Server mailing list RantauNet berjalan atas sumbangan para anggota, simpatisan dan 
semua pihak yang bersedia membantu. Ingin menyumbang silahkan klik: 
http://www.rantaunet.com/sumbangan.php
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Assalamualaikum.Wr.Wb.

Rasulullah SAW bersabda di dalam H.R Bukhari Muslim :
" Satu bulan itu ada yang 29 hari.Maka janganlah kamu
puasa,sampai kamu melihatnya ( Bulan Hilal ).Apabila
kamu tidak melihat bulan Hilal,maka sempurnakanlah
sampai satu bulan itu menjadi 30 hari.

Dari Ibnu Abbas R.A. Datang seorang sahabat kepada
Rasulullah SAW.ia berkata " Wahai Rasulullah
SAW,Sungguh aku melihat bulan Hilal.Rasulullah pun
bertanya," Apakah kamu bersaksi bahwa tiada Tuhan
selain Allah ? " , Lelaki itu menjawab. :" Ia ".
Rasul bertanya lagi," Dan kamu bersaksi bahwa Muhammad
itu utusan Allah ? ".Lelaki itu menjawab lagi " Ia
".Rasulullah SAW pun langsung bersabda : " wahai Bilal
serulah pada manusia sekalian,untuk berpuasa esok
hari."

( Bilal ini adalah seorang sabahat,yang pernah
disiksa,agar keluar dari Islam,namun tetap ia
mengatakan Ahad-ahad ( Allah maha Esa..),orang nya
kecil,wajahnya hitam,namun masyaAllah,ketaatannya pada
Allah dan rasulNya,sulit diungkapkan dengan
kata,dilukiskan dengan pena,disadur  dengan lidah,dan
beliau terkenal Muadzin Mesjid di zaman rasulullah SAW
,salah seorang ahli Syurga,sesuai yang dikhabarkan
oleh Rasulullah SAW sendiri. ).

Mengenai puasa Nisf Sya'ban.Boleh dikatakan,ilmu uni
mungkin belum sampai disana kali.Sampai saat ini,uni
belum menemukan Ayat,ataupun Hadist shahih mengenai
puasa nisf Sya'ban tersebut.Wallahua'lam,kalau ada
diantara jamaah RN dan Surau menemukan
Hadistnya,silahkan dikemukakan.( maaf,saya sudah cari
,ngak ketemu oleh saya ).

Yang ada hanyalah Hadist mengenai puasa di bulan
Sya'ban.Yaitu bunyinya begini : " Dari Aisyah
Rasulullah SAW,tidak pernah puasa yang paling banyak
dalam  satu bulan itu,kecuali puasa di bulan
Sya,ban.Bahkan kadang beliau puasa penuh di bulan
itu." Hadist seumpama ini di riwayatkan juga oleh Ummu
salamah.

Rahasia perhatian Rasulullah SAW puasa di bulan
sya'ban ini adalah : hadist diriwayatkan oleh An
Nasa'i,dari Usamah bin Zaid,ia berkata,aku bertanya
pada rasulullah SAW,: " wahai rasulullah aku tidak
pernah melihat kamu banyak berpuasa selain bulan
sya'ban ini ".Rasul pun bersabda :

 " Bulan itu adalah bulan yang  manusia lupa dari
bulan Rajab dan Ramadhan,Dan bulan ini adalah bulan
yang diangkatkan segala amal kebaikan kepada Tuhan
sekalian alam,dan aku suka tatkala amalanku
disampaikan kepadaNya,sedangkan aku dalam keadaan
berpuasa. " 

Adapun mengenai keutamaan malam Nisf Sya'ban tersebut
cukup banyak,sekitar 500 lebih Hadist,dari berbagai
kitab,dan berbagai macam riwayat.Tapi hamper rata-rata
Hadistnya lemah.Maksudnya dari sejumlah perawi
masing-masing Hadist tersebut,ada saja salah satu
perawinya yang lemah.Maka bila salah satu ( apalagi
keseluruhan ),perawi Hadist,dari satu hadist saja
lemah,maka di hukumkan Hadist tersebut lemah.

