Assalamu'alaikum Wr. Wb
Ananda tambah sakatiak mamak,untuak maujudkan islam itu punyo kakuatan
moral, ananda raso harus
dihapuih dulu limo panyakik masyarakaik indonesiako, tarutamo ( Islam )


aasyiral Muslimin Rahimakumullahu!
Dalam suatu hadis dari Abdullah bin Umar ra berkata, "Rasulullah saw
menghadap ke arah kami seraya bersabda, 'Wahai kaum muhajirin, ada lima hal
yang aku berlindung kepada Allah agar kalian tidak menjumpainya: tidaklah
menyebarkan perbuatan keji (zina) pada suatu kaum hingga mereka
berterang-terangan melakukannya, melainkan mereka akan ditimpa wabah-wabah
penyakit dan kelaparan yang belum menimpa orang-orang sebelum mereka;
tidaklah suatu kaum yang mengurangi takaran, melainkan mereka akan ditimpa
paceklik, sulit mendapat makanan, dan jahatnya penguasa; tidaklah suatau
kaum yang enggan mengeluarkan zakat dari harta mereka, melainkan akan
terhalang hujan dari langit, kalau saja bukan karena binatang, niscaya tidak
dturunkan hujan; tidaklah suatu kaum mengingkari janji, melainkan Allah akan
menguasakan atas mereka musuh-musuh yang bukan dari golongan mereka , mereka
mengambil harta yang ada di tangan mereka. Dan, selama pemimpin-pemimpin
mereka tidak menerapkan hukum Allah dan memilih-milih apa yang Allah
turunkan di dalam kitab-Nya, niscaya Allah akan menjadikan kekerasan
(keributan) di antara mereka'." (HR. Ibnu Maajah dan Hakim).

Maasyiral Muslimin Rahimakumullahu!
Kita yang hidup pada zaman sekarang ini telah menemui apa-apa yang
ditakutkan oleh Nabi saw dan para sahabatnya tentang lima perkara yang ada
dalam hadis di atas. Nabi saw telah memberi rumusan kepada kita dengan jelas
dan gamblang lima penyakit masyarakat yang dapat membawa kehancuran. Lima
penyakit yang akan membawa azab, kerusakan dan kemurkaan Allah terhadap
pelakunya, juga manusia yang hidup di sekitarnya. Maka, dalam kesempatan
yang singkat ini, marilah kita kaji satu persatu apa rumusan itu, sehingga
kita dapat mengetahuinya dan menghindar, jangan sampai terjadi pada diri
kita, keluarga kita, lingkungan kita, atau dalam negara kita ini.

Pertama, Perzinaan yang Tersebar dan Terang-terangan

Kita tidak dapat menutup mata dari bentuk penyakit ini. Perzinaan dalam
bentuk pelacuran, baik yang dilokalisasi ataupun yang ilegal, sudah
merupakan kewajaran yang tidak wajar. Bahkan, pemerintah pun terkesan merasa
diuntungkan dengan adanya bisnis esek-esek ini, yaitu dengan adanya
pemasukan pajak. Padahal, akibat dari kegiatan atau perbuatan keji ini
adalah sangat besar bagi masyarakat. belum lagi selesai penanganannya,
akibat yang ditimbulkannya sudah sekian jauh menjalar dan menular ke
pelosok-pelosok daerah dan tempat-tempat yang subur untuk praktek pelacuran
ini. Yang lebih mengerikan lagi adalah bahwa perzinaan ini telah menimpa
anak-anak di bawah umur, anak-anak kaum muslimin yang miskin dan jahil,
anak-anak yang seharusnya duduk manis di bangku-bangku sekolah, anak-anak
yang seharusnya tidak terbebani mencari nafkah. Berapa banyak surat kabar,
TV dan media lainnya memberitakan kasus orang tua menjual anaknya menjadi
pelacur untuk untuk menopang hidupnya. Anak-anak sebagai generasi penerus
dan tulang punggung masa depan rusak dan terjerumus dalam lembah perzinaan
yang akan menjadi penyesalan seumur hidup baginya. Di antara akibat yang
telah nyata dan jelas adalah menyebarnya virus AIDS ke seluruh dunia.

Maka, tungggulah apa yang terjadi jika kita hanya berpangku tangan dengan
keadaan ini, sebab Allah menyatakan dalam firman-Nya yang bermakna, "Dan
peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang
zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras
siksaan-Nya." (Al-Anfaal: 25)

Benarlah apa yang dinyatakan Nabi saw, "Tidaklah menyebar perbuatan keji
(zina) pada suatu kaum hingga mereka berterang-terangan melakukannya,
melainkan mereka akan ditimpa wabah-wabah penyakit dan kelaparan yang belum
menimpa orang-orang sebelum mereka."


