Assalamu;alaikum wr. wb.
Imbauan kanda Darwin Bahar sangat mengena sekali, mudah-mudahan
urang minang lai banyak nan bapaikia sarupo iko.
Namun ado juo dunsanak nan labiah suko maniru intifada, antah apo kok sabanyo,
nan marisaukan justru sokongan moral dek dunsanak lain ateh karajo liau tu.
Salam
 
SBN
-------------------
abpiliang:
 
Assalamaualaikum ww
-------deleted-------------------
Baliak kapangka kaji, apo iyo indak buliah urang awak sebagaimana "Asmar"
menjadi anggota organisasi Islam garis keras seperti Lasykar Jihad, Front
Pembela Islam, Jama'ah Islamiyah, Lasykar Jundullah, Majelis Mujahidin
Indonesia, Barisan Pemuda Anshor,  Lasykar Hizbullah atau bahkan Mujahidin
Qhalk sekalipun?

Kok indak buliah dek apak2, indak molah, nan urang ka basugiro juo masuk ka
kiun, sia nan kamanagahan ? Icak2 piciangkan  bagailah mato, pabia men lah
anak2 mudo kito sato sakaki, gan salamo go di dominasi dek ikhwan2 dari
tanah Jao, kok nak sato anak mudo kito tu ka Poso, Ambon, Maluku, Moro,
Afgan dll, ka ba-a lai, tu mah dikampuang ano ka manganggur juo nyo,
talabiah dek sasulik bana mandapek lowongan karajo dimano nan tampak
hanyolah PHK demi PHK

Lihat tuh, Laskar Jundullah yang disahkan oleh "Kongres Umat Islam Sulawesi
Selatan I" (tanyato urang awak nan ABS_SBK lah katinggalan kureta jo urang
Bugih dan Jao) di-asrama haji Sudiang Makasar menelorkan sikap tegas
terhadap kemaksiatan dan sangat peduli dengan nasib kaum Muslimin yang
tertindas, mereka siap melaksanakan aktifitas sosial, menyalurkan bantuan
bencana alam dan pengungsi daerah2 konflik, siap diterjunkan kedaerah rawan
gejolak, memberantas dan membumi hanguskan rumah2 bordil, miras dan judi
yang dibekingi oknum tertentu yang kebal hukum, membela umat dari intervensi
dan pemurtadan oleh misionaris salibis bahkan siap mati syahid dimana saja

So kalau dalam aksinya kadang2 ada beberapa korban tak berdosa, yaaa .... ka
ba-a lai mungkin itu indak basingajo .........

So, ba-a kini?
Kok indak lanteh angan awak mengikuti gerak mereka nan agresif dinamis tu,
sakurang2 no mari kito indak sato lo menyudutkan mereka, kakok men lah
karajo surang2 talabiah dek awak2 nan lah tuo2 go, lai bana ado sumangaik,
kok lutuik kan lah guyah, kudo2 lah rapuah, lah mandateh sagalo pasandian,
lah mandanyuik sagalo pa-ulesan, ka ba-a pulo li, kok bukik tu mah lah
tenggi raso no ka-didaki, lurah lah dalam ka-dituruni, iyooo di-pabanyak men
lah istighfar jo doa, bia lah kok itu no nan ka bisa kito sumbangkan, kan
lah jadih juo tu

wasalam
abpiliang
-------------------------------------------------------------------------------
-----Original Message-----
From: uda yoel [
mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Thursday, August 14, 2003 4:10 PM
To:
[EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [RantauNet.Com] ASTAGA...DIA ORANG KAMPUNGKU....... Asmar lati
sani , asal Malalo Sumbar

Kalau urang kampuang baa? apo ndak buliah urang awak ikut JI.atau
teroris??payah juo mencegahnyo kan?sia nan bisa?  kalo resikonyo yo tanggung
sendiri, and yang batua dan salah itu alun tantu,,mungkin inyo nan batua
atau awak nan batuo,,Allahuaalamm.. karano iman kito tuhan nan tahu,,,

Wassalam
yoel
 
----- Original Message -----
From: "Darwin Bahar" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, September 17, 2003 7:24 PM
Subject: [RantauNet.Com] Mempersempit Ruang Bagi Para Teroris Secara Moral

