Basri Hasan wrote: > Assalamu'alaikum wr. wb. > > Ada rasanya yang tercekat dikerongkongan membaca posting Tan Bandaro Kayo, > tahun lima puluhan, > waktu ikut sekolah rakyat dengan berkaki telanjang tanpa sedikitpun merasa > rendah diri dengan kawan > yang pakai terompah, susu unicef, batu tulis, pena dan tinta semuanya > gratis... sehigga mandeh tidak > perlu pusing mikirin spp segala, kutatap masa depan sendiri dan negeriku > yang cerah...... > > Sekarang kenyataannya.................. lain sama sekali. > > ------ dikuduang----------- > Agak celakanya persepsi > masyarakat minang sangat mirip dengan "palestinian myopic", ingin damai, > tapi > nggak mau berbagi kedamaian, ingin keadilan tapi tak mau berbuat adil. > Buku "Surau, pendidikan islam tradisional dalam transisi dan modernisasi", > tesis dari doens Azyumardi Azra, terbitan Logos, 2003 saya lihat memotret > masalah dasar pertanyaan angku diatas. > Dalam persepsi saya, gerakan prri dari segi sosiologis sangat besar > kontribusinya > melumpuhkan etos civil society urang minang, sekarang masyarakat minang > terombang ambing antara adat (yang belum sempat diuprade), semangat wahabi, > dan materialisme hedonis. Agak mengkhawatirkan memang pengaruh materialisme > hedonis yang sangat marak sekarang ini. >
Giliran saya yang tercekat di kerongkongan membaca kalimat-kalimat Tan Bagindo Nagari di atas. Hampir terlontar kata-kata: �tega-teganya Tan Bagindo Nagari bicara begitu�. �Ini kan seperti menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri� Tapi kemudian saya teremenung Ingat saya kata-kata ahli strategi Cina yang terkenal Sun Tzu, yang buah pikirannya banyak mengilhami pakar dan praktisi manajemen: �Kenali dirimu, kenali musuh-musuhmu, maka engkau akan mememenangi sepuluh pertempuran�. Ingat saya bahwa kosep SWOT dalam manajemen strategik pada dasarnya bersumber pada buah pikiran Sun Tzu di atas Mengenali musuh tidak usah disuruh, membangga-banggakan kehebatan diri sendiri apalagi. Tetapi mengenali kelemahan atau �weaknesses�? Cukup punya jiwa besarkah saya untuk secara jujur mengakuinya? Cukup punya jiwa besarkah saya untuk secara jujur melihat penyebab mengapa propinsi-propinsi tetangga seperti Riau dan Jambi yang secara pelan tapi pasti mulai meninggalkan tanah kelahiran saya tercinta? Tepercik peluh saya memikirkannya, lalu kemudian mendesis: �Antahlah yuang� Wassalam, Bandaro Kayo > Semoga persepsi ini salah. > > Salam > > St. Bagindo Nagari > > RantauNet http://www.rantaunet.com > Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php > ----------------------------------------------- > > Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: > http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php > =============================================== RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php ----------------------------------------------- Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php ===============================================

