Sepertinyo sarang buruang walet ko, yo menjadi emas baru dikampuang awak, sekitar 3 tahun nan lalu, kasus sarupo iko tajadi pulo dikampuang mbo (disiarkan di berita RCTI wakatu itu) banyak nan manjadi korban dek pertikaian (bacakak banyak) belum juga korban jatuh dalam goa tersebeut.
Kini, di Batu sangka, sadang lago pagai pulo untuak merebutkan harato karun ko... Untuak informasi, wakatu ditemukannyo goa dikampuang ambo dulu (panjang goa tu, puluhan kilo meter) manuruik penemunyo (kebetulan pak etek/suami etek mbo) kalau diolah dengan baik, bisa menghasilkan labiah kurang 2 ton sakali panen, sekali panen lamonyo sekitar3-4 bulan. Harago bamacam2, wakatu itu kecek baliau harago paling murah sekitar 2 juta perkilo. Tapi apo dayo, dek mamparabuik-an harato karun, sampai babunuah-bunuahan bagai, buruang tu tabang ambu, tingga kini siso2nyo se lai, dan itu sia nan bagak se yang bisa masuak/maliang. Dulu pernah di jago dek aparat (karano masalah sarupo itu, diambil alih pemda) eehhh.... nan manjago tu pulo nan mamaliang...... Dan sampai kini, masih sarupo itu......... (Sarang walet = Emasbaru dikampuang kita. -------------------------------------------- Gua Sopan Ditutup Polisi *Aparat Kerja Ekstra Selesaikan Perkara By padangekspres Rabu, 30-Juli-2003, 02:28:39 WIB 2 klik Batusangkar, Padek-Muspida Tanahdatar menyatakan Gua Sopan Kijang Kecamatan Lintau Buo ditutup dan tidak dibenarkan pihak manapun untuk memasuki wilayah tersebut. Kawasan gua telah diberi police line. Muspida juga menyayangkan peristiwa itu terjadi dan mencoreng wajah Pemkab Tanahdatar. Seterusnya mendesak aparat penegak hukum untuk menyelesaikan perkara ini. Demikian hasil pertemuan menindaklanjuti penyelesaian peristiwa Sabtu Berdarah di mulut Gua Sopan Kijang Kecamatan Lintau Buo, Tanahdatar. Pertemuan tersebut digelar Senin (28/7) sore mulai pukul 15.30 - 17.00 WIB di ruang kerja Bupati Tanahdatar. Hadir dalam rapat singkat yang membahas peristiwa memilukan di Goa Sopan Kijang tersebut, Bupati Masriadi Martunus, Wakil Bupati Masnefi, Ketua DPRD Amora Lubis, Wakil Ketua DPRD Soemadi, Dandim, Kapolres, Pimpinan Perusda Ir Gusril Bahar, Camat Lintau Buo Utara, Camat Lintau Buo dan Asisten I, II dan III kantor Bupati Tanahdatar. Hasil dari pertemuan tersebut yang diperoleh Padang Ekspres melalui Kepala Inforkom Tanahdatar Alfian Jamrah dan Ir Gusril Bahar, Selasa (29/7), menyatakan Pemkab Tanahdatar sangat menyayangkan peristiwa Sabtu Berdarah tersebut terjadi. Selain itu, hasil pertemuan tersebut mendukung dan mendesak pihak penegak hukum untuk segera mengusut secara tuntas peristiwa yang mencoreng nama baik Tanahdatar tersebut, sehingga pihak korban dan pelaku penyerangan tidak mereka dirugikan. Di samping tetap menciptakan kondisi yang kondusif di kedua daerah. Di sisi lain, menurut Gusril tentang alasan penyerbuan masyarakat Koto Panjang ke Goa Sopan Kijang didasari atas surat dari wali nagari Tigo Jangko dan surat Bupati Tanahdatar No 157/BTD-2003 tentang pembagian kawasan sarang burung walet (Goa Sopan Kijang) dibagi dua, dengan ketentuan separoh milik Nagari Lubuk Jantan dan separohnya lagi milik nagari Tigi Jango, itu tidak benar. Dijelaskan Direktur Perusda Tuah Sepakat ini, bahwa surat bupati No. 156/BTD-2003 merupakan surat keputuan Bupati Tanahdatar tentang pembentukan tim teknis perumusan solusi terhadap masalah pengelolaan sarang burung walet di Goa Sopan KIjang nagari Lubuk Jantan dan Goa Ngalau Ikan nagari Tiga Jangko. Dalam surat yang ditandatanggani Bupati Masriadi Martunus tertanggal 2 Juni 2003 tersebut, lanjutnya, terpilih sebagai ketua tim untuk mencari solusi masalah sarang walet tersebut Drs H Nafriadi Hamdi, wakil Zulfahmi Dt Rajo Putiah. Sedangkan terlibat dalam tim tersebut sebanyak 25 orang dari berbagai unsur, termasuk kedua wali nagari Lubuk Jantan dan Tigo Jangko. "Jadi tidak benar alasan penyerbuan masyarakat Koto Panjang ke Goa Sopan Kijang didasari atas surat keputusan Bupati No.156/BTD-2003 itu," ujarnya mengakhiri. (amr) RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php ----------------------------------------------- Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php ===============================================

