Cysca <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Secara logika satu buah bis sanggup mengangkut > 25 penumpang.
Sedangkan satu mobil di Jakarta pada jam kerja hanya diisi oleh 1-2 orang.Jadi, jika 25 pengendara mobil pribadi itu semuanya ada di sebuah bis, maka 25 knalpot hanya digantikan oleh sebuah knalpot bis.
Secara matematis nih ye. Tapi kalau knalpot satu bis solar polutannya sama dengan 13 kenpri kan ruas kanan sama dengan ruas kiri juga tuh.
Berapa juta jumlah kendaraan di Jakarta pada jam sibuk ?
Berapa juta knalpot bisa tidak kita hirup karena semua kendaraan pribadi itu istirahat di rumah dan hanya digantikan oleh bis-bis tersebut.
Yang berapa juta, wah pokoke memang tak terhitung. Tapi kalau di depan kantor saya (Jl Sudirman Jkt) misalnya hanya bis yang boleh lewat. Alamat biar sampai atapnya bisnya ada penumpang nggak cukup juga. Mau tahu coba lihat jam 5 sore setiap hari kerja. Jadi ketersediaan angkutan umum yang menyenangkan itu yang juuuuaaaaaaaaauuuuuuuuuh buuuaaannngggggggattt
Ada pengurangan polusi yang signifikan kan di sana ?
tul
Tetapi, Kalau bicara bahwa kendaraan umum ternyata merupakan penyebar polusi yang lebih besar, ini bicara soal teknis penyelenggaraan KIR yang kacau luar biasa.
Saya juga sdh lama bertanya, apa gunanya kir kenum ya, apa hanya bayar dibawah mejanya yang penting. Negara mu tuh. My country as well.
Kantor Kementrian LH dengan statusnya, tidak bisa seenak perutnya mengodok2 pekerjaan lembaga lain. Mereka juga bukan departemen.
Apa perlu tenaga demo ke Dept lain, tinggal minta saja.
Yang ada paling2 lobby2 dan konsolidasi saja. Lalu ada program langit biru, prokasih, dll.
Mereka hanya baru bisa itu.
Yah semua kita tahu, Ina penuh kertas kerja dan kertas seminar. Tapi penetrapannya nggak atau hampir nggak pernah. Gimana supaya aplikatif ya?
Kembali ke masalah KIR,, sedang digodok peraturan kebijakan baru oleh lembaga yang berwenang.
Bagus, tapi lebih cantik lagi, kalau bisa dilaksanakan. Jangan ada peraturan tapi ngaak ada juknis en juklak, katanya percuma atuh.
Bicara law enforcement, semoga kita semua sebagai end-user juga ikut menjalankan kebijakan hukum ini dengan sebaik-baiknya.
Kadang memang kita lihat dinegara taat hukum indah jika hukum itu dihormati (Spore, Jepun, Hkg dll). Tapi di negaraku yang taat hukum malah kerjaan nggak jalan. Mau tahu coba urus surat2 di dept. tanpa uang dibawah meja ......... weleh nasibmu rek.
Mungkin di sini ada pejabat organda, dllajr, dan pengusaha kopaja atau mikrolet. Mereka lah yang paling bertanggung jawab dan yang paling bisa menjawab pertanyaan anda seharusnya.
Dah banyak yang bersuara sama, tapi seperti angin lalu tuh. Aku ingin bertanya lagi kalau boleh nih, Apa kiatnya supaya aparat kita patuh hukum, terutama penegak hukum? Aku mau bandingkan sedikit ya.
Di rantraunya sanak e dan Arfian, Yokohama, ditahun 80 an, ada ibuk2 kehilangan payung di super market, lapor polisi, eh dalam kurang sejam kok payung tsb bisa ditemukan polisi di kapal nan berawk Philipine.
Di negaramu (juga aku), anak saya mencoba menelepon kantor resor polisi Ciracas, beberapa menit sesudah mobil kijang kapsul saya digasak maling dari garase. Jawaban polisi jaga: "besok saja lapor sini", bukannya berusaha menutup jalan didepan kantornya yang tempat kabur mobil tsb. Besoknya sewaktu lapor, karena tahu mobil diasuransikan, harus bayar 250rb rp. Coba pajak yang saya bayar ratusan rb rp setiap bulan nggak ada artinya.
Eh kok ngelantur ........... habis C menjawab satu pertanyaan dengan suatu cerpen juga. Maafin kalau salah kata.
Apakah anda sudah buang sampah di tempatnya ?
Boleh saya cerita lagi: saya sangat terharu melihat seorang anak yang mengikuti ibunya di Super market di Akita dulu. Dimana langkahnya masih terbta-bata (4 @ 5 Th), sehingga tertinggal dari ibunya jang jalan duluan. Eh sianak sempat-sempatnya memungut sampah yang dicecerkan orang lain dilantai dan membuangnya ke tempat sampah. Tapi dinaramu (eh negara saya juga) tong sampah sepanjang jalan. Orang seenaknya saja buang sampah dari kendaraan mewah kejalan, terutama karcis tol. hhhhhhhhhhaaaaaaaaaaa kepanjangan lagi.
Sekali lagi maafin ya.
Eh gimana ya kalau seandainya kita bicara fokus atu-atu. Saya pingin sarankan C jadi moderator bilik sosbud, berani nggak? Bagaimana Rahima dan Ce Cille dukung nggak?
Do you Yahoo!?
Yahoo! SiteBuilder - Free, easy-to-use web site design software

