|
Assalamu'alaikum
mamak SBN nan ananda hormati,
Iko
sabananyo masalah Jihad, kalo manuruik dunsanak nan ado di RN ko
jihad ndak Peristiwa nan baru baru ko tajadi..?
bialah awak agiah panjalehan
saketek megenai defenisi jihad manuruik rasul.
Rekonstruksi Makna Jihad Oleh Zulfa Jamalie Topik pembicaraan mengenai jihad kembali
menjadi bahan
perbincangan yang menarik terkait dengan serangan besar-besaran Amerika Serikat ke Irak. Pada kolom ini sepengetahuan penulis mereka yang sudah mengupas masalah jihad adalah saudara M. Ahsanul Huda dan Nahed Nuwairah, karena itu tulisan ini pada dasarnya adalah pelengkap dari tulisan-tulisan yang sudah ada. Pembicaraan masalah jihad pada dasarnya
memerlukan kajian yang mendalam
terhadap nash teks Al Qur�an, Hadits sekaligus pula nilai-nilai historikal Islam yang terjadi pada zaman Rasul dan sahabatnya. Karena itu pemaknaan terhadap kata jihad memerlukan kehati-hatian dan ketelitian yang khusus serta perlunya untuk meletakkan konsep jihad tersebut pada porsi dan posisi yang sebenarnya, agar tidak terjadi miskonsepsi dan kekaburan makna yang dapat menggeser hakikat dan tujuan yang dikehendaki. Teks-teks ayat al Qur�an yang secara khusus
membicarakan masalah jihad cukup
banyak, di antaranya adalah surah al Baqarah 190, 191, 194, 243, 244, surah an Nisa 71-76, surah at Taubah 38-49, surah al Anfaal 45,61-75 dan lain-lain. Pembahasan dari ayat-ayat al Qur�an tersebut masih pula ditambah dengan hadits-hadits dan contoh teladan yang telah dilakukan oleh Nabi saw. Berdasarkan ketiga komponen tersebut apabila dilakukan penelusuran yang teliti maka sesungguhnya makna jihad dapat dilihat dan menduduki tiga posisi penting yang saling berkaitan antara yang satu dengan yang lain. Pengertian pertama, jihad adalah upaya yang
sungguh-sungguh dilakukan untuk
memerangi hawa nafsu, dalam kaitan ini Rasulullah menyatakan kepada para sahabat pasca perang Badar, bahwa mereka baru saja kembali atau keluar dari satu peperangan yang dasyat dan untuk masuk kembali kepada jihad lain yang tidak kalah porsi kedasyatannya yaitu perang melawan hawan nafsu. Karena itu makna yang terkandung dalam pengertian ini bisa berarti peningkatan kualitas dan kuantitas peribadahan, etos kerja individu, memberdayakan potensi diri, menghiasi diri dengan akhlakul karimah dan menghindarkan diri dari akhlakul mazmumah, bakti kepada orang tua dan sebagainya. Kata kunci pada makna ini terdapat pada
kalimat empowering "pemberdayaan",
maksudnya adalah bagaimana seorang individu atau pribadi muslim memberdayakan seluruh potensi yang dimilikinya untuk tunduk kepada ketentuan dan ajaran yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Selaku Rabb yang menciptakan dan mengatur kehidupannya. Rabb baginya adalah tempat bergantung dan tempat meminta pertolongan, karena itu ketika Rabbnya berfirman bahwa dia berkewajiban untuk bekerja, maka ia harus memanfaatkan dan meningkatkan potensi etos kerja yang telah dianugerahkan kepadanya dengan sebaik-baiknya, sebab kerja dipandang sebagai bagian dari kegiatan ibadah. Kemudian ketika Allah mewajibkan untuk berbakti dan bersikap ma�ruf kepada orangtuanya, berterima kasih dan memohon ridhanya agar ridha Allah turun pula kepadanya, maka ia pun akan melakukan apa yang diperintahkan tersebut dengan sebaik-baiknya. Jihad Bakti Orangtua
Dalam konteks bakti kepada orang tua ini
diriwayatkan bahwa salah seorang
sahabat Rasul ditolak untuk masuk dan mengikuti pasukan Islam yang akan berangkat perang melawan orang-orang kafir. Permintaan sahabat tersebut tidak diizinkan, walaupun ia sudah meminta izin tiga kali, Rasul melihat bahwa kewajiban jihadnya dalam makna berbakti kepada orang tuanya masih belum tuntas, dan ketidaktuntasan itu sendiri akan mengganggu dan menghalanginya masuk sorga seandainya ia syahid di medan pertempuran, karena itu Rasul menyuruh untuk menyelesaikan dulu jihad bakti kepada orangtuanya. Pengertian kedua, jihad adalah segala upaya
dan usaha yang dilakukan oleh
individu muslim untuk memperbaiki kondisi kehidupan masyarakatnya. Dalam konteks ini jihad bisa berarti amar ma�ruf nahi munkar, kegiatan ta�lim wa ta�lum, community development, dan lain-lain. Kata kunci yang termaktub dalam makna jihad ini adalah dakwah. Aktivitas dakwah yang dimaksud tidak hanya terbatas pada memberi ceramah atau penerangan agama pada masyarakat, tablig atau nasihat-nasihat keagamaan. Lebih dari pada itu dakwah yang dikehendaki dalam konteks ini adalah bagaimana individu muslim berdaya upaya untuk mentransformasikan nilai-nilai keislaman dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat. Karena itu dakwah tidak hanya mencakup
