Mohon
hindarilah penggunaan kata-kata "Islam kambing congek" apa maksudnya ini?. Hanya
menimbulkan pertengkaran yang tidak bermanfaat. Handaklah menahan diri dalam
berkata-kata, mohon maaf. Sanak Sehan, saat seseorang mengaku beragama Islam,
hanya ketulusanlah seseorang dalam menjalankan perintah Tuhannya. Bukan berarti
orang itu memakan bulat-bulat ayat-ayat tersebut. Ada ayat-ayat yang jelas
maknanya dan ada yang tidak (Mutasyabihat). Yang tidak itulah yang butuh
penafsiran. Dan yang tidak itu harus mengacu pada ayat yang jelas
(Muhkamat) Tapi kalau ayat yang jelas maknanya ditafsir aneh-aneh menurut
kehendak hawa nafsu kita dan tidak sesuai dg tata Bahasa Arab, ya jadi rancu,
dan pasti menimbukan pertentangan. Mak Lembang kama sajo yo? Indak tadanga
suaronyo doh!
Lebih
atau kurangnya mohon dimaafkan.
-----Original
Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]On Behalf Of S.Sehan
Sent: 28 September 2003 0:05
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [RantauNet.Com] Jilbab itu Wajib,tak perlu penafsiran lagi.
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]On Behalf Of S.Sehan
Sent: 28 September 2003 0:05
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [RantauNet.Com] Jilbab itu Wajib,tak perlu penafsiran lagi.
Adakah sesuatu yg tak butuh interpretasi untuk meresponnya. dalam bentuk paling dangkal pun bahsa sebenarnya adalah sebuah media interpretasi thd makna. apa yg dimaksud tak perlu interpretasi daam pernyataan rahima di bawah ini. seluruh hal perlu diinterpretasikan. itulah gunanya ilmu. org berilmu inilah yg disebut ulama. danilmu itu bukan hanya menamatkan kitab2 atau menghapal al quran atau menghapal riwayat iar nabi. inila kelemahan "pendidikan agama". membuat mereka seperti pake kaca mata kuda. menganggap ilmu yg diamiliki adalah induk dari segala ilmu dan ilmu lain harus tunduk kepada pa2 yg mereka ketahui. inilah yg membuat islam jadi kambing congek selama ber abad2 dalam percaturan peradaban.bagaimana mau memahami dan mengerti kalau tak punya rujukan berbagai ilmu. jadi "ulama2" seperti ini tak layak menggurui. tapi cocok menjadi kitab2 berjalan.jangan pula saya dikira lupa bahwa dalam memahami gama ada bats2an dan ada rambu2nya. tapi bukankah hanya kebenaran sahajalah yg bersifat kekal dan tak berubah? dan jangan pula merasa bahwa hanya apa yg kita ketahui sajalah satu2nya jalan utk memahami dan menuju kebenaran itu. bahklan org yg tahu lebih banyak pun tak merasa paling benar. tak ada satupun ulama yg sukses membina umatnya jika tak punya banyak pengetahuan lain dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan itu sendiri. jadi soal pake jilbabpun tak hanya perkara hapalan sederet ayat2. masihbanyak kok para hli gama lain yg berpolemik ttg ini. bahkan sebagian dari mereka aalah org2 yg memang telah terbkti sedikti hebat.

