|
Walaikum salam wr. wb.
Tarimo kasih banyak nakan Fankha ateh posting
uraiannyo dari sanak Zulfa Djamalie, nan ambo picayo nakan samo sapandapek
jo liau. Bagian terbesar menjelaskan panjang lebar akan hal yang pada umumnya
sudah jelas bagi setiap muslim, itu sih sah-sah saja.
Pengertian-pengertian sebagaimana yang dipaparkan,
sudah menjadi pengertian muslim dan non muslim setidaknya sejak 1400 tahun yang
lalu, dan hasilnya sudah dapat kita lihat, tidak ada negeri yang mayoritas
muslim yang telah mencapai negeri atau negara sejahtera. Kilas balik ini pun
kita perlukan selaku muslim, so what went wrong?
Belakangan ini timbul orang-orang yang seperti kata
St. Parpatiah:
"kenapa mereka mau berlaku demikian dengan
membayar mahal secara moril materil maupun nyawa. Dan mereka juga orang pintar
dan beriman." Ini berasal dari pertanyaan saya: kenapa ada manusia
(mengaku Muslim) yang sampai hati meledakkan diri sendiri dan orang-orang lain
yang tidak bersangkutan dengannya atau tidak bersalah. Termasuk disini bom bunuh
diri di Palestina, Arab, WTC, Bali dan terakhir Mariott Jakarta.
Dari sejarah Rasulullah SAW yang saya pelajari,
tidak satupun tindakan perang beliau yang dengan
sengaja
berbuat berlebihan atau menganiaya Hal
ini lebih tercermin lagi dari pelaku Bom Bali yang sama sekali tidak memperlihat
rasa bersalah telah membunuh ratusan orang lewat tangannya. Saya tidak
melihatnya sebagai etika Islam. Rekonstruksi makna Jihad dari Fankha belum
menjawab sama sekali, ataukah segan menyebutkannya. Hal serupa juga terjadi
dengan banyak ikhwan, mereka keberatan menyebut pelaku bom bali sebagai
pengecut, malah mereka menganggap pahlawan Islam, namun mereka tidak mampu
menjelaskan, hanya merasa tersinggung kalau dikupas soal ini. Apakah etika Islam
itu telah sedemikian melorotnya sejak sepeninggal Rasulullah SAW sehingga
sekarang yang tinggal hanyalah sejumlah barisan bunuh diri dengan
mencatut label jihad demi kemasyhuran dikalangan yang tak mau pakai
kincia-kincia?
Yang kita perlukan ialah sebuah kejujuran, masih
mau nggak memisahkan yang salah dan benar, yang haq dan yang
bathil.
Masih ditunggu kalau ada penjelasan
lain.
Salam SBN
|
- RE: [RantauNet.Com] baa sa-sulik tu bana umat Islam basat... Fankha
- Re: [RantauNet.Com] baa sa-sulik tu bana umat Islam basat... jun aidi
- Re: [RantauNet.Com] baa sa-sulik tu bana umat Islam ... -- (*o*) --
- Re: [RantauNet.Com] baa sa-sulik tu bana umat Is... Darul Makmur
- Re: [RantauNet.Com] baa sa-sulik tu bana uma... SBN
- Re: [RantauNet.Com] baa sa-sulik tu bana uma... dino . shm
- Re: [RantauNet.Com] baa sa-sulik tu bana uma... SBN
- RE: [RantauNet.Com] baa sa-sulik tu bana uma... Fankha
- RE: [RantauNet.Com] baa sa-sulik tu bana uma... SBN
- RE: [RantauNet.Com] baa sa-sulik tu bana uma... Fankha
- Re: [RantauNet.Com] baa sa-sulik tu bana uma... SBN
- Re: [RantauNet.Com] baa sa-sulik tu bana uma... rarach
- Re: [RantauNet.Com] baa sa-sulik tu bana uma... lika rahim
- Re: [RantauNet.Com] baa sa-sulik tu bana umat Is... Muhammad Rijal
- Re: [RantauNet.Com] baa sa-sulik tu bana umat Islam ... Nofendri T. Lare
- Re: [RantauNet.Com] baa sa-sulik tu bana umat Islam ... SBN

