Assalamulaikum Ww.
Disini, dinegeriku ini, yang mayoritas Islam, tapi masih banyak yang alergi membicarakan apalagi menetrapkan syariat Islam. Dan termasuk yang katanya panutan golong Islam terbesar di negeri ini.
Yang terkenal disini adalah orang yang pintar membalikkan kebenaran jadi senjata pembenaran kemauaannya.
Sepahit apapun, kebenaran harus selalu diperjuangkan, sebagai orang Islam, kebenaran adalah kebenaran Allah swt.
Pahit tapi mungkin karena kenyataan sampai saat ini, negara yang berdasarkan ketuhanan, amburadul dan negara yang berdasarkan kemanusiaan jaya, katanya, walhualam bissawab.
Yang ikut berfikir, walau berkutik dalam kebodohan.
Wass. Ww
DM
Muhammad Dafiq Saib <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Muhammad Dafiq Saib <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Assalamu'alaikum wr.wb.,Kalau hukum tidak dikawal (kata orang Malaysia), dianya tidak akan berkuat kuasa. Jadilah dia semacam macan ompong. Jadi harus dikawal. Harus dipaksakan. Harus ditegakkan. Bagaimana menegakkannya? Dengan teori siapa mau ditegakkan? Dengan pendapat siapa mau dijalankan? Itu yang jadi masalah.Kalau dengan cara 'hak azazi ala barat' ya seperti itu, seorang ibu yang melarang anaknya bersamen leven dengan laki-laki lain malahan jadi terpidana, jadi tertuduh, jadi yang dikenai sangsi.Kalau mau dipakai ala Jepang, jangan coba-coba mengganggu gugat orang yang tiap malam pulang mabuk sesudah menenggak sake, selama dia tidak menabrak orang dijalan kalau dia masih menyetir pulang.Kalau mau dipakai cara Indonesia ya itu lagi. Boleh ditawar-tawar. Semuanya konon serba praduga tak bersalah. Sudah jelas-jelas di hamboknya uang rakyat, tapi karena tidak 'terbukti' secara hukum, karena dia pandai, karena pengacaranya pandai membuktikan lain, ya jangan coba-coba. Maka dia aman tenteram karta raharja saja.Jadi terserahlah.Hanya kalau mau menoleh, agak sedikit, tanpa prasangka, tanpa ketakutan yang tidak beralasan, tanpa berniat ngeyel, coba balik-balik pula al Quran. Mau hukum yang mana yang akan dibahas. Al Quran, yang laa raiba fiihi (tidak ada keragu-raguan di dalamnya), ada juga sedikit sebanyak bercerita tentang hukum. Tapi sayangnya, orang kan alergi saja. Orang kan takut saja. Orang kan langsung tidak percaya saja. Orang nanti merasa macam-macam saja. Orang jadi mencap barbar saja.Saya mau memilih yang mana? Saya memilih takut akan hukum dan hukuman Allah.Wassalamu'alaikum wr.wb.,Lembang Alam
Do you Yahoo!?
Yahoo! SiteBuilder - Free, easy-to-use web site design software