masalah-masalah agama semata, namun
lebih daripada itu makna dakwah dapat terlihat pada seluruh aspek kehidupan masyarakat. Sebagaimana bisa kita contoh sejarah dakwah Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari, dengan ilmu agamanya yang tinggi beliau mengajarkan bagaimana semestinya kehidupan yang harus dilakoni oleh masyarakat Islam, dari sini lahirlah majelis ta�lim atau kitab-kitab karangan beliau yang berfungsi sebagai suluh kehidupan umat. Dengan kepiawaiannya sebagai seorang change
agent beliau mempelopori
pembangunan infrastruktur dibidang pertanian, yakni dengan penggalian kanal/irigasi yang berfungsi untuk menyalurkan.air ke areal persawahan penduduk, membuat produktif tanah mati. Kemudian dengan kepeloporan beliau sebagai seorang yang mengerti tata lingkungan beliaupun telah memberi contoh kepada masyarakat bagaimana cara pembangunan rumah yang tepat, baik untuk menghindari banjir ataupun gangguan binatang yang membahayakan serta lingkungan yang bersih, sehat dan teratur. Pengertian ketiga, jihad bermakna perang,
yakni perang dalam membela agama
Allah dari segala serangan para agresor yang bermaksud untuk membumihanguskan wilayah dan umat Islam. Dalam konteks ini kita dapat baca bahwa perang dalam Islam mulai diizinkan dengan turunnya surah al Hajj ayat 39-41. Kemudian dilanjutkan lagi dengan tahap berikutnya Allah mewajibkan jihad dalam makna perang kepada Rasul SAW. Dan orang-orang mukmin dengan turunnya surah al Hujurat ayat 15 dan ash-Shaff 10-13. Semangat dan ruhul jihad untuk membela agama Allah dari golongan dan kelompok-kelompok anti Islam tersebut dengan pola sikap musuh tidak dicari, ada musuh pantang lari, haram manyarah waja sampai kaputing telah dibina dan dikembangkan oleh Rasulullah, sehingga semangat jihad yang berarti perang tersebut tidak hanya terlihat pada laki-laki dewasa masyarakat Islam Madinah, akan tetapi juga pada anak-anak dan remaja yang mulai beranjak dewasa. Sehingga dalam catatan sejarah Islam dapat kita lihat bahwa Ali bin Abi Thalib dan Zubair bin Awwam telah terlibat perjuangan pada usia 8 tahun. Tak Terpisahkan
Berdasarkan uraian di atas, maka maka
dapatlah disimpulkan bahwa lingkup
makna jihad ada tiga, yakni perang melawan hawa nafsu dengan segala unsurnya, perang dalam amar ma�ruf dan nahi munkar serta perang melawan para agresor yang bermaksud untuk menghancurkan Islam. Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa yang ditujukan pada pribadi, jihad berarti perang melawan hawa nafsu, pada masyarakat, jihad berarti perang untuk menyampaikan segala yang diperintahkan agama dan melawan kezaliman, kemaksiatan dan kejahatan yang terjadi, dan terakhir dalam konteks kenegaraan jihad berarti perang melawan kekuatan-kekuatan asing yang hendak menghancurkan Islam. Atau sebagaimana dikatakan oleh para pakar
hukum Islam bahwa jihad itu bisa
dilaksanakan dengan hati, artinya berusaha untuk menundukkan hawa nafsu, kemudian dengan lisan, artinya melaksanakan dakwah amar ma�ruf nahi munkar, dan dengan tangan atau senjata, artinya berperang melawan orang-orang yang anti Islam dan berusaha untuk menghancurkan Islam. Kesimpulannya adalah bahwa ketiga komponen pengertian jihad tersebut merupakan satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan. Karena itu terasa kurang lengkap dan tuntas apabila diskursus makna jihad dibatasi pada satu wilayah pembicaraan saja, sehingga tergeser dari hakikat dan tujuan yang dikehendakinya. Zulfa Jamalie
|
- Re: [RantauNet.Com] baa sa-sulik tu bana umat Islam basat... dino . shm
- RE: [RantauNet.Com] baa sa-sulik tu bana umat Islam basat... Fankha
- Re: [RantauNet.Com] baa sa-sulik tu bana umat Islam basat... jun aidi
- Re: [RantauNet.Com] baa sa-sulik tu bana umat Islam ... -- (*o*) --
- Re: [RantauNet.Com] baa sa-sulik tu bana umat Is... Darul Makmur
- Re: [RantauNet.Com] baa sa-sulik tu bana uma... SBN
- Re: [RantauNet.Com] baa sa-sulik tu bana uma... dino . shm
- Re: [RantauNet.Com] baa sa-sulik tu bana uma... SBN
- Re: [RantauNet.Com] baa sa-sulik tu bana uma... Fankha
- Re: [RantauNet.Com] baa sa-sulik tu bana uma... SBN
- RE: [RantauNet.Com] baa sa-sulik tu bana uma... Fankha
- Re: [RantauNet.Com] baa sa-sulik tu bana uma... SBN
- Re: [RantauNet.Com] baa sa-sulik tu bana uma... rarach
- Re: [RantauNet.Com] baa sa-sulik tu bana uma... lika rahim
- Re: [RantauNet.Com] baa sa-sulik tu bana umat Is... Muhammad Rijal
- Re: [RantauNet.Com] baa sa-sulik tu bana umat Islam ... Nofendri T. Lare

