Server mailing list RantauNet berjalan atas sumbangan para anggota, simpatisan dan 
semua pihak yang bersedia membantu. Ingin menyumbang silahkan klik: 
http://www.rantaunet.com/sumbangan.php
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Assalamualaikum.Wr.Wb.

Copyan dari milis sebelah,mudah-mudahan bisa
dimengerti.Apa,ada apa, dan mengapa dengan babi,serta
surah Al Baqarah ( sapi ) 



pernah tau nggak surah Al Baqarah , surah terpanjang
di Al Qur'an , coba
baca baik-baik kenapa surah itu dinamakan Al Baqarah
(sapi betina) coba baca
peristiwa tersebut agar tidak meniru tabi'at
mereka.----- Original Message -----
From: "RochmaN S" <[EMAIL PROTECTED]>
To: "Grace Pratiwi" <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, April 01, 2002 9:25 AM
Subject: Re: [keluarga-islami] babi


> Mbak Grace Pratiwi,
> Ass wr wb.
>
> Saya dapat makalah ini dari seorang teman, silahkan
direnungkan.
> dan sebagai salah satu jawaban dari pertanyaan
mengenai larangan/
> sebab musabab kaum muslimin dilarangan memakan
daging babi.
> mohon maaf bagi yang sudah pernah membacanya
>
---------------------------------------------------------------------
> > Hikmah Pengharaman Babi
> oleh Syeikh Fauzi Muhammad Abu Zaid
>
> Dalam kesempatan ini, saya sitir kembali kejadian
yang berlangsung
> ketika Imam Muhammad Abduh mengunjungi Perancis.
Mereka bertanya
> kepadanya mengenai rahasia diharamkannya babi dalam
Islam. Mereka
> bertanya kepada Imam, "Kalian (umat Islam)
mengatakan bahwa babi
> haram, karena ia memakan sampah yang mengandung
cacing pita,
> mikroba-mikroba dan bakteri-bakteri lainnya. Hal itu
sekarang ini
> sudah tidak ada. Karena babi diternak dalam
peternakan modern, dengan
> kebersihan terjamin, dan proses sterilisasi yang
mencukupi. Bagaimana
> mungkin babi-babi itu terjangkit cacing pita atau
bakteri dan mikroba
> lainnya.?"
>
> Imam Muhammad Abduh tidak langsung menjawab
pertanyaan itu, dan dengan
> kecerdikannya beliau meminta mereka untuk
menghadirkan dua ekor ayam
> jantan beserta satu ayam betina, dan dua ekor babi
jantan beserta satu
> babi betina.
>
> Mengetahui hal itu, mereka bertanya, "Untuk apa
semua ini?" Beliau
> menjawab, "Penuhi apa yang saya pinta, maka akan
saya perlihatkan
> suatu rahasia."
>
> Mereka memenuhi apa yang beliau pinta. Kemudian
beliau memerintahkan
> agar melepas dua ekor ayam jantan bersama satu ekor
ayam betina dalam
> satu kandang. Kedua ayam jantan itu berkelahi dan
saling membunuh,
> untuk mendapatkan ayam betina bagi dirinya sendiri,
hingga salah satu
> dari keduanya hampir tewas. Beliau lalu
memerintahkan agar mengurung
> kedua ayam tersebut.
>
> Kemudian beliau memerintahkan mereka untuk melepas
dua ekor babi
> jantan bersama dengan satu babi betina. Kali ini
mereka menyaksikan
> keanehan. Babi jantan yang satu membantu temannya
sesama jantan untuk
> melaksanakan hajat seksualnya, tanpa rasa cemburu,
tanpa harga diri
> atau keinginan untuk menjaga babi betina dari
temannya.
>
> Selanjutnya beliau berkata, "Saudara-saudara, daging
babi membunuh
> 'ghirah' orang yang memakannya. Itulah yang terjadi
pada kalian.
> Seorang lelaki dari kalian melihat isterinya bersama
lelaki lain, dan
> membiarkannya tanpa rasa cemburu, dan seorang bapak
di antara kalian
> melihat anak perempuannya bersama lelaki asing, dan
kalian
> membiarkannya tanpa rasa cemburu, dan was-was,
karena daging babi itu
> menularkan sifat-sifatnya pada orang yang
memakannya."
>
> Kemudian beliau memberikan contoh yang baik sekali
dalam syariat
> Islam. Yaitu Islam mengharamkan beberapa jenis
ternak dan unggas yang
> berkeliaran di sekitar kita, yang memakan kotorannya
sendiri. Syariah
> memerintahkan bagi orang yang ingin menyembelih
ayam, bebek atau angsa
> yang memakan kotorannya sendiri agar mengurungnya
selama tiga hari,
> memberinya makan dan memperhatikan apa yang
dikonsumsi oleh hewan itu.
> Hingga perutnya bersih dari kotoran-kotoran yang
mengandung bakteri
> dan mikroba. Karena penyakit ini akan berpindah
kepada manusia, tanpa
> diketahui dan dirasakan oleh orang yang memakannya.
Itulah hukum
> Allah, seperti itulah hikmah Allah.
>
> Ilmu pengetahuan modern telah mengungkapkan banyak
penyakit yang
> disebabkan mengkonsumsi daging babi. Sebagian
darinya disebutkan oleh
> Dr. Murad Hoffman, seorang Muslim Jerman, dalam
bukunya "Pergolakan
> Pemikiran: Catatan Harian Muslim Jerman", halaman
130-131: "Memakan
> daging babi yang terjangkiti cacing babi tidak hanya
berbahaya, tetapi
> juga dapat menyebabkan meningkatnya kandungan
kolestrol dan
> memperlambat proses penguraian protein dalam tubuh,