Kedua, Penipuan terhadap Timbangan

Karena keimanan yang lemah dan tidak percaya adanya jaminan rezeki dari
Allah, membuat para pedagang dan usahawan berbuat curang, yaitu mengurangi
timbangan. Perbuatan curang dalam hal ini kian membudaya. Banyak penjual
yang menipu melalui timbangan dan takaran. Tidak ahanya penjual, pembeli pun
ikut mencari celah untuk tidak dirugikan, bahkan kadang kala dengan bentuk
penipuan lain terhadap pedagang.

Allah sudah mengingatkan dalam firman-Nya yang artinya:
"Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak memikulkan
beban kepada seseorang melainkan sekedar kesanggupannya. Dan apabila kamu
berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil, kendatipun dia adalah kerabatmu,
dan penuhilah janji Allah. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu
agar kamu ingat." (Al-An'aam:152)

Kecurangan dan penipuan dalam jual beli termasuk hal yang diharamkan Allah,
dan merupakan suatu penyakit masyarakat yang membawa akibat yang buruk bagi
masyarakat. Jika hal ini terus berlarut-larut di kalangan masyarakat atau di
suatu negeri, maka tunggulah ancaman Allah sebagaimana yang dinyatakan Nabi
saw, "Tidaklah suatu kaum mengurangi takaran, melainkan mereka akan ditimpa
paceklik, sulit mendapat makanan dan jahatnya penguasa." Kalau kita lihat
dan rasakan keadaan kita sekarang, maka akan kita sadari bahwa kita dalam
kondisi ini, entah sampai kapan penyakit dan akibat dari keadaan ini akan
berlalu.

Ketiga, Tidak Mau Menunaikan Zakat

Ketimpangan sosial tidak akan selesai penanganannya dengan teori ekonomi apa
pun dari manusia. Kita sudah lihat hasil dari sosialisme, leberalisme, dll.
Allah telah membekali manusia dengan suatu bentuk solusi yang ampuh dan
telah teruji pada zaman-zaman kejayaan khilafah Islamiyah. Zaman Khalifah
Umar bin Abdul Aziz, orang -orang fakir miskin terangkat nasibnya sampai
mereka menolak harta dari baitul mal. Pada saat ini jumlah orang kaya tidak
sedikit, bahkan di antara mereka ada yang mempunyai gunung, pulau, dll.
Mengapa fakir miskin semakin banyak dan tak terkendalikan? Karena,
orang-orang yang mampu dan berhak membayar zakat semakin sedikit dan rapuh
kesadarannya. Maka, tunggulah akibatnya yang dijanjikan Allah melalui lisan
Nabi-Nya, "Tidaklah suatu kaum yang enggan mengeluarkan zakat dari harta
mereka, melainkan akan terhalang hujan dari langit, kalau saja bukan karena
binatang niscaya tidak akan diturunkan hujan."

Kalau sampai saat ini masih ada hujan, bahkan sampai banjir, maka kita
jangan merasa bahwa masih banyak orang-orang kaya kita yang membayar zakat,
tetapi masih banyak hewan-hewan di sekitar kita yang Allah masih kasihi
dengan menurunkan hujan kepada mereka. Sebab, jika kita menyatakan banyaknya
orang kaya yang membayar zakat, maka tandanya adalah hujan dan tidak adanya
ketimpangan sosial.

Keempat, Melanggar Janji Allah dan Rasul-Nya

"Tidaklah suatu kaum mengingkari janji, melainkan Allah akan menguasakan
atas mereka musuh-musuh yang bukan dari golongan mereka, mereka mengambil
harta yang ada di tangan mereka." Fenomena ini ada di berbagai negara Islam
di dunia. Banyak negara-negara yang mayoritas Islam, ketika berjuang melawan
penjajah dengan pekik Allah Akbar, dan berikrar menegakkan kalimat Allah,
tetapi apabila kemerdekaan itu telah dicapai justru yang mereka pakai adalah
hukum manusia, atau mengambil aturan-aturan manusia dan mengingkari janji
mereka kepada Allah dan Rasul-Nya, maka jadilah negara-negara tersebut tetap
dalam kekuasaan musuh-musuh Islam, yang selalu memeras dan menggali hasil
bumi dan kekayaan negara tersebut.

Kelima, Para Pemimpin Tidak Berhukum dengan Hukum Allah

Penyakit yang kelima ini sangat kronis dan parah, kalau diibaratkan penyakit
kanker sudah mencapai stadium akhir yang menjelang ajal, mengapa?
Jawabannya, kita dapat lihat sendiri dari beberapa negara yang mayoritas
Islam di dunia ini. Al-Jazair memakai hukum Prancis, Malaysia memakai hukum
Inggris, Indonesia memakai hukum Belanda, dllnya. Maka jangan heran, jika
ancaman Allah mengenai mereka yang para pemimpinnya tidak mau berhukum
dengan Alquran dan Sunnah, yaitu dengan adannya perpecahan di kalangan
mereka, pertentangan di kalangan elit politik, dan suburnya kekerasan di
antara mereka dalam mencari posisi penting masing-masing.

Dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia, yang notabene adalah mayoritas
Muslim tetapi tidak menggunakan hukum yang berdasarkan Alquran dan
as-Sunnah, terdapat kejadian-kejadian besar tentang kekerasan dan keributan,
baik dari kalangan masyarakat bawah maupun samapai elit politik. Jatuhnya
presiden-presiden kita, sejak Presiden Soekarno hingga Presiden Gusdur,
dengan tidak wajar merupakan bukti bahwa apa yang telah difirmankan oleh
Allah memang benar, dan memang pasti benar.

Maasyiral Muslimin Rahimakumullahu!
Sudah menjadi kewajiban kita dalam menghadapi keadaan seperti sekarang ini
bahwa kita harus tetap istiqamah, sabar, dan jangan berputus asa. Kita harus
bangkit untuk berupaya memperbaiki keadan ini. Sebab, jika kita hanya
berpangku tangan dan tidak mau mencegah dan memerintahkan yang ma'ruf, maka
resiko bagi umat ini akan semakin berat.

"Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa
orang-orang yang dzalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat
keras siksaan-Nya." (Al-Anfaal: 25).

Dalam tafsir Ibnu katsir dan Qurtubi, ayat ini dikaitkan dengan suatu hadis
dari Aisyah ra yang maknannya, "Apabila telah tersebar luas kemaksiatan,
maka Allah akan menurunkan kesusahan (balasan) pada penghuni negeri itu.
Berkata aku: 'bukankah di antara mereka ada yang ta'at'? Nabi saw menjawab,
'Mereka nanti akan dikumpulkan dalam naungan rahmat Allah (mereka yang
taat)'."

Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami, jika kami lupa atau kami
bersalah!
Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat
sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami!
Ya Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup
kami memikulnya!
Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami!
Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami atas kaum yang kafir!
Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan
sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami
rahmat dari sisi Engkau, karena sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi
(karunia). Aamin.


Assalamu'alaikum wr. wb.

Manolah nakan Sutan Mudo, batua bana nan dikecekan Sutan, bahaso pangajian
dikalangan Muslim itu nan jadi panyabab sagalo katinggalan. Apo nan ka
disabuik dalam pangajian justru nan tajadi monolog, dialog dan sikap kritis
indak ado
saketek juo, justru pangajian co iko nan laku kiniko.
Jaman ambo mahasiswa dulu lai sempat ikuik pangajian Buya Hamka, baliau iyo
bana "kok putiahnyo tahan sasah, kok itamnyo tahan tapo", apo sajo kritik
indak ado nan bailakkan dek baliau doh, sadonyo jo tingkek kakritisan nan
tinggi, salalu
tajadi dialog dan pambenaran batua-batua timbua dari dialog, bukan
kepercayaan yang hanya sekedar picayo.

Ado da'i nan mirip buya Hamka dan dalam kapasitas nan samo, "tapi kurang
laku" dek umaik sadang mabuak / ephoria kamanagakan "syariah Islam"
ditambahn jo banyaknyo nan mangibarkan bendera Islam. Nan kurang dari umaik
kini nampaknyo iolah kabaranian untuak bapikia kritis, salamo kabebasan dan
kabaranian bapikia indak ado,
tatap sajo kajadi kudo palajang bukik dek tantara/birokrasi nan bakuaso.

Dalam kaji ambo, Paus di Roma itu hanyolah kakuatan moral, sayangnyo umaik
islam indak pulo punyo kakuatan moral ko, contohnyo indak ciek juo tokoh
sarato jo organisasi islam nan lah mangutuak pemboman di hotel Mariot,
Kuningan kapatang. Baitu juo masih banyak nan ragu-ragu mangutuak mereka
pelaku bom Bali.Apo lai kalau mangecek soal hak azasi manusia, banyak bana
nan alergi, saakan-akan Islam itu anti jo HAM. Ciek lai kiniko banyak bana
nan dijadikan hantu dek umaik islam tu, kristenisasi, zionisme, pemikiran
barat, dan sakambuik lai nan lain. Kalau diajak bapikiia janieh, indak
tajawab nan kalua saringik sajo.

Buktikan sajolah umaik islam itu punyo kakuatan moral, jan mangecek politik
islam dulu, masih jauah.

Salam

SBN




RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
-----------------------------------------------

Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: 
http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
===============================================

Kirim email ke