Server mailing list RantauNet berjalan atas sumbangan para anggota, simpatisan dan 
semua pihak yang bersedia membantu. Ingin menyumbang silahkan klik: 
http://www.rantaunet.com/sumbangan.php
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


Assalaamu 'alaikum wa Rahmatullahi wa Barakaatuh

Manuruik pandapek ambo, kegerahan Kadispendidikan tsb adalah sangat wajar, dan mungkin 
juga dirasakan oleh sebagian besar netter RN ini. Bagaimana tidak ? siswa-siswa tsb 
(yang jelas-jelas belum menikah)mengantongi kondom yang merupakan salah satu alat 
kontrasepsi dalam hubungan suami istri. Buat apa bagi mereka ? Saya yakin sanak bisa 
menjawabnya.

Kita semua khawatir dan mengelus dada melihat merebaknya free sex dikalangan pelajar 
ini. Bagaimanapun para Da'i dan Ulama menghimbau tapi tetap saja perilaku ini tidak 
bisa dikikis. Banyak hal yang ikut berperan disini, baik itu koran, tabloid-tabloid 
porno yang dijual bebas, VCD porno, orang tua yang melepas putri utk bepergian dengan 
sang pacar, sampai Iklan anti Aids yang menganjurkan memakai kondom !

Jadi adalah kurang tepat jika sanak justru gelisah karena "kegerahan" Kadispendidikan 
ini. Cobalah jika keadaan seperti ini dihadapkan kepada sanak, ketika suatu hari adik 
atau kemenakan sanak yang belum menikah ketahuan mengantongi kondom dalam tas 
sekolahnya. Apakah sanak akan marah atau gerah, atau sanak justru "happy" karena 
berarti adik atau kemenakan sanak tersebut telah memahami penggunaan kondom dan bisa 
melindungi dirinya dari berbagai penyakit kelamin.

Betul membawa kondom itu bukan KRIMINAL seperti kata sanak, tapi perlukah dia membawa 
kondom hanya untuk sekedar tahu apa fungsinya kondom ? Apakah tidak dikhawatirkan 
justru kondom itu digunakan utk berbuat asusila dan menghindar dari akibatnya ?

Saya memahami penolakan sanak akan free sex, tapi sikap membolehkan pelajar yang belum 
menikah membawa alat kontrasepsi (kondom) hanya agar dia bisa melindungi diri dari 
berbagai penyakit kelamin juga tidak tepat dan menyalahi agama.

Kita tidak hidup dinegara yang membebaskan sex. Kita hidup di Indonesia, lebih khusus 
lagi di ranah minang yang sangat kental keislamannya.

wassalaam,
Ronald (31+)


---------- Original Message ----------------------------------
From: "Tanjuang" <[EMAIL PROTECTED]>
Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
Date:  Fri, 10 Oct 2003 05:55:33 +0700

>Server mailing list RantauNet berjalan atas sumbangan para anggota, simpatisan dan 
>semua pihak yang bersedia membantu. Ingin menyumbang silahkan klik: 
>http://www.rantaunet.com/sumbangan.php
>~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
>
>Hello Rantaunet:
>
>Your friend, Tanjuang, invite you to read this article.
>
>Title: Penemuan Kondom Tak Bisa Ditolerir
>Date: 2003-10-10 01:04:05
>Topics: Metropolis / Padang
>URL: http://www.padangekspres.com/mod.php?mod=publisher?op=viewarticle&artid=15704
>
>Tanjuang made the following comments:
>Para sanak netters yang budiman, Mamak, Bundo, Apak sadonyo,
>
>Bukannyo ambo ingin mengompori keadaan dan bukan pulo ingin menyingguang hati sanak 
>sadonyo. Ambo cuman agak takajuik, ibo ati, gelisah dan khawatir. Mudah�an berita ko 
>ndak sampai disalah artikan dek rang mudo jo rang palanta sadonyo. Baa co itu?
>
>Judul berita ko nan mambuek ambo gelisah.
>
------------ di karek ----------------------


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ingin memasarkan produk anda di web RantauNet http://www.rantaunet.com
Hubungi [EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
----------------------------------------------------
Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke:
http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
=======================================

Kirim email ke