Slavery Award Tanggal dimuat: 4/8/2003
Dan digelarlah perhelatan mewah itu di Hotel Aryaduta Jakarta minggu lalu. Ratusan undangan, pasangan suami-istri, tepatnya pasangan satu suami-dua, tiga, atau empat istri, memadati ruang ber-AC itu. Acara bertajuk Poligami Award yang dipandegani Puspo itu berjalan sukses, berhasil membagikan 71 award untuk para poligamer Indonesia. Hampir tak ada aral melintang, kecuali teriakan protes puluhan aktivis perempuan di luar gedung. Meminjam bahasa Habibie, itu hanya kerikil kecil. Oleh: Anick H.T. Rasa-rasanya kita sudah teramat bosan dengan diskusi berpanjang lebar soal interpretasi ayat ketiga Surat al-Nisa'. Rasanya masing-masing kubu pro dan anti poligami sudah sama-sama mengambil sikap tegas dalam hal ini: "Bagimu interpretasimu, bagiku interpretasiku." Hampir setiap perdebatan dan polemik seputar ayat tersebut selalu berakhir dengan kesepakatan untuk tidak sepakat. Jika sudah begini, tentu saja seperangkat penjelas asbab al-nuzul, maupun pemahaman terhadap konteks, menjadi tidak relevan lagi. Pun maqashid al-syari'ah. Selesaikah? Nampaknya tidak bagi Puspo Wardoyo. Penegasan itu harus dirayakan. Harus ada singgasana dan segala macam pernak-perniknya untuk melegitimasi hasil interpretasi itu. Toh, justifikasi teks maupun historis bisa dirunut; Nabi Saw sendiri, Raja-raja Abbasiyah, Umayyah, dan konon hingga Raja Fahd saat ini juga melakukannya, meski tradisi harem dan selir itu juga bukan melulu milik mereka. Raja-raja Jawa masa lampau melakukannya. Dan digelarlah perhelatan mewah itu di Hotel Aryaduta Jakarta minggu lalu. Ratusan undangan, pasangan suami-istri, tepatnya pasangan satu suami-dua, tiga, atau empat istri, memadati ruang ber-AC itu. Acara bertajuk Poligami Award yang dipandegani Puspo itu berjalan sukses, berhasil membagikan 71 award untuk para poligamer Indonesia. Hampir tak ada aral melintang, kecuali teriakan protes puluhan aktivis perempuan di luar gedung. Meminjam bahasa Habibie, itu hanya kerikil kecil. Nampaknya ada yang terlupakan dari perhelatan akbar itu; para istri tua yang menderita tekanan batin hingga akhir hayatnya karena sadar diri bahwa istri kedua dan ketiga dari suaminya lebih muda, lebih cantik, dan tentu saja implikasinya; lebih diprioritaskan daripada mereka yang sudah tua renta dan tak menarik. Begitu juga anak-anak mereka yang terlantar karena mayoritas waktu bapaknya tersedot di pangkuan madunya yang lebih manis. Perspektif korban poligami ini yang hampir tak tersentuh dalam ruang interpretasi ayat. Nampaknya mereka juga melupakan satu hal: di balik gemerlap catatan sejarah Bani Abbasiyah, Bani Umayyah, ada juga percikan catatan yang tak terlalu menjadi pertimbangan mereka; perbudakan seksual perempuan-perempuan harem mereka. Sejarah keagungan dinasti itu, pada titik tertentu, adalah sejarah penindasan perempuan. Pada titik tertentu pula sejarah poligami adalah sejarah perbudakan. Jadi, ini bukan tentang sah-tidaknya poligami. Ini bukan tentang halal-haram. Bukan pula tentang supremasi tafsir. Ini tentang siapa yang menjadi korban, siapa yang dimanusiakan. Tentang siapa menindas dan siapa ditindas.[] ----- Original Message ----- From: "Rahima" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Friday, August 08, 2003 1:31 AM Subject: [RantauNet.Com] Lingkaran-lingkaran Syahwat.. > Lingkaran-Lingkaran Shahwaat > > Assalamulaikum.Wr.Wb. > Allah SWT berfirman di dalam KitabNya yg maha mulia. > yg artinya : " Dijadikan indah pd pandangan > manusia,kecintaan pd apa2 yg diingininya.yaitu > wanita,anak2,harta yg banyak,dr jenis emas,perak,kuda > pilihan.Binatang2 ternak dan sawah ladang.Itulah > kesenganngan hidup di dunia,dan disisi Allah tempat > kembali yg baik ( syurga )." ( Q.S Al Imraan,14 ) > > Saudara/ saudari Rahimakumullah, > > Mgkn ada baiknya sama2 kita meneliti pemahaman ayat di > atas.Karena kita sadari,betapa banyaknya manusia yg > sering tersalah,atau tersilap di dalam memahami ayat2 > Allah SWT,bahkan ayat2 Allah sering di jadikan tameng > utk mempersalahkan sesuatu (terutama utk menyudutkan > wanita ),bahkan membesar2kannya. > > Salah satu contoh yg sering sekali salah penafsiran > adalah " Dlm Surah Annisaa,dikatakan bhw : " Lelaki > itu adalah pemimpin kaum wanita ",sehingga ayat ini > sering menjadi bahan utk para lelaki bertindak semena2 > pd wanita,krn ia merasa ia adalah pemimpin nomor > satu,wanita di bawahnya.Padahal,kita tahu, " Wanita > adalah belahan hati lelaki " " Syaqoiq ",Saqii"= " > saudara kandung ".Kita lihat sajalah contoh > hati,berbentuk love itu,ditengah2nya ada sehelai garis > tipis,yg membagi keduanya sama rata,bagian kanan