Terima kasih karena telah ikut serta berjuang dalam meletakan perempuan dalam 
posisinya yang mulia, Mamanda.Senang sekali.Tak akui, memang ada perempuan yang cari 
gara-gara atau dengan sengaja membangkitkan syahwat lelaki yang tidak berhak, apakah 
itu dengan badannya, dengan bahasa tubuhnya, atau dengan kata-katanya, tapi itu kan 
bukan karena dia perempuan, melainkan karena perangainya saja yang tak elok.Perangai 
tak elok kan bukan monopoli perempuan. Apa boleh buat lah Mamanda, dalam peradaban 
Islam pemisahan hetero seksual (lelaki dan perempuan) nuansa mitologisnya cenderung 
masih kental. Mitologis yang bersumber dari kebudayaan lokalitas (maksud saya Arab) 
dan pemahaman yang parsial terhadap isi Alquran dan Hadist membuat kebanyakan orang 
yang merasa dirinya mengerti Islam jadi dikriminasi. Semoga dengan bertambahnya lelaki 
seperti Mamanda, seluruh perempuan muslim suatu saat mampu memberi penghargaan kepada 
dirinya sendiri dan kaumnya secara layak dan meletakan posisinya sejajar dengan 
sewajarnya dalam tata ruang lelaki dan perempuan.

Wassalam,

--Gm


----- Original Message ----- 
From: "Zubir Amin" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, August 06, 2003 9:24 PM
Subject: Re: [RantauNet.Com] Sumber Syahwat "bukan" Perempuan!



     Apa benar"sumber syahwat itu berpredikat:perempuan".Jangan main-main,dong dengan 
"mengkambing hitamkan" kaum perempuan comantu.Bukankah
semua kita ini(kecuali Nabi Adam) dilahirkan oleh seorang Ibu(perempuan)
Kenapa sampai hati kita "merilis satu info nan belum tentu betul"kebena
rannya,apalagi info itu menyangkuik masalah "perempuan".

     Kalau mau "jujur",yang membikin ulah,yang memulai,yang mensponsori
perilaku syahwat menyimpang adalah bangsa SAYA(bangsa jo Buyuang-laki2)
Terkutuklah bangsa laki2 nan melecehkan,memperalat,memperkuda,memperkosa
merendahkan kaum perempuan.Hati kecil setiap perempuan apapun juga bang-sanya,secara 
kodrati pada umumnya "selalu menolak"ajakan "menyimpang",
ia akan bereaksi"tidak mau" atau diam.Tapi oleh pihak bukan perempuan
sikap ini "degenarlisir" sikap "mau".Jo Buyuang juo tidak manutup mata
bahwa ada jinih induak2 nan "manyadiokan" dirinyo untuk suko diajak ma-
nyimpang,tapi itu indak banyak doh.Masih banyak nan baik2 dan ini akan
mengisi surgawinya Ilahi.

     Hendaknya,para kanakan nan padusi di RN ini,jangan hanya si Evi ali
as Gamut nan bereaksi,tapi semua nanmaraso p�dusi,bersikaplah,dan himbau
an ini juga berlaku bagi pihak laki2,jaan dilecehkan perempuan tu.Jadino
jo Buyuang berpendapat,sumber syahwat bukan perempuan,tapi basa dari su-
ko samo suko antara si ajo dengan si uni,ini nan normal,nan lain lah di
jalehkan dek kanakan Gamut.Mat sore.AB-Marseille.






RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
-----------------------------------------------

Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke:
http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
==============================================

Kirim email ke