenai teror yang udah lama kita tutup.
Sebenarnya beberapa waktu lalu kita masih melakukan penelusuran, sampai akhirnya
muncul nama ronal. Memang bagaikan disambar petir ketika nama ronal ternyata
menjadi salah satu nama yang dicurigai.  Hal ini jauuuuh sekali dari bayangan
kita-kita di tim, terutama aku yang begitu percaya pada ronal.  Mengingat
kata-kata kasar dan fitnah jahat yang ditujukan ke aku sangat 'kurang ajar'.
Memang sulit dipercaya kalau itu ronal yang melakukan.  Mungkin saja hasil
penelusuran tersebut salah.  Tapi tentunya munculnya nama tersebut bukan tanpa
alasan.

Sebenarnya ronal kan udah lama tau hal ini.  Sebelum ronal berangkat ke irian,
ronal sudah tahu bahwa ronal dijadikan tersangka, tapi ronal tidak mencari tahu
kebenaran tersebut dari sumbernya.  Ronal kan tahu waktu kita rapat sepakat
menunjuk dewis yang jadi PIC tapi ronal malah nanya ke hendra messa dan ronal
putra yang tidak melakukan penelusuran.  Sebenarnya aku berharap sebelum ke
irian ronal akan mengajak kita semua berkumpul untuk klarifikasi nama baik
ronal, tapi ronal malah menghilang, dan tidak pernah menanyakan hal tersebut ke
aku atau dewis atau yenni (sorry terpaksa nyebut nama nich).  Tapi begitu bundo
yang memberitahu ke ronal, ronal baru 'ngejar' kita satu-satu.  Memangnya kalau
kecurigaan tersebut berasal dari anggota tim gak perlu dipedulikan? Jadi siapa
yang gak punya itikad baik, dek?

Aku sebenarnya gak mau membuka hal ini di palanta, tapi karena ronal yang mulai
dan mempertanyakan, terpaksa aku memberi penjelasan juga.  Tapi aku berharap
kita gak perlu lah saling membuka luka di sini, gak ada gunanya.  Kalau ronal
memang ada itikad baik juga untuk menyelesaikan hal ini, marilah kita bahas
dengan teman-teman yang dulu sama-sama membuka kasus ini, dalam satu meja
kembali.  Yang pasti ronal salah besar kalau menganggap kita tidak ada itikad
baik untuk mengklarifikasikan hal ini.

Selamat bertugas, ditunggu kepulanganmu di Jakarta.

Salam,
Iraf



Assalamu'alaikum Wr..Wb

Kiniko pagi difreeport dipenuhi embun pagi ambo mancubo mengingat semua
nostalgia nan pernah ambo lalukan diRantaunet. Mulai dari patamo ambo bergabung
sampai menjadi Administrator rantaunet sampai trus Aktif dalam proses
mempersatukan urang minang dalam "Minang Incorporated" nan kini baru ambo sadari
iyo sangeik suliek untuk mencaliek urang minang bersatu.

Disemua rentetan perjalanan ambo bersama kita pernah dihebohkan dengan isu teror
yang menjelek2kan beberapa nama orang2 yang aktif dirantaunet. Pada satu
kesempatan karena tidak betah oleh teror seperti itu berkumpullah sebagian
rang-mudo di Rumah Makan dekat menteng untuk mencoba meng-analisa siapa kira2
sipeneror. Tapi kembali itu semua bersifat cuma dugaan dan nantinya kewajiban
orang yang berkumpul dirumah makan itu lah untuk minta maaf ke orang2 yang
sempat sama2 kita masukan kedalam list.

Waktu trus berlangsung, Dikunjungan ambo ke tempat Hendra Maesa dibilangan
rawamangun, seperti disambar geledek ambo mendengar bahwa ambo dituduh sebagai
sipeneror dan antah apo alasanyo ambo indak ngarati ? Pada kesempatan saat itu
ambo katakan pada hendra maesa alah ado urang nan tau sia sipeneror tu, tapi
urang itu cumo nio maagiah tau sia sipeneror tu kalou si korban bertanya
langsung pada urang tu. Tapi tampaknya tidak ada itikad baik untuk menyelesaikan
masalah ini ?

Waktu kembali berjalan, pada suatu kunjungan ketempat Istri da Yuhendri
melahirkan, ambo maota lamo jo Uda Ronal P Putra dan ambo katokan ambo protes
keras kalou namo ambo dimasukan dalam list si peneror dek ambo indak punyo
kepentingan disana. Dan kembali ambo katakan ke Uda Ronal P Putra bahwa alah ado
urang nan tau sia si peneror tu dan tolong yang bersangkutan tanyo langsung ke
urang tu ? dan Uda Ronald P Putra kembali berjanji akan mem-push si korban dan
meagiah tau ambo sia urangnyo ? Tapi kembali tidak ado itikad baik tampaknyo
untuk menyelesaikan masalah tu.

Dan tampaknyo isu bahwa ambo dituduh si peneror trus dikembangkan sampai ke
orang2 nan indak perlu :-(, Ok tolong melalui email ini ambo mengharapkan itikad
kita yang dulu ingin bersama2 menyelesaikan masalah ini bisa segera dituntaskan.

Wassalam
Ronal (dari papua)

Nb : Email ini bukan untuk membuka luka lama, tapi email ini bentuk klarifikasi
dari ambo dan raso indak setuju terhadap hal2 yang tidak baik dari ambo nan
mungkin bisa, sudah dan akan berkembang






RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
-----------------------------------------------

Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: 
http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
===============================================

Kirim email ke