Namun Hadist lemah,bisa tetap diamalkan,bila ia
mencakup perihal memperbanyak ibadah,asalkan tidak
mencakup masalah aqidah,dan lemahnyapun tidak terlalu
keras,dengan arti kata Hadistnya ganjil,menyalahi dari
Hadist shahih,atau ayat Al Qur'an,atau tidak masuk
akal kata-katanya,cacatnya banyak dan lain sebagainya.

Tetapi kalau hanya sekedar salah seorang diantara
perawinya lemah ingatan,atau suka membuat hadist
Mursal,atau mungqathi' ( Maksud mursal adalah,
terputus perawinya,maksudnya ia bilang  ia mendengar
Rasulullah SAW bersabda,atau ia dengar dari sahabat
Abu Bakar,padahal,setelah diteliti,ia saja tidak hidup
di zaman rasulullah SAW,atau zaman sahabat.hanya
saja,ia mendengar berita tersebut dari temannya,yang
mana temannya ini memang mendengarnya dari sahabat
atau Rasulullah,sementara ia sendiri tidak mendengar
langsung,tetapi dalam penyampaiannya,ia katakan ia
mendengar dari rasulullah atau dari sahabat,


Maka hukum hadist semacam ini lemah,dan ini meski ia
lakukan dengan tanpa sengaja ),maka kedudukan Hadist
ini lemah,namun masih dapat ditolerir,bila saja tidak
ada lagi Hadist yang lebih kuat,atau Shahih.( inipun
hanya sebatas fadhilah ibadah saja ),selain itu tetap
tidak diterima bila hadistnya lemah.

Begitupula mengenai Hadist-hadist keutamaan Nisf
Sya'ban tersebut.Akan kita beri contoh :
Dari Makhul,diriwayatkan dari Malik bin Yulkhamir,dari
Sahabat Muadz bin jabal, Rasulullah SAW bersabda  : "
Allah Allah akan memperhatikan hambanya pada malam
Nisf As Sya'ban,dan Allah akan mengampunkan semua
hambanya kecuali Musyrik atau orang yang sangat kuat
kebencian atau kedengkiannya pada manusia lainnya.

Al Haitsami mengatakan bahwa disana ada perawi Hisyam
bin Abd Rahman,perawi yang tidak dikenal,sementara
perawi lainnya semuanya derajatnya dapat
dipercaya,kecuali yang satu ini. ( Majma Azzawaid ).

Hadist inipun diriwayatkan oleh Al bazzar dalam
musnadnya dengan berbagai lafaz yang sama,dan ada juga
berbeda,seperti  : " ��.kecuali dua yaitu orang yang
kuat kebenciannya pada manusia lain,juga orang yang
membunuh jiwa orang lain ( termasuk bunuh diri ).Di
dalam riwayat ini juga ada Ibnu lahi'ah yang dikenal
sangat lemah.( maksudnya hafalannya ).

Dalam buku mazma' juga ( 8 / 65 ),diriwayatkan oleh
Thabrani ( perlu diketahui hadist Riwayat Thabrani ini
banyak meriwayatkan hadist-hadist yang lemah ,meski
banyak juga yang shahih ).
Dari Sya'labah,Rasulullah bersabda : " Allah akan
datang kepada hambaNya pada malam Nisf As Sya'ban dan
mengampuni ummat Mukminin,mengacuhkan dan melalaikan
kaum kafir,serta meninggalkan orang yang mempunyai
sifat dengki sampai hilang perasaan dengki tersebut
dari hati orang tersebut ( meninggalkan dan mengikis
habis sifat dengki itu dari dadanya ).Didalam hadist
ini ada " Al Ahwas bin hakim lemah ".

