Ass,w,wb
Jawaban dari pertanyaan Mak Duta mungkin sekarang kita perlu mengalihkan sepersekian dari harta kekayaan kita yang biasa kita sumbangkan untuk masjid, kenapa sekarang kita tidak memikirkan kehidupan dari saudara-saudara muslim kita yg tidak mampu, kita bina/sekolahkan mereka, kita jauhkan mereka dari lembah kemiskinan. Seandainya mereka mampu kita keluarkan dari kemelaratan Insya Allah anak keturunannya sholeh/sholehah dan terjaga dari keinginan pindah agama hanya krn sesuap nasi..
kalau menuruik Ambo masjid sepi kita tidak bisa hanya karena alasan bahwa semua orang sudah sibuk, pusat informasi alah banyak jadi tidak hanyo masjid nan diharapkan, itu hanyo semua kesalahan dari kita. Kenapa kita tidak mulai menjadikan Masjid sebagai pusat kesibukan sehari-hari selain sekolah. Seperti TPA itu sudah bagus dan sudah berjalan ditempat kita, buat perpustakaan anak-anak, atau buat semacam Playground untuk anak-anak, mungkin satalah anak-anak panek bamain mereka akan masuk keperpustakaan untuk baca buku ini dimulai saat-saat liburan. Dan disaat azan tiba mereka akan ikut sholat bersama.
Kenapa saya katakan dimulai dari anak-anak karena dari kecillah kita mulai mngajarkan kecintaan pada anakuntuk mulai menyukai masjid.
Saya dulu tinggal dekat masjid, yang mana masjidnya sangat padat dengan kegiatan,masjid punya toko untuk kebutuhan sehari-hari spt:gula,susu minyak dll.
setiap seminggu sebelum gajian anak-anak remaja menelpon ibu-ibu yg sudah jadi langganan untuk menanyakan apa saja yg akan mereka pesan untuk bulan itu dan nanti mereka akan mengantarkan pesanan tsb kealamat. Mereka menjual kebutuhan sehari dengan harga sedikit lebih murah dari tempat lain.Masjid tsb punya sebuah vespa dari keuntungan toko untuk mengantar pesanan, Masjid ini memang hanya di kota kecil di Irian jaya. Setiap 6 bulan sekali, atau minimal setahun sekali mereka bikin bazar menjal seconhand/baru pakaian dan semua itu sumbangan dari masyarakat sekitar masjid, dan semua keuntungan dari segala kegiatan itu dipakai untuk perawatan masjid,dan semua itu dilakukan oleh para remaja. mungkin dengan ini bisa menghilangkan kebiasaan masjid menyetop kendaraan dipinggir jalan untuk meminta-minta uang yang kadang jujur saja kita sebagai ummat muslim malu dengan kebiasaan meminta-minta yg sangat mengganggu kelancaran jalan raya.
Maaf Mamak ini hanya menurut pendapat saya maaf kalau ada dari tutur saya yang salah itu hanya dari kekhilafan saya belaka.
wass,
Welly hidayat
dutamardin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Assalaamu'alaikum WW.,
Perjalanan mudik sebulan bulan lalu, sengaja saya sempatkan untuk
meninjau beberapa pesantren dan sholat subuh di berbagai masjid.
Khusus mengenai masjid, apa saya temui jauh dari konsep masjid
seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW. Sebutlah mulai dari masjid di desa Tegallinggah, sebuah pemukiman asli Bali Islam di Kabupaten Buleleng, Surau Kajai di Desa Gadang Gadang Kab. Pariaman, sampai
kepada masjid indah didalam taman yang bernama Masjid Persekutuan
di Kuala Lumpur dan masjid baru jadi Masjid Agung Granada.
Hampir semua masjid yang saya jambangi, miskin kegiatan. Hanya ramai
waktu Jum'atan. Setelah itu masjid itu kosong melompong. Jamaah sholat fardhu sangat sepi, apalagi subuh hanya terisi tidak sampai satu shaf,
kecuali masjid di pesantren Daarut Tauhid di Bandung dan masjid di Pesantren AlZaytun Indramayu yang luber waktu subuh (Tentu penuh, karena
dalam lingkungan pesantren).
Walaupun masjid2 sepi kegiatan, tapi masjid-masjid baru terus bermunculan. Dalam perjalanan dengan bis Jakarta-Bali, entah berapa
puluh panitia masjid yang membuat pembatas dijalan raya, menyodorkan
tangguk jaring, meminta sumbangan. (Bagiku ini sangat memalukan Islam).
Di Maninjau, seorang menteri asal sana membangun dua masjid sekaligus.
Sebuah di Bayua dan sebuah lagi masjid raya dipinggir danau.
Memang Rasulullah dalam satu hadis menjanjikan rumah disurga bagi siapa yang membangun masjid. Tentu masjid yang dimaksud Rasul adalah masjid
yang membawa manfaat bagi umat disekitarnya. Bukan masjid yang kosong
melompong, sepi kegiatan, bahkan ada yang sudah tak terdengar azan lagi disana.
Saya melihat, umumnya masjid saat ini adalah hanya sekedar monumen,
ketimbang pusat kegiatan masyarakat yang mampu memberdayakan masyarakat sekitarnya. Apakah saudara-saudaraku akan menambah lagi monumen2 bisu itu?
Apakah anda bisa membayangkan, kalau biaya masjid raya di Maninjau itu
dialihkan dananya untuk membangun sekolah. Berapa sekolah yang bisa
dihasilkan? Walaa tatafakkarun? Afala ta'qilun?
Salam dari Herndon, Virginia USA
Dutamardin Umar
RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
-----------------------------------------------
Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke:
http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
===============================================
Welly Hidayat
~~~~~~~~~~~~~
There is Only One Earth, Our House, Our Responsibility..
Save Our Mother Earth...
Do you Yahoo!?
Yahoo! SiteBuilder - Free, easy-to-use web site design software

