rahima wrote: > Salah satu contoh yg sering sekali salah penafsiran > adalah " Dlm Surah Annisaa,dikatakan bhw : " Lelaki > itu adalah pemimpin kaum wanita ",sehingga ayat ini > sering menjadi bahan utk para lelaki bertindak semena2 > pd wanita,krn ia merasa ia adalah pemimpin nomor > satu,wanita di bawahnya.
saya akui memang ada orang yang menggunakan ayat diatas untuk pembenaran atas tindakannya melakukan penindasan terhadap perempuan (mungkin istri atau yang lainnya). Tapi sepertihalnya sebilah pisau yang digunakan untuk membunuh orang, kita tidak dapat menghilangkan existensi pisau atau mengurangi ketajaman pisau agar tidak disalah gunakan orang lagi untuk membunuh atau melukai orang lain. Apa jadinya kalau semua pisau menjadi tumpul atau bahkan tidak ada sama sekali. disatu sisi ayat itu memang sepertinya memberikan kekuasaan yang lebih terhadap laki2 tapi disisi lain ada yang lain yang sebenarnya jauh lebih atas konskwensinya atas kekuasaan itu. Laki2 harus bertanggung jawab terhadap yang dipimpinnya itu tidak bisa ditawar2 lagi. itu konsekwensi yang real dari ayat ini. Akibatnya bisa dirasakan di dunia ini dan nanti juga di akherat. khalil gibran pernah berkata: wanita diciptakan dari tulang rusuk pria bukan dari kepala untuk menjadi atasan bukan dari kaki untuk menjadi bawahan tapi dekat dari lengan untuk dilindungi dekat dengan hati untuk dicintai...... ini tanggapan saya yang pertama terhadap tulisan ibu rahima. Untuk masalah kedua tentang penafsiran ayat saya akan coba lain kali, Insya Allah, karena udah ngantuk udah jam 1 malam btw : ini e-mail terpotong atau bagaimana wassalam YP RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php ----------------------------------------------- Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php ===============================================

