From: Lukman Abdurrahman [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: 07 Agustus 2003 8:34

Muslim Indonesia Dikepung Kristenisasi
Muslim memang mayoritas di Indonesia. Namun, gerakan Kristenisasi global
yang mengancam bagai gelombang badai.
Sebut saja namanya William. Seorang pengajar bahasa Inggris di salah
satu
lembaga pendidikan di sebuah kota di Jawa Barat. Warga negara asing yang
berpenampilan friendly ini dengan mudah menjadi pusat perhatian
siswa-siswa
di tempatnya mengajar. Selain karena ia seorang native speaker, William
pun
membuka diri 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu bagi siswa-siswanya
untuk
berkonsultasi. Tentang apa saja, tak hanya soal pelajaran bahasa
Inggris,
tapi juga persoalan-persoalan pribadi.

Tapi lama-lama, beberapa aktivis Islam di lembaga pendidikan tersebut
mencium bau tak sedap di balik keramahan William. Dan benar saja,
William
ternyata seorang misionaris yang membawa agenda tertentu dari salah satu
jaringan gerakan Kristenisasi global. Dari William berhasil ditemukan
beberapa dokumen yang mengarah pada aksi Kristenisasi global yang
menjadikan
Jawa Barat sebagai sasaran.

Dokumen yang penuh simbol dan sandi tersebut menunjukkan kode ESS yang
akan
menggarap 34 juta jiwa penduduk etnis Sunda. Modus operandi mereka
terbagi
menjadi dua kelompok kerja. Kelompok pertama bersandi dengan sebutan
Macedonia yang akan melakukan gerakan dari arah Barat. Kelompok kedua
bersandi Hebron yang akan bekerja dari arah Timur.

Dalam peta aksi, ada tanda-tanda berbentuk segitiga, lingkaran dan bujur
sangkar. Tanda-tanda tersebut kira-kira menandakan daerah yang berhasil
direkrut, daerah garapan dan daerah yang belum terjamah. Jawa Barat
terbagi
menjadi beberapa lingkaran yang sudah dipenuhi oleh berbagai tanda
tersebut
di atas.

Ustadz Abu Deedat, pakar Kristologi dari FAKTA membenarkan jika ada
agenda
Kristenisasi global yang mengancam Jawa Barat, khususnya suku Sunda.
Menurutnya, suku Sunda telah lama masuk dalam daftar kerja kaum
misionaris
di Indonesia. "Menurut daftar mereka, ada 125 suku yang tergolong sulit
ditaklukkan di Indonesia, dan suku Sunda adalah salah satu suku yang
tersulit dan juga yang terbesar jumlahnya di seluruh dunia," terang
Ustadz
Abud, begitu ia akrab disapa.

Sebagai gambaran, Ustadz Abud mengatakan, di Cianjur ada salah satu desa
yang seluruh penduduknya sudah berganti agama. Bahkan, di tiga Rukun
Warga
(RW) ada sembilan gereja yang sudah didirikan di daerah tersebut. Luar
biasa.

Selain program ESS yang entah singkatan dari apa, ada pula proyek Joshua
2000. Proyek internasional ini berkonsentrasi pada suku-suku di berbagai
negara di belahan dunia termasuk Indonesia. Joshua 2000 ini punya data
base
demografis yang luar biasa detil dan mendalam. Seluruh suku yang
tersebar di
kepulauan Indonesia semuanya sudah terdaftar, berikut data-data
pelengkapnya.

Misalnya saja data tentang suku Sunda. Menurut data mereka, populasi
penduduk suku Sunda sebanyak 32 juta jiwa. Dalam jumlah tersebut, telah
ditempatkan 21 ribu penginjil yang telah bekerja atas nama Yesus. Sunda
masuk dalam proyek Joshua sejak tahun 1995. Namun menurut data tersebut,
injil di tanah pasundan telah beredar bahkan sejak tahun 1854. Di
kelompok
suku ini Joshua 2000 telah mengedarkan film Yesus, mendirikan
Broadcasting
Kristen dan mendirikan proyek radio rohani.