yang mengakibatkan
> kemungkinan terserang kanker usus, iritasi kulit,
eksim, dan rematik.
> Bukankah sudah kita ketahui, virus-virus influenza
yang berbahaya
> hidup dan berkembang pada musim panas karena medium
babi?"
>
> Dr. Muhammad Abdul Khair, dalam bukunya Ijtih�d�t fi
at Tafs�r al
> Qur'an al Kar�m, halaman 112, menyebutkan beberapa
penyakit yang
> disebabkan oleh daging babi: "Daging babi mengandung
benih-benih
> cacing pita dan cacing trachenea lolipia.
Cacing-cacing ini akan
> berpindah kepada manusia yang mengkonsumsi daging
babi tersebut. Patut
> dicatat, hingga saat ini, generasi babi belum
terbebaskan dari
> cacing-cacing ini. Penyakit lain yang ditularkan
oleh daging babi
> banyak sekali, di antaranya:
>
> Kolera babi. Yaitu penyakit berbahaya yang
disebabkan oleh virus
> Keguguran nanah, yang disebabkan oleh bakteri
prosillia babi.
>
> Kulit kemerahan, yang ganas dan menahun. Yang
pertama bisa menyebabkan
> kematian dalam beberapa kasus, dan yang kedua
menyebabkan gangguan
> persendian.
> Penyakit pengelupasan kulit.
> Benalu eskares, yang berbahaya bagi manusia.
> Fakta-fakta berikut cukup membuat seseorang untuk
segera menjauhi babi:
>
> Babi adalah hewan yang kerakusannya dalam makan
tidak tertandingi
> hewan lain. Ia makan semua makanan di depannya. Jika
perutnya telah
> penuh atau makanannya telah habis, ia akan
memuntahkan isi perutnya
> dan memakannya lagi, untuk memuaskan kerakusannya.
Ia tidak akan
> berhenti makan, bahkan memakan muntahannya.
>
> Ia memakan semua yang bisa dimakan di hadapannya.
Memakan kotoran apa
> pun di depannya, entah kotoran manusia, hewan atau
tumbuhan, bahkan
> memakan kotorannya sendiri, hingga tidak ada lagi
yang bisa dimakan di
> hadapannya.
>
> Ia mengencingi kotoranya dan memakannya jika berada
di hadapannya,
> kemudian memakannya kembali.
> Ia memakan sampah, busuk-busukan, dan kotoran hewan.
> Ia adalah hewan mamalia satu-satunya yang memakan
tanah, memakannya
> dalam jumlah besar dan dalam waktu lama, jika
dibiarkan.
> Kulit orang yang memakan babi akan mengeluarkan bau
yang tidak sedap.
> Penelitian ilmiah modern di dua negara Timur dan
Barat, yaitu Cina dan
> Swedia --Cina mayoritas penduduknya penyembah
berhala, sedangkan
> Swedia mayoritas penduduknya sekular-- menyatakan:
daging babi
> merupakan merupakan penyebab utama kanker anus dan
kolon. Persentase
> penderita penyakit ini di negara-negara yang
penduduknya memakan babi,
> meningkat secara drastis. Terutama di negara-negara
Eropa, dan
> Amerika, serta di negara-negara Asia (seperti Cina
dan India).
> Sementara di negara-negara Islam, persentasenya amat
rendah, sekitar
> 1/1000. Hasil penelitian ini dipublikasikan pada
1986, dalam
> Konferensi Tahunan Sedunia tentang Penyakit Alat
Pencernaan, yang
> diadakan di Sao Paulo.
>
> Kini kita tahu betapa besar hikmah Allah
mengharamkan daging dan lemak
> babi. Untuk diketahui bersama, pengharaman tersebut
tidak hanya daging
> babi saja, namun juga semua makanan yang diproses
dengan lemak babi,
> seperti beberapa jenis permen dan coklat, juga
beberapa jenis roti
> yang bagian atasnya disiram dengan lemak babi.
Kesimpulannya, semua
> hal yang menggunakan lemak hewan hendaknya
diperhatikan sebelum
> disantap. Kita tidak memakannya kecuali setelah
yakin bahwa makanan
> itu tidak mengandung lemak atau minyak babi,
sehingga kita tidak
> terjatuh ke dalam kemaksiatan terhadap Allah SWT,
dan tidak terkena
> bahaya-bahaya yang melatarbelakangi Allah SWT
mengharamkan daging dan
> lemak babi.
>
> wass wr wb
>
> RochmaN S


Insya Allah ini dapat menambah ilmu dan pengetahuan
kita tentang
masalah BABI.

> Apa yang disebut sebagai daging babi mengandung
(lebih dari 70
%) lemak,
> dan dalam lemak ini terdapat satu senyawa yang
disebut sebagai
ASAM
> SADINOAT. Asam sadinoat ini tidak ditemukan dalam
binatang
ternak lainnya
> seperti sapi, ayam, kambing dll., jadi hanya
terdapat dalam
daging
> babi. Belum pernah dilakukan penelitian mengenai
pengaruh asam
sadinoat
> ini pada perubahan sifat tubuh atau karakter orang
yang
memakannya.


__________________________________
Do you Yahoo!?
The New Yahoo! Shopping - with improved product search
http://shopping.yahoo.com
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ingin memasarkan produk anda di web RantauNet http://www.rantaunet.com 
Hubungi [EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
----------------------------------------------------
Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: 
http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
========================================

Kirim email ke