|
Cysca,
Jika Anda mau ngomong soal perpustakaan dan minat
baca di Sumbar, saya mungkin orang yang paling tepat untuk Anda ajak ngobrol.
Tidak untuk menonjolkan diri, tapi ini sepotong sejarah perkembangan
perpustakaan di kampung kita ini, karena saya adalah orang yang pertama kali
merintis pembukaan perpustakaan sekolah di Sumbar, dan salah satu dari beberapa
orang di Indonesia yang dipersiapkan oleh Pusat Pembinaaan Perpustakaan Dep. P
dan K (cikalbakalnya Perpustakaan Nasional sekarang) dengan bantuan dari Unesco
dan UNDP pada tahun 1975. Jika Anda ingin menguji kebenaran boasting saya ini,
tanya guru SD atau petugas perpustakaan SLTP/SM di suatu kampung atau kota
di Sumbar yang saat ini berusia sekitar 50-an tahun, ia pasti mengenal
Sjamsir Alam sebagai pembina perpustakaan sekolah.
Saya sudah kenyang selama 24 tahun bergelut di
bidang pembinaan perpustakaan sekolah dan pembinaan minat baca sebelum saya
pensiun 1997 dan sampai sekarang saya masih mengabdirikan diri saya ke dunia ini
melalui kegiatan ikut goro mengajar di Program D2 Jur. Perpustakaan, Arsip dan
Dokumentasi, Fak. Adab, IAIN Imam Bonjol (saya gunakan istilah "goro", karena
imbalan finansial dari sini, sama tahulah, PT negeri), dan masih ikut menatar
pustakawan sekolah dalam kegiatan proyek penataran di Dinas Diknas Sumbar sampai
tahun anggaran kemarin.
Mendirikan perpustakaan tidak cukup dengan
menyediakan seonggok buku dan media komunikasi lainnya. Diperlukan tempat dan
SDM yang akan mengurus perpustakaan ini, disamping duit. Walau Anda membawa
segudang buku tapi Anda atau masyarakat kampung Anda tidak mampu menyediakan
tiga komponen lainnya itu, ya, nggak bakalan jadi tuh usaha Anda. Masalah
sebagian besar anak harus bekerja membantu orang tua sepulang atau sebelum pergi
sekolah, tidak problem. Sepanjang mereka sudah tahu bahwa perpustakaan Anda
menyediakan bacaan yang mereka gandrungi, slow but sure, perpustakaan Anda pasti
mereka kerubuti.
Jika Anda mengeluhkan perhatian pemerintah, keluhan
Anda sudah lagu klasik. Keluhan Anda tidak bakalan punya arti apa-apa, kecuali
kalau Anda kelak pulang dan jadi decision maker di Sumbar ini. Itupun belum
jaminan, karena biasanya pada saat itu fikiran Anda diselimuti oleh sejuta
masalah lainnya yang lebih penting dari sekedar sebuah masalah perpustakaan dan
minat baca. Saya sudah melihat ribuan pemuda idealis seperti Anda di rantau
orang ini, tapi tetap tidak mau bergelimang kesusahan di kampung sendiri, karena
hidup di Amerika, Kanada, Jerman, atau Belanda atau negara lebih maju lainnya
jauh lebih enak, dan mereka tidak berbuat sesuatu yang sangat berarti dan
applicable untuk kampung yang dicercanya, apalagi untuk dunia perpustakaan dan
minat baca. Ingat, membawa pulang segenggam buku pada saat pulang kampung saja,
belum berati apa-apa. Perlu usaha yang lebih strategis dan
aplikatif.
Salam,
mak Sati (66->67)
|
- Re: [RantauNet.Com] Mohon Info ttg Perpustakaan.. Cysca
- Re: [RantauNet.Com] Mohon Info ttg Perpustakaan.. Rahima
- Re: [RantauNet.Com] Mohon Info ttg Perpustakaan.. Cysca
- Re: [RantauNet.Com] Minat Baca Rahima
- Re: [RantauNet.Com] Minat Baca Cysca
- [RantauNet.Com] INPEX Foundation Scho... uda yoel
- [RantauNet.Com] PT BANK MANDIRI (PERS... uda yoel
- Re: [RantauNet.Com] Minat Baca Sjamsir Alam
- [RantauNet.Com] Minat Baca Darul Makmur
- Re: [RantauNet.Com] Minat Baca Sjamsir Alam
- Re: [RantauNet.Com] Mohon Info ttg Perpustakaa... Sjamsir Alam
- Re: [RantauNet.Com] Mohon Info ttg Perpust... Cysca
- Re: [RantauNet.Com] Mohon Info ttg Pe... dino . shm
- Re: [RantauNet.Com] Mohon Info ttg Pe... Cysca
- Re: [RantauNet.Com] Mohon Info ttg Pe... dino . shm
- Re: [RantauNet.Com] Mohon Info ttg Pe... Cysca
- Re: [RantauNet.Com] Mohon Info ttg Pe... -- (*o*) --
- Re: [RantauNet.Com] Mohon Info ttg Pe... Cysca
- Re: [RantauNet.Com] Mohon Info ttg Pe... dino . shm
- [RantauNet.Com] Ingat, Nanti Malam Pu... uda yoel
- Re: [RantauNet.Com] Ingat, Nanti Mala... Rahmat Maliyar