Imam Syafi'i mengatakan " Sesungguhnya Do'a yang
mustajab ada lima malam,yaitu malam Jum'at,malam Idil
Adha,Idil Fitri,malam pertama bulan rajab,dan malam
Nisf As  Sya'ban ".

Dari Abi Hurairah : Rasulullah SAW bersabda : "
Apabila dimulai dari setengah bulan dari bulan
Sya'ban,maka peganglah bulan tersebut sampai masuk
bulan ramadhan ( maksudnya perhatikan,dan seringlah
berpuasa ,bukan maksudnya malam nisf As Sya'ban,tapi
setelah setengah bulan dari bulan Sya'ban ).( H.R Ibn
Abi Syaibah 2 / 284 ).

Jadi,dari hadist-hadist diatas,dapat kita
simpulkan,bahwa kita dianjurkan untuk memperhatikan
amalan kita,termasuk sering berpuasa di bulan Sya'ban
tersebut.( bukan maksudnya puasa di nisf As Sya'ban
saja ).Tetapi khusus malam Nisf As Sya'ban tersebut
Allah mengampuni hamba-hambanya selain yang kita
sebutkan diatas.hanya saja,sesuai dengan Hadist
Rasulullah ( di shahih bukhari dan Muslim ) kita bisa
ambil contoh,bahwa beliau ketika ditanya
sahabat,kenapa sering sekali ( banyak sekali ),beliau
berpuasa di bulan sya'ban ini,beliau menjawab,bahwa
pada bulan ini Allah menaikkan amalan
hambaNya,sementara beliau suka saat amalannya
disampaikan pada Allah,sedangkan beliau dalam keadaan
berpuasa.

Sementara kita ambil saja perbandingan tersebut,kalau
saja pada malam Nisf As Sya'ban Allah mengampunkan
dosa sekalian hambanya ( selain tiga yang diatas
),tentu kita menginginkan saat diampuni dosa
kita,keadaan kita lagi sedang berpuasa.Mungkin itu
logikanya 

( menurut pemikiran saya,lagian bukankah pada bulan
Sya'ban secara keseluruhan,ngak di
awal,ditengah,diakhir,rasulullah suka
berpuasa,..yah..menurut saya yang pasti di bulan
Sya'ban itu ).

Tapi Hadist mengenai puasa pda hari Nisf As Sya'ban
itu sendiri,belum saya temukan,selai hadist-hadist
keutamaan malam Nisf As Sya'ban.Wallhua'lam,bisa jadi
ada yang menemukan,apa yang tidak saya
temukan,silahkan di sampaikan.

Hanya saja ada berbagai Hadist,dan sudah dibatalkan
oleh para Ulama,mengenai Hadist yang mengatakan bahwa
tatkala ada hadist mengatakan bahwa pada malam itu
diturunkan keberkatan.banyak yang menduga yang
dimaksudkan keberkatan tersebut adalah malam Nisf As
Sya'ban ini,padahal sudah jelas-jelas Allah
berfirman," kami menurunkan Al Qur'an pada malam
lailatul Qadar.Sedangkan malam Lailatul Qadar,jatuhnya
saja pada bulan Ramadhan,jadi penafsiran tersebut
tidak benar.

Mungkin ini dulu yang dapat saya sampaikan atas
pertanyaan dek Lili,mengenai di Mesir,belum ada
penjelasan kapan jatuh tanggal tepatnya bulan puasa
dimulai.( lihat Hilal dulu ),tetapi praduga sementara
sekitar tgl 25-27 .katanya.

Mohon maaf bila ada kejanggalan dan kekhilafan
,silahkan dibenarin.

Wassalam.( Rahima.cairo malam Nisf As Sya'ban 1424 H )


__________________________________
Do you Yahoo!?
The New Yahoo! Shopping - with improved product search
http://shopping.yahoo.com
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ingin memasarkan produk anda di web RantauNet http://www.rantaunet.com 
Hubungi [EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
----------------------------------------------------
Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: 
http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
========================================

Kirim email ke