Assalmaulaikum Ww
Terima kasih atas penjelasannya. Kalau alam yang berobah itu saya sangat setuju. Tapi yang disebut Tuhan disini tentu Allah swt dan firmanNya. Sebab menurut saya dua yang terakhir ini yang tidak berubah.
Wass. Ww
DM
SBN <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
SBN <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Walaikum salam wr. wb.Lihat saja bumi tempat kita berpijak, tanyolah mak Lembang kapan timbulnya minyak yang jadi rebutan sekarang, apa pada masa sekunder atau tersier. Begitu pula kebudayaan manusia, semuanya mengalami paling tidak tigo fase. Fase mitologi seperti aborigin dan animisme, fase ontologi seperti zaman raja-raja feodal eropa, fase fungsional, sejak revolusi industri sampai milenium ketiga sekarang ini. Pada suatu bangsa ketiga fase sering bercampur karena ada sebagian masyarakatnya berubah lebih cepat dibanding yang lain. Kalau melihat sejarah, maka fase mitologi ini sangat mendominasi peradaban manusia sejak dari masa Neanderthal (mungkin zaman Adam dan Nuh) sampai ke Ibrahim. Kelengkapan yang dibawa Muhammad SAW justru pengentasan total dari mitologi dan ontologi bahkan langsung ke fungsional, karena itu Islam menjadi wacana yang sangat kuat pada waktu itu, seharusnya juga sekarang. Sayangnya sekarang ditutupi oleh pemujaan skriptual dan semangat marti yang berlebihan. Semangat martir sebenarnya punya akar dalam kebudayaan fase mitologi yaitu kemauan untuk berkurban atau mempersembahkan kurban untuk penguasa transendental, sekarang mentranfomasi jadi bom bunuh diri.Kembali ke pertanyaan St Parpatiah, yang namanya alam termasuk dunia ini semuanya berubah, yang pasti tidak berubah ialah Tuhan (silahkan pelajari Asmaul Husna). Kalau mengingkari perubahan alam artinya mengikuti syirik, karena yang tidak berubah itu hanyalah Allah SWT.Kok Tan Parpatiah paralu bacaan, mungkin doens Evi Gamut bisa mambantu.SalmSBN
Do you Yahoo!?
Yahoo! SiteBuilder - Free, easy-to-use web site design software

