"OMITOHUD!!!"

Tidak dinyana sebagai seorang yang sudah mengundurkan diri dari urusan
duniawi, seorang tua suci berambut putih ke-perak2an "hwesio" mantan ketua
yayasan Sung Lim Pay yang juga ketua senior Dewan Lo Phang Chu vihara "Sung
Lim Sie" yang disegani dipuncak Bukik Sie Khu Chua sebelah tenggara "Gunuang
Tigo" Piaman tersentak dari "batarak tacin"nya ketika dalam semedinya
tersebut didatangi "Budha" yang berujar agar ia segera turun gunung dan
bergabung ke "Kotaraja" bersama para pendekar "Keadilan" yang sedang
menggalang kekuatan melengserkan kaisar lalim dinasti "Soe" beserta para
thaykam dan menteri2 begundal yang sudah sangat kaya raya dan ber-mewah2
menghambur2kan pitih rakyat, sementara begitu banyak rakyat badarai tapakiak
taluluang ketiadaan biaya memenuhi kehidupan se-hari2 yang semakin mengempit

Rakyaik nagari ko memang lah sabana sansai, ado nan tapakiak tararau dek
apak paja lah tigo bulan kanai phk hinggo nan kadimasak beko alun tantu lai,
ado pulo nan taluluang dek isi lapaunyo disita "inang2 rentenir" nan
mam-pa-anak-an pitih, alun lo lai bini pak haji nan pambangih tu ma-ancam
pulo ka-ma-usia awak nan lah duo bulan nunggak seo rumah, anak nan tuo
masuak smp dek kapalo sikolah 'e minta disadiokan kepeang ampek juta malakik
sinayan bisuak ko, kok indak bangku diagiahkan ka-urang lain, miak tanah
pa-iduik-an kompor lah duo ribu saliter maha lo dari bensin, ondeh ba-macam2
parasaian rakyat badarai, kok indak mangana tuhan Allah Kayo dan maha "Adil"
lah tajun tukiak lo awak ka kawah gunuang Paninjauan buliah nak samo rarek
awak sadonyo, buliah nak bangih pahuni gunuang Paninjauan ko, buliah nak
samo lanyok isi nagari sarato rajo lalim ko, buliah nak samo habih awak
ka-sadonyo

Nagari awak ko memang sadang sakik, ba-a ka indak pulo, caliak-lah kamanakan
ayah si neni ko, lai luluih tes masuak pulisi kerajaan namun tapaso gagal
dek harus manyogok 40 juta baru buliah masuak pendidikan, kama lo
kadicari-an kepeang 'e sabanyak tu? Baitu pulo adiak awak nan pagawai
kelarasan tu, kadipindahan dek Angku Lareh kumandannyo ka luar bandar, kok
indak sadiokan kepeang 20 juta, lah tagadai sawah dikampuang, lah tagadai
pulo surek kadai, lah tajua oto pikap kijang buruak panjapuik karabia
kakampuang mudiak, tu mah lai indak jadi pindah we'e doh

Nampaknyo sogok manyogok, mani pulitik kecek rang kini lah manjadi mode, nio
jadi angku lareh 500 juta, nio jadi bupati 1000 juta, nio jadi gubunur 5000
juta, nan kayo sajo nan buliah sanang, nan bansaik co awak ko dipabiakan
urang je nyeh samakin bansaik  

Semilir berita angin dari Kotaraja dengan telah berkumpulnya para pendekar
"golongan  putih" yang menuntut "keadilan" terhadap pemerintahan yang korup
dan makan pitih sogok tersebut telah memberi secercah sinar pengharapan bagi
jelata dan tentu saja membuat waswas para pembesar negeri sehingga merekapun
tak ayal lagi mengumpulkan "orang2nya" demi mempertahankan "kedudukan dan
kursi jabatan"nya agar tidak terjungkal oleh kekuatan besar rakyat yang
bergabung dalam "golongan putih" tersebut, nampaknya sesuatu yang besar
bakal terjadi tidak lama lagi ........................... 

wasalam
mantan garin surau Sie Khu Chua

-----Original Message-----
From: yanto_piboda [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Saturday, July 12, 2003 1:45 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [RantauNet.Com] Fw: [NanManang] FW: BUKAN DI NEGERI DONGENG

Saya juga membaca tentang partai ini dan terus terang saya sangat interes
dengan partai ini, partai ini juga membuat saya beralih dari 
golput.  Ada beberapa hal yang menarik tentang partai :

1. Bagi mereka negara Islam itu tidak penting yang lebih penting adalah
bersikap Islam dalam hidup bermasyarakat dan dimulai dari 
keluarga.

