Server mailing list RantauNet berjalan atas sumbangan para anggota, simpatisan dan 
semua pihak yang bersedia membantu. Ingin menyumbang silahkan klik: 
http://www.rantaunet.com/sumbangan.php
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

mak Ajo buyuang, mamak zul amry, yo dunsanak sadonyo ,
kasus yg menimpa bareh solok tsb ,adalah sebuah
fenomena global dari revolusi biologi ( revolusi hijau
) , dimana negara yg lebih tinggi ilmu dan teknologi
nya akan menguasai negara lain yg lemah teknologi nya
, dalam kasus ini , beras komuditi pertanian negara
kita adalah salah satu sasaran nya pula.

selain bareh solok, akan banyak pula kelak, komoditi
pertanian lokal lain nya , yg akan punah pula ,
sebelumnya di berbagai tempat telah banyak kejadian
serupa , di tanah priangan , jeruk garut telah habis
pula, beras cianjur sendiri telah mulai banyak
berkurang pula dan banyak komoditi khas di daerah lain
yg mengalami hal serupa.

tanaman teh di tanah priangan saat ini ,kualitas nya
tak bisa lagi sebagus waktu jaman belanda dulu.

Dari cerita seorang teman ahli pertanian dari IPB,
dikatakan bahwa varietas varietas bibit hasil
pertanian yg sering dikirim ke Indonesia dari
laboratorian di luar negeri atau perusahaan MNC ,
sebenarnya adalah bagai bom waktu yg kelak akan
meledak , merugikan sendiri bisnis pertanian Indonesia
. Beras IR dari penelitian padi di FIlipina yg banyak
dipakai di Indonesia adalah salah satu contoh bom
waktu yg telah mulai banyak meledak . saat awal
mungkin hasilnya bagus tapi lama kelamaan banyak
masalah timbul , misal kurang kuat menghadapi penyakit
dll.

Ada kasus menarik di perkebunan kentang di pangalengan
bandung , yg menanam bibit kentang unggul hasil
penelitian kerjasama dg jepang ( JICA ) , ternyata
menimbulkan ketergantungan kita pada jepang , dan
ternyata turunan bibit yg ke sekian kwalitas nya
jelek, tak sebagus bibit bibit generasi awal , selain
itu telah banyak penyakit nya serta kurang kuat
menghadapi virus dll.

Bisa jadi itu semua memang telah di set sejak awal nya
, bagai bom waktu yg akan meledak kelak.

semacam suatu bentuk "penjajahan biologis/genetik"
bentuk baru , terhadap negara miskin spt kita.

Iraf di Bogasari mungkin bisa carito pulo , mengenai
ba'a orang Indonesia akhirnya jadi ketergantungan yo
gandum dan kedelai dari luar negeri , padahal konsumsi
tepung terigu sudah begitu tinggi nya ( nilai nya
lebih dari import beras )
Bogasari hanyo bisa manggiliang gandum sajo, tapi
indak ado budidaya gandum yg cukup di Indonesia ,
nagari nan salaweh ko.

Kembali ke nagari awak, sejak awal mungkin kita perlu
mendata komoditi pertanian khas sumatera barat yg
perlu dijaga kelestarian nya sejak awal , dan perlu
melihat bijak setiap intervensi pengembangan pertanian
dari luar negeri yg belum tentu bagus hasilnya dalam
jangka panjang.

Tentang masalah kemandirian dalam agribisnis, yo awak
harus baraja banyak ka nagari Thailand yg lebih
advance dalam bidang tsb.

khususnya untuk mak ajo buyuang,  komoditi "ubi
parancih"  , perlu awak jago kelangsungan nyo ,
mungkin paralu dicari juo, bibit asli nyo di nagari
parancih tu,  yo carito tambo nyo ttg perjalanan urang
parancih tu mambaok ubi ka ranah minang ( he..he..he..
)

sakian tambahan carito dari ambo

wassalam

Hendra M
Jkt

On dated Mon,13 Oct 2003,sanak Zul Amry al.wrote:
"...Boleh jadi beras solok saat ini hanya masa lalu
dan tinggal
kenangan..."

--------
Para sanak palanta nan bapaneh RN tarutamo sanak Zul
Amry nan rang
Solok.Kalimat nan jo Buyuang
kutip dari kegetiran perasaan sanak Zul Amry atas
"lenyapnya bareh Solok"
dari daerah asalnya sangat me-nusuk perasaan.Nama
beras Solok sejak dulu
sudah terkenal sejak lama,jauh sebelum Pem.Orba
mengganti
padi asli Solok ini dengan jinih padi nan sekarang diperkenalkan..

__________________________________
Do you Yahoo!?
The New Yahoo! Shopping - with improved product search
http://shopping.yahoo.com
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ingin memasarkan produk anda di web RantauNet http://www.rantaunet.com 
Hubungi [EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
----------------------------------------------------
Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: 
http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
========================================

Kirim email ke