1. Kondisi ngalau kamang memang sudah sedemikian parah dan kondisi sekarang memang tidak bisa lagi dipergunakan untuk objek wisata. Jalan yang dulu disemen dalam ngalau kamang sudah banyak yg berlubang dan licin karena ngga terawat dan dilalui lagi. Untuk penyelamatannya masih bisa dilakukan terutama mungkin diadakan kerja sama Masyarakat setempat dan para pencinta lingkungan hidup di SUMBAR terutama mahasiswa pencinta alam yg begitu banyak di Perguruan Tinggi di SUMBAR seperti Proklamatornya Univ. Bung Hatta, CAMP di Seberang Padang, Blaise Pascal di UPI YPTK, UNAND dll yang mana dari kelompok Pencinta Alam yang ada di SUMBAR ada rutinitas Pembersihan Gunung Singgalang sebelum Tahun baru. Untuk Tahun2 mendatang mungkin dimasukan dalam agenda kegiatan mereka pembersihan Ngalau Kamang.
2. Yang salah satu penyebabnya adalah Penambagan Batu Kapur yang selalu menimbuni mulut ngalau oleh jatuhan batu dari atas gunung untuk pembuatan kapur dan juga pondok-pondok yang didirikan didepan ngalau sudah ditinggalkan oleh orang yg biasa berjualan.
3. Bukan belum ada yang menghargai lingkungan hidup, tapi hanya baru sebagian kecil yang peduli tentang lingkungan hidup
 
tk
Nafris Chaniago
Orang Lintau di Tanjung Enim - SUMSEL
 
From: Cysca [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: 13 Oktober 2003 19:13
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [RantauNet.Com] Ngalau Kamang

Terima kasih untuk semua yang merespon pertanyaan saya.
 
Tapi,
saya mau nanya lagi :
1. apakah kondisi ngalau kamang udah sedemikian jeleknya akibat penambangan, sehingga udah nggak bisa dipergunakan lagi sebagai obyek wisata ? (katanya kan panjang nembus ke Pasaman) jika saja masih bisa terselamatkan....
2. jika ada penambangan di lokasi obyek wisata, yang paling berdosa adalah instansi2 terkait (>1, kan ?)  yang mengeluarkan izin untuk ditambang.
3. ini berarti di kampung kita belum ada pemahaman dan penghargaan mengenai lingkungan hidup, dong ?
 
lalu, apa yang bisa kita kerjakan sekarang ?
 
 
makasih,
"C"

Kirim email ke