Selain Sunda, suku lain yang dianggap target utama adalah Madura dan
Aceh.
Menurut data Joshua 2000 yang diup date pada tanggal 08 Mei 2003 ini
populasi penduduk suku Madura sebanyak 13.480.900 jiwa. Proyek Joshua
2000
menyebutkan, 2% dari total populasi suku Madura telah memeluk Kristen
dan
hanya ada 500 penginjil yang bekerja dalam kelompok suku ini. Sedangkan
untuk menggarap Muslim Aceh, Joshua 2000 menurunkan evangelis sebanyak
300
orang untuk menggarap 3,5 juta populasi suku Aceh.

Proyek Joshua 2000 ini menempatkan Indonesia pada urutan kedua negara
yang
membutuhkan perencanaan pembangunan dan sentuhan gereja. Peter Wagner,
pimpinan proyek Joshua 2000 menyebutkan bahwa wilayah 10/40 sebagai
tempat
pertahanan setan yang terakhir yang harus digempur.

Selain Joshua 2000, ada pula proyek internasional bersandi Jericho 2003
yang
bersidang di daerah Puncak, Januari 2003 lalu. Sumber SABILI
menerangkan,
menjelang sidang bertaraf internasional tersebut dilaksanakan, beberapa
usaha telah dilakukan untuk mendapat data apa saja yang dibahas dalam
sidang
internasional tersebut. Namun, ketatnya jaringan dan masalah teknis
lainnya
membuat informasi sidang Kristenisasi internasional yang bocor ini tak
bisa
ditindaklanjuti.

Ada pula proyek Kristenisasi yang dijalankan dan berpusat di Filipina.
Namanya Tribes and Nation Outreach (TNO) atau program Menjangkau
Bangsa-bangsa. Dalam buku panduan strategi Menjangkau Bangsa-bangsa,
misi
organisasi ini adalah menyebarkan injil dan mengabarkan Yesus sebagai
juruselamat kepada berbagai bangsa, khususnya yang tersebar di
Indonesia.

Dalam aksinya, TNO menitik beratkan gerakan dengan cara Multi Level Misi
(MLM). TNO juga telah mendirikan pusat-pusat pendidikan yang disebut
Sekolah
Pekerja Kristus (SPK) di berbagai negara, terutama Indonesia. Pada kata
pengantar yang ditulis oleh Joseph, Direktur Internasional TNO di buku
strategi Menjangkau Bangsa-bangsa ini, SPK benar-benar efektif dan
berhasil.
Dalam tulisannya Joseph bercerita tentang seorang gembala yang sangat
berhasil setelah mengikuti program Sekolah Pekerja Kristus.

Sebelum mengikuti SPK, sang gembala tersebut hanya mengembalakan 17
gereja
suku. Namun setelah mengikuti program SPK, dalam waktu tiga tahun ia
mampu
merintis 47 gereja baru dan melatih 114 pekerja kristus baru. Suku
Mindanao,
yang notabene adalah pemeluk Islam adalah laboratorium yang dijadikan
olehnya sebagai tempat menjalankan misi. "Sekolah Pekerja Kristus ini
telah
membuat kami takjub. Sesungguhnya ini adalah sebuah metode yang
diberikan
Allah untuk menjangkau dan memenangkan bangsa-bangsa bagi Yesus. Dalam
lima
tahun terakhir, tim pelatih SPK telah berkeliling ke Indonesia, India,
Muangthai, Vietnam, Burma dan Cina," tulis Joseph.

Menurut Diki Chandra, Sekjen Arimatea, sebuah lembaga bergerak di bidang
advokasi dan imunisasi aqidah, gerakan TNO ini sudah masuk dan melakukan
aksinya di Indonesia. "Jadi sebetulnya, surat yang pernah ditulis oleh
Presiden Aroyo kepada Presiden Bush tentang menegakkan Imperium Kristus
di
Asia Tenggara ini benar adanya," terang Diki Chandra.

Masih menurut Diki, gerakan-gerakan yang dilakukan oleh Kristenisasi
trans-nasional ini adalah gerakan yang rapi, dengan struktur yang kuat
tapi
tersembunyi dan juga memiliki manajemen yang rapi. "Kelompok pelaku
Kristenisasi secara umum bisa kita bagi dua. Protestan menggarap kaum
intelektual dan ekonomi atas, sedangkan Katolik menggarap kaum
pinggiran,
baik mereka yang belum mapan secara ekonomi maupun secara intelektual,"
ujar
Diki pada SABILI.

