Sdri rahima yg budiman dan berjiwa bersih (ini sanjungan sungguhan..)
 
Saya tak meminta anda mengomentarai lebih jauh lagi. tapi ijinkan saya menyampikan sedikit saja rahasia jiwa ini.....
 
selalu saja ketika saya hrs menanggapi keislaman kita sebenarnyalah saya sedang mengomentari diri kita secara keseluruhan, termasuk saya dalam hal ini. siapa yg bisa lepas dari tanggung jawab kolektif ini selama masih merasa islam. demikian juga dg kata2 yg kadang2 kedengaran "pedas" di kuping yg mendengar. demikian juga dengan saya. tak hanya mendengar saja tapi menghayati bahkan menuliskannya. luluh lantak dan tersayat2 adalah kata2 yg pantas untuk menggambarkan rasa dihati. menenun kata2 keras di depan khalayak bukanlah utk berkelit dari rasa sedih itu. tapi semata2 agar tamparan itu semakin kuat utk membangunkan jiwa yg tak kunjung juga menjadi sehebat yg diharapkan dan dibutuhkan.
 
jikalau saya mengkritisi rahima tidaklah ada gunanya. karena saya tak kenal beliau. yg saya kritisi adalah pikiran dan pendapat. pikiran dan pendapat rahima bukanlah milik rahima sendiri tapi juga gamabran dari wajah saya. apa lagi yg merpresentasikan budaya dan peradaban saya selain org2 yg ada disini. lahir dan menghabiskan sebagian penggalan hidup di kampung yg sama (minang) dg segala tradisi dan budaya nya. memeluk agam yg sama dan di ajari agama dg cara yg kurang lebih sama dari kecil (kemudian setelah dewasa tentu berkembang dalam banyak variasi). mengalami prosesi hidup yg nyaris sama pula. lahir di kampung kemudian merantau memperkaya jiwa dan harta. siapakah diantara kita yg benar2 bisa lepas dari jiwa kolektif semacam ini? tak berhakkah saya mengata-ngatai diri sendiri? atau haruskah saya "berbasa-basi" sampai lupa dg hakekat yg sebenarnya.
 
wassalam,
 
 


Rahima <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Assalamualaikum.Wr.Wb.

Maaf,.saya lagi letih banget,untuk mengomentari mail
saudara.Tapi untuk pertama kali ini,ngak papa,sebagai
penjelasan saja,Ada beberapa alasan :

Pertama : pertama kali nama saudara muncul di RN,saya
sudah diberitahu oleh seseorang,( tak perlu tahu,siapa
orang tersebut,tapi yang pasti orang tersebut,sangat
banyak tahu tentang saudara )siapa saudara,dan
bagaimana saudara selama ini di milist lainnya.Itu
sebabnya,saya ngak mau cape-cape,mengomentari..

Kedua :memang saya lagi cape banget,habis kebanyakan
nulis akhir-akhir ini,jadi butuh refreshing dulu,mau
bicara yang santai2 dan yang lucu2 aja.

Ketiga : Sebagaimana biasa,alhamdulillah,saya bisa
menjawab terhadap persoalan agama,yang saya mampu
itu,( maaf bukan maksud menyombongkan diri , karena
andaikan pun saya ngak bisa,banyak orang agama yang
lain di RN ini,bisa menjawabnya )termasuk postingan
saudara ini.tapi saya fikir lagi,buat apa cape2 dengan
suatu hal yang buat saya jadi tambah cape.

Biasanya bagaimanapun komentar orang,dan pertanyaan
orang tentang agama,selalu saya layani dengan baik,dan
sampai tuntas,tapi kali ini,khusus pada saudara,mohon
maaf,biarlah saudara berdiskusi dengan yang
lainnya,sekali lagi,karena saya malas aja.
Diminta,ataupun tidak saudara minta,untuk saya
melayani,saya tetap tak kan melayani.saya selalu ingat
nasehat orang tersebut pada saya. ( penasaran
yah..hi..hi.. hi.. ambil caranya cecille,..)

Keempat : Apapun komentar saudara dan saya,tentang
saya,orang-orang agama,pendidikan agama,atau apa
saja,silahkan saja,untuk ini saya ngak peduli,karena
sebelum nya saya sudah banyak dengar saudara (
heheheh,.penasaran lagi..hihihi..pinjam lagi
cecille,gayanya,bolehkan cecille?? )

Kelima : ,semua yg diatas,bukan komentar
agama,terhadap yang saudara tulis dibawah ini,cuman
sebagai penjelasan saja,agar saudara mengerti,dan saya
persilahkan netter yang lain untuk menjawab dan
mengomentari postingan saudara.kalau saya,maaf..sekali
lagi ,karena malas aja.Biar aja deh,yang lain
menjawabnya.Bagi-bagi tugas. ( hehehehe ).

Saya mandatkan tugas ini buat yang lain.Maaf
beribu-ribu maaf,.saya mo bobo lagi.

Wassalam.Rahima.



Do you Yahoo!?
The New Yahoo! Shopping - with improved product search

Kirim email ke