-----Original Message----- From: Arman Bahar Sent: Sunday, August 24, 2003 6:45 AM To: '[EMAIL PROTECTED]' Subject: RE: [RantauNet.Com] Dari Wahabi ke Padri Assalamualaikum ww
Iyesss, I love Wahabi, ahh.... betapa daku memimpikan Wahabi & Padri bangkit dimana2, tidak hanya menebas jari2 telunjuk yang menjorok melewati lutut ketika sedang duduk tahyat, tapi juga menyadarkan umat bahwa adu jawi, adu kabau, adu puyuah, adu balam, adu ayam, adu cingkariak, adu urang, saroman nan dipabuek umaik di-nagori awak ko adalah salah. Baitu pulo tradisi hindu budha yang diberi berjaket Islam dek urang awak seperti ma-nigo ari-manujuah ari-man-duo kali tujuah-ampek puluah ari-saratuih ari maupun manyaribu hari peringatan kematian simayit adalah juga nggak benar dan harus ada hendaknya para Wahabist mengontrol hingga kepelosok2 jorong dan nagari Ah... kapan yaa, polisi Wahabi dimasjidil haram "marotani" pungguang urang2 Pakistan / Banglades (timur umumnya) atau siapa saja yang bersigayut di ka'bah sambil meng-gosok2an kain ihram-nya sambil menangis meraung2 di-dinding ka'bah bahkan ada pula yang tega2nya menggunting kiswah kain penutup ka'bah itu yang kata-nya sih buat kenang2an tando lah sampai ka-ka'bah bahkan dek rang kampuang mak malin potongan kain kiswah ka'bah tu dijadikan jimaik nan labiah kareh dan santiang daripado kasiak tujuah muaro ataupun gasiang tangkurak Saya juga senang kalau kuburan2 dinagori awak yang ditembok dihiyas dengan porselin bak kuburan cino bahkan bapaga basi tamasuak kuburan2 kiramaik yang penuh asok kumayan tampek urang kampuang mak malin ma-mintak enteng jodoh, murah razaki, capek naiak pangkek, lulus tes masuak pagawai, bisa jadi anggota dewan, mintak nomor buntuik, mintak ilimu basi, mintak ilimu palunak-an ati padusi dll pokoknya semua kuburan tampek urang kampuang mak Malin pai "banaza dan baniaik" tamasuak semua kubur yang tingginya lebih sejengkal dari muka tanah agar digaledor saja oleh petugas pemda / PU yang Wahabisme Oh yaa ... ditompek mak malin bakarojo, soal marokok iyo bana sangaik Wahabi, pegawai yang melanggar ketentuan ini seperti merokok didalam kantor, dalam kenderaan seperti bus, mobil kerja dan pesawat terbang, fasilitas publik seperti rumah sakit, terminal bus, bowling alley, sanggar karyawan, staff club, commisary, fasiltas2 produksi, shop/ bengkel2 kerja dll. dikenakan tindakan diciplinary action yang sangat keras, disini merokok hanya di-izinkan ditempat2 yang di-izinkan untuk itu yaitu ruang terbuka, hal ini sesuai benar dengan prinsip Wahabi bahwa merokok adalah Haram bukan hanya sekedar makruh sebagaimana dipertahankan oleh mereka2 yang non Wahabi yang suka memelintir2 nash itu asal candu marokok terpenuhi (makan patai & jariang ba-a lah kolah manuruik faham Wahabi?) Ambo sasuai bona jo Wahabi yang mengatokan wuduk batal bila bersentuhan dengan non muhrim, arati no kok taruih juo awak sumbayang tanpa mengulangi berwuduk maka sholat tidak sah, yang menurut non Wahabi yang dimaksud bersentuhan itu adalah bersenggolan dengan nafsu, bahkan ada juga faham lain yang memaknakan bersentuhan itu adalah "bersatu tubuh" eh.... maaf, jadi sholatnya boleh lanjut kalok cuman bersenggolan jangek tanpa feeling nglove walaupun nyenggolnya disengaja pokoknya asal nggak nepsong, iya orak opo2, kecek 'e Senang sekali mendengar lasykar2 FPI-Front Pembela Islam bak pasukan Padri Wahabi memporak porandakan rumah2 bordil, tempat2 judi, agen2 buntuik, kios2 miras & narkoba, sarang2 pereman tuak, tempat2 perselingkuhan dan indehoi2an ditaman rekreasi, diskotik dll. pokoknya yang berbau maksiat dilibas habis, termasuk cukong2 dan beking-nya yang telah merasa kebal hukum, ah.... senang aku mendengar dan bersyukur mereka dititisi semangat2 Wahabi, mudah2an melalui mereka "wibawa" agama kita naik tidak