Assalamu'alaikum wr.wb.......
Anggota milis nan ambo hormati.....
iko ado sebuah artikel dapek dari biliak sabalah.....
Semoga bermanfaat ............
 
WANITA-WANITA MALAM.
Sebuah judul yang aneh “wanita-wanita malam”. Seakan mengisyaratkan pada hal yang nista , padahal esensinya lain. Karena pada dasarnya siapa yang mendayakan waktu malam dengan baik berarti ia termasuk orang-orang malam dan siapa saja yang mendayagunakan waktu siang dengan baik berarti ia termasuk orang-orang yang siang. Dan barangsiapa yang megumpulkan dua kebaikan berarti ia tergolong orang-orang yang menang.


Teladan kita termasuk wanita-wanita malam adalah istri Habib Muhammad Al Farisi,yang selalu membangunkan suaminya di malam hari dengan bait-bait syairnya.

“Bangunlah Habib ! Jalan masih panjang
sedang kita masih kekuragan bekal
Kafilah orang-orang shalih telah berlalu di depan
Sementara kita masih berdiri tertinggal

Wahai yang tidur di malam hari,
Lama sudah engkau terlelap
Bangunlah wahai kekasihku,
Kini saatnya untuk bersiap

Hiasilah waktu-waktu malam dengan dzikir
Di saat manusia menghiasinya dengan dengkuran
Barangsiapa terlelap hingga fajar tiba
Demi Allah ia takakan meraih posisi
Kecuali dengan bermujahadah

(Al Mahajjah fii Sairid Daljah, hal 68 karya Ibnu Rajab)

Inilah salah satu sifat wanita-wanita malam, membangunkan suaminya untuk qiyamullail bersama. Pada dasarnya setiap orang yang melakukan kebaikan ingin sennatiasa bearada di barisan paling depan mendahului yang lain nya meniti di jalan Allah. Akan tetapi seorang istri yang sayang kepada suaminya berusaha untuk mendayagunakan waktunya secar abersamaan dan beriringan, agar sama-sama mendapatkan pahala sehingga buisa bersama pula masuk surga, meskipun hal itu mengundang kemarahan suami yang sednag tidur.

Rasulullah shalallahu `alaihi wa sallam telah bersabda,
“Semoga Allah melimpahkan rahmat Nya kepada seorang suami yang bangun di amlam hari lalu shalat dan membangunkan istrinya, jika enggan bangun ia memercikan air ke wajahnya. Dan semoga Allah melimpahkan wahmat Nya kepada seorang istri yang bangun di malanm ahri lalu shalat dan membangunkan suaminya, jika enggan bangun ia memercikan air ke wajahnya” (HR. Abu dawud, Nasai,Ibnu Majah, Ibnu Huzaimah dan Ibnu Hibban. Hakim berkata,”Hadits shahih sesuai dengan syarat Muslim)

Inilah pola kehidupan wanita-wanita malam dn laki-laki malam. Di dalam hadits ini terdapat seruan kepad awanita-wanita malam dan laki-laki malam agar mereka tidak tidur, kecuali bila gelas keimanan yang berisi air berada di sampingnya untuk membangunkan pasangan mereka, agar bisa terjaga mengisi waktu dengan aktivitas keimanan.

Kirim email ke