> Serangan Bom para teroris membuat hidup seakan-akan sebuah lotere. Siapa
> yang berani menjamin bahwa dirinya suatu saat tidak berada di tempat
> yang menjadi lokasi serangan para teroris yang ia sama sekali tidak ada
> urusan dengan pelaku, "musuh" si pelaku dan apa yang "diperjuangkan" si
> pelaku.
>
> Keadaan ini jelas menakutkan, sekaligus membuat marah dan menimbulkan
> semangat perlawanan masyarakat, perlawanan yang diam.
>
> Yang terakhir ini terlihat sekali dalam peristiwa Bom Marriott, di mana
> segenap lapisan masyrarkat tampak marah sekali kepada pelakunya.
> Misalnya--- sebagaimana yang ditayangkan sebuah TV swasta---rekan sesama
> sopir taksi Mendiang Eddy yang dengan menangis dan marah mengutuk dan
> memohon agar pelakunya dilaknat Allah SWT, sedikit banyaknya pasti akan
> mempengaruhi mental para pelaku dan/atau "actor intelectualnya". Idem
> ditto keinginan masyarakat di sekitar Hotel Marriott yang ingin
> melakukan tahlilan bagi korban di lokasi pemboman. Suasana marah juga
> terasa di radio-radio niaga swasta. Tidak sedikit pendengar yang meminta
> lagu yang dipersembahkan kepada para korban pengeboman.
>
> Tambahan pula sekalipun marah dan khawatir akan terjadi pemboman
> susulan, secara umum peristiwa bom Marriott tidak terlalu mempengaruhi
> aktivitas masyarakat. Kesan itu tampak ketika saya harus berangkat untuk
> bertugas ke Sulawesi Selatan selama sepekan tanggal 10 Agustus yang
> lalu, selang beberapa hari setelah peristiwa bom Marriott. Walaupun
> bandara merupakan tempat yang rawan terhadap serangan susulan dari para
> pelaku yang konon masih mempunyai stok bahan pembunuh tersebut secara
> berlimpah, tidak menyebabkan orang mengurungkan rencananya untuk
> bepergian. Bandara Sukarno-Hatta tetap berjubel seperti biasa. Walaupun
> terlihat lebih waspada, petugas keamanan tidak terlihat mengambil
> tindakan yang berlebihan Seluruh tempat duduk di pesawat yang saya
> tumpangi ke Makasar juga penuh seperti biasa..
>
> Para pembunuh berdarah dingin pelaku Bom Bali mungkin bisa "berbangga"
> akan "hasil" yang diperolehnya. Tetapi tidak pelaku bom Marriott.
>
> Terorisme bisa diperangi dengan (1) walaupun agak klise---mencari akar
> permaslaahan (2) Meningkatkan profesionalisme aparat keamanan /
> intelejen negara dan (3) Memepersempit ruang moral bagi pelaku
> terorisme.
>
> Masyarakat, termasuk ummat Islam sudah melakukannya. Tinggal mereka yang
> menamakan dirinya "pemimpin ummat". Mengutuk terorisme sudah semestinya,
> tetapi jelas tidak cukup. Harus ada tindakan nyata. Misalnya dengan
> melalui kampanye sistematis ke dalam melalui khutbah-khutbah Jumat.
> Mencak-mencak menyanggah temuan aparat di lapangan bahwa para pelaku
> adalah jaringan "JI" atau mereka yang merasa "memperjuangkan Islam"
> jelas jauh dari pada bijak. Sementara mengembangkan "teori konspirasi"
> akan lebih banyak menipu diri sendiri.
>
> Islam tidak perlu dan tidak patut dibela dengan cara demikian. Islam
> yang waktu ini dianut oleh lebih kurang 1,2 miliar penduduk bumi terlalu
> besar dan agung untuk dicemarkan oleh cecunguk-cecunguk semacam Amrozi,
> atau oleh siapapun.
>
> Mudah-mudahan mereka sadar bahwa berapa banyakpun aksi pengeboman yang
> berhasil mereka lakukan, dan berapa banyaknya orang yang bisa  mereka
> bunuh melalui aksi-aksi teror---walaupun dilakukan "atas nama Islam"---
> mereka tidak akan pernah berhasil memenangkan perperangan yang mereka
> gelar. Apalagi---frankly speaking---kalau "musuh" yang hendak mereka
> kalahkan itu sebuah negara adidaya yang bernama Amerika Serikat
>
> Kecuali korban, korban dan korban sia-sia yang terus berjatuhan di
> kalangan orang-orang yang tidak bersalah
>
> (Lalu saya teringat ungkapan kemarahan ulama karismatik KH Alawi
> Muhammad atas jatuhnya empat korban jiwa di kalangan pengunjuk rasa yang
> menentang pembangunan waduk Nipah di Pulau Madura sekitar 10 tahun yang
> lalu akibat kekerasan yang dilakukan aparat keamanan: "Nyawa satu orang
> manusia tidak dapat ditukar dengan empat pulau Madura!")
>
> Tidakkah kalian takut akan murka dan azab Tuhan yang Maha Adil atas
> perbuatan kejam yang kalian lalukan tersebut, kalau Anda-Anda
> sungguh-sungguh merupakan orang-orang  Islam?
>
> Salam, Darwin
>
>
>
> RantauNet
http://www.rantaunet.com
> Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
> -----------------------------------------------
>
> Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke:
>
http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
> ===============================================
>

Kirim email ke