seperti sekarang selalu tidak dipandang sebelah mata pun oleh orang lain termasuk pemerintah yang sekuler ini Aku senang Inul gemetar ketakutan hingga batal datang ke Pekanbaru karena telah ditunggu dibandara oleh ribuan massa pemuda mahasiswa Islam yang bergandeng tangan dengan Lasykar Melayu Riau Bersatu, pokoknya mereka nggak sudi bumi melayu yang agamis ini dikotori si Inul, walaupun si ratu ngebor itu telah diundang oleh parpol yang kuat berduit yang massa pemudanya suka beringas2 itu, dan ternyata laskar wahabisme Pekanbaru nggak takut dan siap menghadapi apapun, pokoknya "Inul no way......." teriak mereka Mak Malin ada juga bila waktu luang mampir kemarkas FPI yang Wahabisme itu dikota Duri Riau terlebih beberapa ikhwan pengurus intinya rekan mak Malin wakatu sikola saisuak, minimum mak Malin bisa sharing info tamasuak agar para ikhwan ini memprioritaskan pengawasan terhadap para "gembala yesus salibis" yang sedang men-cari2 peluang memurtadkan umaik Islam nan bangsaik2 akibat tekanan ekonomi maupun lewat memacari dan mengawini gadis2 muslim yang lugu dan kurang pengawasan ortu dan tak kurang dunsanak kito urang Sakai yang subetnis Minangkabau Pagaruyuang yang masih terkebelakang dalam banyak hal, termasuk memantau perusahan2 atau badan2 pemerintah yang yang berani menolak pelayanan terhadap wanita muslimah berjilbab Last but not least, mak Malin akan senang sekali bila ada PWI - Partai Wahabi Indonesia manang pemilu 2004 bisuak ko, yang dengan PWI itu agenda reformasi bisa berjalan, karuptor diadili sebagaimana yang sudah dicontohkan menteri kehutanan saisuak Hidayat Nur Wakhid menjebloskan Bob Hasan yang "tukang kayu" itu ke Nusa Kambangan, pejabat yang status quo akan dirumahkan untuk pengusutan, "lah jadih tu awa-ang jadi pejabat negara yang telah sukses ma-mularaik-an rakyat", PWI akan mengembalikan uang negara yang sudah diciluik dek para pejabat korup, PWI akan me-recall dan merumahkan para wakil rakyat yang menerima ampolop mani pulitik dari kepala negara, menteri, gubernur, bupati dan wali kota dll Partai Wahabi Indonesia akan mengadili para konglomerat bermasalah, PWI akan memberi peringatan keras Parpol Islam yang telah me-micing2kan mata pura2 tidak lihat maksiat, korupsi, kkn yang bersileweran dimuko hiduangnyo, PWI akan menurunkan tarif dasar listrik, bbm dan telepon, membebaskan uang sikola dan uang kuliah, PWI akan menerapkan Zakat Infaq Sadaqoh dikelola negara dan disalurkan 100% untuk rakyat yang duafa bahkan Mak Malin yang kebetulan jadi Ketua Umum Partai Wahabi ini akan memakmurkan para pensiunan baik sipil, Abri, BUMN dan swasta hidup tenang dihari tua bahkan yang beragama Islam dibiayai untuk ber-Haji ka Makkah al Muqaramah buliah nan tampak dek mato kapalo ba-a bana Islam nan sabana no dipusat no di Masjidil Haram wasalam makmalin presiden partai wahabi indonesia -----Original Message----- From: Nofendri T. Lare [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Wednesday, August 20, 2003 5:58 PM To: Palanta; KaSuRau Subject: [RantauNet.Com] Dari Wahabi ke Padri http://www.gatra.com/artikel.php?pil=23&id=27686 SEBUTAN gerakan Wahabi diambil nama dari pelopornya, Muhammad bin Abdul Wahhab (1703-1787). Tokoh kelahiran Nejd di Saudi Timur itu lantang menegaskan bahwa Islam yang otentik adalah model Islam pada zaman Nabi dan para sahabatnya. Kala itu, kaum muslimin hidup berpegang pada Al-Quran dan hadis, tanpa intervensi akal atau ijtihad terhadap Al-Quran. Mereka inilah yang disebut kaum Salafi............... Herry Mohammad [Buku, GATRA, Nomor 24 Beredar Senin 28 April 2003] RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php ----------------------------------------------- Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php ===============================================