dan > kirinya.Itu sebabnya dikatakan " Syaqoiq= " belahan > hati ",krn ia sama rata,sama rasa.Kita tdk > memperpanjang mslh ayat ini,krn pernah kita bicarakan > sblmnya. > > Itu salah satu contoh,banyak lagi Ayat2,ataupun > Hadist2 yg selalu disalah tafsirkan,sehingga > menyudutkan kedudukan wanita.Salah satu contoh lagi, > Hadist yg kira2 artinya begini " Malaikat akan > mengutuk wanita,yg apabila suaminya menginginkan > dirinya,ia menolaknya." > > Sehingga jadilah Hadist ini tameng bagi lelaki utk > memaksa istrinya memenuhi kebutuhan sexualnya,kapan > dan dimana sajapun ia mau,tanpa memandang kondisi > wanita itu.Gimana klu sang istri cape,atau sakit,atau > lagi kagak Mood,apa dipaksa juga ?Yah jangan > donk..?Ayat atau Hadist ,meski hal itu di tujukan pd > wanita / lelaki,namun sering juga yg dimaksud adalah > utk kedua2nya. > > Coba kita banding terbalik,gimana klu sang istri yg > maukan suaminya,sering sekali nafsu sex itu,identik dr > keinginan lelaki saja,padahal,ngak jarang wanita lbh > menginginkan hal itu.Hadist yg mengatakan malaikat > akan mengutuk lelaki,bila sang istri mau,suami menolak > memang kagak ada,secara dhahirnya.Tp dr hadist tertuju > pd wanita itu,tersimpan makna yg tersirat utk lelaki > juga.Drpd wanita cari lelaki lain,lbh baik dikabulkan > oleh suaminya.Jadi masalah ini,perlunya ada saling > pengertian dr kedua belah pihak,klu tdk mood,masing2 > hrs saling berterus terang dan menjelaskannya. > > Demikianlah bbrp ayat dan Hadist2 yg sering disalah > artikan oleh sebagian dr kita ummat Islam.Itu sebabnya > dlm Islam,utk menjadi Dai /Dai'ah > itu,penafsir,perawi,punya syarat2 yg sdh digariskan > oleh agama.Bukan berarti org selain agama ( atau org > Umum ),ngak boleh berdakwah.Boleh..boleh saja,malah > seluruh kita dianjurkan utk berdakwah kpd > kebaikan,klu memang kita mampu dan punya ilmu utk > itu." Tp utk hal2 tertentu,ada yg tdk boleh sembarang > org memberikan fatwa,atau penafsirannya. > > Syarat2 ahli tafsir itu sgt berat sekali. > Pertama.Org ini hrs bisa bhs Arab.Kenapa saya katakan > begitu,..?Bgmn mau menafsirkan ayat Allah yg berbahasa > Arab itu,klu toh kita ngak bisa bhs Arab?.Itu sama > saja dgn " si buta berjalan ",dgn meraba2. > > Kedua,org ini hrs tahu Al Qur'an,paling tdk byk > menghafal Al Qur'an dan Hadist Rasulullah beserta > sebab2 turun ayat/hadistnya, dllnya itu. > ketiga,Tahu hukum2 Fiqhiyyah,Ushul Fiqh,meski secara > umum.Dll lagi,krn byk syarat2nya.Kita ngak > memperpanjang sekali mslh ini,krn ini bukan topic yg > akan kita bahas dgn panjang lebar. > > Sekali lagi berdakwah boleh2 saja,sebatas tdk menjurus > pd hal2 penafsiran dan bukan kemampuan kita utk > membahasnya.( maaf ini bukan tertuju pd seseorang,atau > dua org,tp benar2 tertuju pd diri saya sendiri dan > kita semua,ngak ada maksud apa2,kecuali saya > mengatakan sebenarnya" Katakanlah yg benar itu meski > pahit kedengarannya ",dan lidah kitapun serasa > tersumbat utk mengucapkannya,krn khawatir akan ada yg > tersinggung,meski sedikitpun niat utk menyinggung tdk > ada sama sekali.Naudzubillahi mindzalik.Saya paling > takut menyinggung ,ataupun menyakiti hati > manusia.Maksud utk itu sebenar2 tdk ada sama sekali. > > Baik,kita mencoba penafsiran ayat surat Al Imran > diatas : > Kata " Zuyyina ",ada juga yg membacanya " Zaiyyana > ".maksudnya adalah " Dihiasi "Manusia berselisih dlm > memberikan tafsiran siapa yg menghiasi,klu ada yg > dihiasi..Umar Bin Khattab mengatakan ,yg menghiasi > adalah Allah .,Ada yg lain mengatakan yg menghiasi > adalah " Syetan ",dgn rasa was-was,penipuan > menciptakan dlm diri manusia,bukan yg > sebenarnya..Kedua2nya bisa diambil,krn sama2 merupakan > peringatan bagi manusia. > > " Syahawaat ",adalah jamak dr Sahwat,yg sdh terkenal > artinya adalah merupakan " Kesenangan "Apa yg > disenangi oleh jiwa,dan cenderung utk merasakan > kelezatan kesenangan itu. > > " Al Qanaatiir ",jamak dr Qintarah,yg artinya " Harta > yg byk " > > > __________________________________ > Do you Yahoo!? > Yahoo! SiteBuilder - Free, easy-to-use web site design software > http://sitebuilder.yahoo.com > > RantauNet http://www.rantaunet.com > Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php > ----------------------------------------------- > > Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: > http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php > =============================================== > RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php ----------------------------------------------- Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php ===============================================

