Rahima <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
kata-kata,terutama ayat-ayat Allah yang saya sampaikan
sudah tidak relevan lagi ( tidak sesuai ).Dan ini
saya tidak setuju.Karena apa?.Bukan itu seharusnya
yang ia katakan.( ini juga ditanyakan oleh Irdamsyah
),Tetapi sebenarnya bukan begitu kata-kata yang pas.
rupanya kebanyakan dari kita masih alergi dengan pertanyaan2 dari seorang atheis. Menyikapi dengan globalisasi yang ada sekarang ini, pemerintahpun telah melongarkan peraturan masalah keagamaan ini. Kedepan akan lebih banyak lagi pertanyaan2 yang akan yang akan lebih keras menusuk perasaan setiap muslim, ditambah lagi dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang kadang tidak terduga bagi logika kita sama sekali dan perkembangan islam yang menciptakan aliran2 baru. Kecuali semua manusia di dunia ini menjadi muslim. Lalu apakah kita akan mengambil tindakan "menghindar" dari pertanyaan2 seperti itu. Apakah begitu cara terbaik untuk menegakkan dalil2 yang ada dalam ajaran agama kita?
Kenapa saya katakan begitu.Wah..panjang ceritanya.Yang
pasti apa yang saya sampaikan itu tetap relevan,meski
ada penemuan 2 baru.Relevan hanya sebatas kata2 tanpa disertai dengan argument yang kuat, siapa yang akan memepercayainya? Awalnya cecille berharap dari pertanyaan atheis yang cecille lontarkan tersebut, cecille akan dicerca dengan jawaban2 yang bersumber dari Al Quran dan hadist yang menyatakan bahwa statment yang cecille keluarkan tersebut secara total salah. Namun yang di permasalahkan adalah bahwa "pertanyaan seperti itu tidak pantas". Ini hanya akan memperlihatkan kelemahan kita umat islam.
Namun saya sangat percaya
sekali,penemuan2 baru tersebut belum tentu lebih hebat
ketimbang apa yang ditentukan oleh Allah SWT.saya
lebih mempercayai apa yang berasal dari Allah
SWT,ketimbang apa yang berasal dari manusia.( kalau
saya jelaskan semuanya akan sangat panjang
sekali,mulai lagi dari A_Z ).hihihihi......ini adalah kalimat plin plan......pertama menyatakan "sangat percaya" yang ditegaskan lagi dengan kata "sekali"....namun selanjutnya masih menyatakan "belum tentu" yang merupakan keraguan. Bagi cecille tak ada keraguan sama sekali atas semua apa yang berasal dari Allah. Karena tidak ada seorang manusiapun yang mampu "menciptakan". Manusia hanya mampu merubah bentuk suatu material ke bentuk lainnya. Tidak ada manusia yang mampu membuat es dari "tidak ada" menjadi "ada", manusia hanya mampu merubah bentuk air yang cair menjadi bentuk yang beku. Tidak ada lagi keraguan dalam hal tersebut.
Salah satu contoh mengenai kloning manusia
ini.Wah..banyak sekali harus saya ungkapkan.meski bisa
tinggal foto copy saja.Tapi ngak enak foto copynya
buanyakkkkk banget.Tapi bukan disitu intinya.Disaat
saya mengatakan bahwa bumi dan langit berasal dari
awan,kemudian berkembang menjadi bergerak,dan benda
keras,pas kaya dari setetes air mani,berkembang
menjadi manusia.Cecille mengatakan ini sudah tidak
sesuai lagi dengan ilmu moderen yang ia
ketahui,dicontohkannya dengan kloning manusia.
Oh yah,..sampai saat ini si Eve yang katanya hasil
dari kloning manusia itu , ternyata di duga hasil
rekayasa, ( ulama meragukannya,ada apa tidak,benar
benar,atau tidak )dan belum mau menampakkan dirinya
koq,sampai saat ini manusia kloning itu belum
jelas,karena belum ada,dan belum berkembang,hanya baru
pada tingkat hewan domba ( mati juga akhirnya ),Tikus
dsbnya,yang saya harapkan tentu manusia,bukan
hewan.Makanya saya tetap lebih percaya akan apa yang
disampaikan Allah ketimbang apa yang disampaikan oleh
manusia.
Berangkat dari percobaan hewan, tidak tertutup kemungkinan bisa di lakukan terhadap manusia. Tidak ada bedanya proses reproduksi pada mamalia dengan manusia, struktur sel -nya sendiripun tidak berbeda. Masalah jelas atau tidak jelasnya keberadaan manusia kloning ini hanyalah menyangkut pada "kode etik" apakah sudah layak untuk diketahui khalayak ramai atau belum. Namun kenapa kita tidak mencari jawabannya dalam ajaran agama kita? Apakah kita harus menunggu semuanya di terangkan ke khalayak ramai, baru kita kasak kusuk mencari jawabnnya? Pola fikir seperti inilah yang menyebabkan umat islam selalu ketinggalan dalam science. Setelah orang berhasil dengan sesuatu, baru muncul sifat iri, kenapa bukan orang islam yang menemukannya?, kenapa kita selalu mengekor pada non muslim dalam hal science? apakah slogan untuk memadukan ilmu agama dengan science cuman gembar gembor belaka?sebagai informasi saja, saat ini ada sekelompok peneliti yang benar2 berniat melakukan kloning manusia secara terang2an. Namun belum ada satu negarapun yang bersedia menjadi tempat penelitian tersebut. Kemudian mereka ini berencana akan melakukan pekerjaan tersebut di atas sebuah kapal yang akan di parkir di laut bebas yang tidak ada hukum satu negarapun bisa menyentuhnya. Bagaimanakah kita menyikapi hal ini?
Cecille sendiripun tidak meragukan ayat mengenai reproduksi manusia yang di permasalahkan tersebut. Namun apakah penerjemahan ayat tersebut oleh manusia sudah benar? karena kita lihat sekarang ini hewan yang caranya reproduksinya sama dengan manusia sudah bisa melahirkan tanpa bantuan sperma. Itu sebenarnya inti statment yang cecille lontarkan. Namun tidak ada yang bisa menangkap makna dari statment tersebut.
wassalam
cecille
Do you Yahoo!?
The New Yahoo! Shopping - with improved product search