2. Pemimpin partai dilarang mengajukan diri dan harus diajukan orang lain
dalam partai tersebut, dan sering kali di dalam partai susah 
dicari siapa yang mau memegang jabatan karena takut dengan tanggung jawab
yang di pikulnya.

3. Rata2 mereka berasal dari kalangan kampus dan mesjid dengan usia 40
tahunan ke bawah.

4. Dalam masalah dana mereka sangat mandiri langsung dari anggota secara
sukarela dan punya jaringan yang sangat erat sehingga sangat 
mudah untuk mengumpulkan massa dan simpatisannya dalam hitungan jam dan
hampir tanpa dukungan dana. Dan sangat santun dalam berdemontrasi atau unjuk
rasa, sering kita lihat mobilisasi masa sampai jumlah puluhan bahkan ratusan
ribu massa tanpa menimbulkan kemacetan berarti, padahal pihak lain hanya
dengan puluhan sampai ratusan (gak pake ribuan) jalan Thamrin Jakarta sudah
macet total, malah para pendemonya yang tukang ojek, bajay, gepeng, preman
dikasi uang saku asal mau ikut ngeramaikan demo

5. Mempunyai progam pengabdian masyarakat langsung yang konsisten sampai
sekarang yang dikenal dengan PKPU

6. Anggota dewan dari partai ini di mana nyaris tanpa cacat atau terlibat
KKN, Terbukti di DPRD SUMBAR satu-satunya fraksi yang 
menolak RAPBD Sumbar yang bermasalah itu.

Saya bicara bukan kampanye atau apa  hanya menambhkan yang disampaikan oleh
milist sebelumnya karena sampai sekarang saya belum 
menjadi anggota apalagi jadi pengurus, hanya sekedar simpatisan dan memilih
partai dalam Pemilu besok, Insya Allah.  Untuk menjadi anggota saya masih
takut belum bisa sebaik mereka dalam kehidupan sehari-hari.

wassalam 
YP

--- In [EMAIL PROTECTED], Rajo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

 ----- Original Message ----- 
From: Berlia Saridanti 
To: [EMAIL PROTECTED] 
Sent: Friday, July 11, 2003 4:50 PM
Subject: [NanManang] FW: BUKAN DI NEGERI DONGENG

Allahu Akbar !!!  Perjuangan untuk keadilan tidak akan pernah berhenti di
jalan Islam.....

Wassalam
ps.Kampanye dikit gak pa2 ya.....hihihi.....
baca yaaaa.....
-----------------------------
Assalamu'alaikum wr.wb.
Sebagai wartawan, setiap hari saya menyaksikan pameran pragmatisme  hampir
di semua level kehidupan. Sepertinya semua orang hanya peduli pada dirinya
sendiri. Ketika disorot, lidahnya sigap menari-nari memberi sejuta alasan.

Hampir tak ada lagi rasa malu, rasa peduli apalagi berfikir jauh kedepan
tentang nasib bangsa ini. Nyaris tak ada korelasi antara 
pendidikan  yang tinggi, harta kekayaan yang melimpah dengan kepedulian dan
kearifan.

Kalaupun ada orang yang berseru-seru tentang keadilan, hidup yang  bersih
dst, biasanya orang itu hidup jauh dari realita. Dia bersih, 
karena memang tidak pernah menginjakkan kaki ke bumi. Tak heran jika
Indonesia tak kunjung lepas dari krisis. ................................
Maaf jika email ini kepanjangan..
Allahu'alam bi sawab
Wassalam
Tomi
 _____  

RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
-----------------------------------------------

Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: 
http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
===============================================

Kirim email ke