Selain TNO, gerakan yang tergolong cukup radikal menjalankan aksinya
adalah
Gabungan Pengusaha Injili. Organisasi yang berinduk ke Amerika Serikat
ini
beranggotakan beberapa konglomerat papan atas Indonesia yang sudah tak
asing
lagi di telinga publik. Tidak saja pengusaha tingkat nasional, di
tingkat
daerah dan lokal pun anggota mereka berjumlah ribuan. Gerakan organisasi
ini
di Indonesia dimotori oleh seorang mantan petinggi TNI berpangkat
terakhir
Letnan Jenderal yang memang terkenal militan dan radikal.

Berbagai gerakan di atas belum termasuk pemain-pemain Kristenisasi
berskala
lokal yang tak kalah agresif gerakannya. Sebut saja, empat orang pendeta
yang sudah terkenal sepak terjangnya. Pendeta Yusuf Roni, yang pernah
dipenjara selama enam tahun karena menghina Islam punya gerakan yang
cukup
masif bercover STT Apostolos. Lalu ada pula Bambang Noorsena dengan
Kristen
Ortodoks Syiria yang punya ciri mirip Muslim tersebut. Mereka shalat,
tapi
menghadap ke Timur, mereka berjilbab dan mengaji injil dalam bahasa
Arab.
Ada pula Josias Lengkong dengan STT Kalimatullah yang juga aktif
melakukan
kajian-kajian Islam Kristen dengan maksus-maksud tertentu. Dan ada pula
Pendeta Edy Sapto dengan gerakan Kiai Sadrahnya yang mencoba memurtadkan
kalangan awam dan masyarakat pedesaan.

Ini belum lagi ditambah dengan salah satu kelompok yang bermarkas dalam
nama
besar Lippo. Menurut sumber SABILI, kelompok yang satu ini bahkan
memiliki
sebuah institut untuk pelatihan pemimpin Kristen tingkat Asia Pasifik.
Masih
menurut sumber yang sama, di daerah itu pula setiap pekan tak kurang
dari 40
Muslim dibaptis menjadi domba-domba baru yang siap menjalankan misi dan
mencari domba lain untuk "diselamatkan".

Ada pula proyek Karapan 2004 yang ditujukan untuk etnis Madura dan ada
proyek Rencong 2004 untuk Muslim Aceh. Khusus yang terakhir ini,
gerakan-gerakan mereka mendompleng operasi kemanusiaan yang akan
diterjunkan
ke Aceh saat ini. (Baca: Proyek Murtad untuk Serambi Makkah)
Selain proyek dan program yang bersifat aksi pemurtadan, ada pula proyek
yang bergerak di bidang politik. Proyek Yusuf 2004 namanya. Proyek ini
mengincar posisi RI 1 yang harus diduduki oleh hamba Yesus. Sesuai
namanya,
proyek ini diambil dari kisah Nabi Yusuf yang berhasil menjadi penguasa
di
negeri Asing dan dalam kondisi minoritas. Dalam dokumen-dokumen yang
berhasil dikumpulkan SABILI, proyek ini menyerukan agar seluruh pemeluk
Kristiani untuk bersatu padu memenangkan hamba tuhan menjadi presiden
pada
pemilihan umum 2004 nanti.

Dalam sosialisasi proyeknya, Yusuf 2004 mengatakan bahwa saat ini jumlah
populasi hamba Yesus di negeri ini lebih dari 25% dari total penduduk.
Mereka memperkirakan, kekuatan suara umat Islam pasti akan
terpecah-pecah ke
banyak partai yang ada, termasuk partai-partai Islam yang susah bersatu.
Dengan kondisi seperti itu, dan kemungkinan pemilihan presiden secara
langsung, proyek Yusuf 2004 optimis menuai keberhasilan. Jika ini
terjadi,
nasib umat Islam benar-benar seperti telur di ujung tanduk.
Kristenisasi dan pemurtadan, sungguh ancaman yang nyata. Bukan isu,
bukan
isapan jempol semata. Saat ini memang kita masih bisa bangga menjadi
mayoritas di negeri ini. Tapi, jika tak waspada, apalagi lengah, sebutan
mayoritas hanya tinggal sejarah. Dan umat Islam Indonesia pun, tinggal
menunggu waktu saja. Jangan biarkan ini terjadi!





RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
-----------------------------------------------

Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: 
http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
===============================================

Kirim email ke