Assaalamualaikum ww
 
Iko ado berita rancak, upppss .... iko indak kampanye gai doh, tapi dari sebuah media massa "eramuslim" yang terbuka untuk umum dan dibaca oleh umum juga yang dipostingkan via milis [EMAIL PROTECTED] itu tuh majalah-nya kit'e2 orang2 yang peduli Islam sebagai agama yang dicintai (Mak Malin alah lamo good bye jo majalah & koran2 yang nggak simpati dengan agama Mak Malin tapi udah kepincut ama Republika, Sabili dan Saksi dll. itu tuuh.... bacaan kit'e2 yang pro Islam agama-nya nabi kit'e Rasulillah yang kit'e2 rindu2-in bisa ketemu kelak, Insya Allah
 
(Upppsss .... kok ado pak pulisi, mohon sabar2in dulu dan sempritan-nya diturunkan aja lagi, yaa) 
 
Sekedar komen ambo:
"Balonku ada lima, rupa2 warna-nya, merah, putih, kelabu, hijau. kuning dan biru ......Meletus balon hijau hatiku sangat kacau, meletus balon biru hati-ku jadi sendu, meletus balon kuning alisku jadi miring, meletus balon merah, banyak yang pura2 marah, Astaghfirullah ............
 
Eeehh ... balon putih nggak kebagian yaaa ....... ? Alhamdulillah ternyata dikampuang Mak Malin Propinsi Melayu Minangkabau Raya (Sumbar) anggota dewan yang berseragam putih2 kayak Syuhada Paderi yang telah meletak-kan dasar2 ke-Islaman untuk anak negeri para kemenakan penerus perjuangan "Harimau nan Salapan" dengan merombak adat Minangkabau yang JAHILIYAH itu kepada adat yang Islami yang selalu didengung2kan di R/Net ini sebagai ABS-SBK itu (Adat Basandi Syara' - Syara' Basandi Kitabullah" namun banyak orang Minang kecut bila negeri-nya baca: Sumbar or Indonesia menjadi negeri yang berdasarkan Syariah Islam bahkan lebih senang ber-mimikri kayak bunglon ngikuti warna sekitar entah itu merah, kuning dll, masya Allah, tidak takutkah kita bila dikutuk dan disumpahi arwah Tuanku Imam Bonjol, Tuanku Nan Renceh ataupun para Syuhada lain-nya? Tidak segankah kita bila di akhirat kelak berpapasan dengan Rasulullah? )
 
(*Mari kita doa-kan para syuhada Islam yang telah meng-Islamkan kita,ayah ibu kita, ayah dan ibu dari ayah dan ibu kita, ayah dan ibu dari ayah kakek nenek kita dan semua nenek moyang anak bangsa Melayu Minangkabau tempo doeloe, dan semoga kita anak cucu mereka dapat meniru perjuangan mereka sehingga negeri ini menjadi negeri yang baladil amin, penuh rahmat dan maghfirah, terhindar dari pemurtadan dari musuh2 Islam dan terhindar dari perpecahan dan saling curiga terlebih jelang pemilu yad. ini, amiin*)
 
wasalam
abp mamak reformasi
 
Ummu Ja'far <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

http://www.eramuslim.com/berita/nasional/310/30094551,8240,1,v.html

PK Sejahtera Janji Pecat Anggota Dewan yang Terlibat Korupsi
Publikasi: 30/10/2003 09:45 WIB

eramuslim - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengemukakan pihaknya berjanji tidak akan main-main dengan masalah korupsi. Muzzammil Yusuf, ketua PK Sejahtera, mengatakan bahwa janji PK Sejahtera dalam kampanye pemilu 2004 adalah anti KKN, sehingga anggota dewan dari PK Sejahtera jangan hanya bisa datang, duduk, diam, duit, tapi harus bisa menyampaikan aspirasi rakyat dan memberantas KKN. Hal ini dikemukakan Muzzammil pada acara diskusi publik tentang korupsi di hotel Sahid, Jakarta (29/10)

Mengenai korupsi, Muzzammil mengatakan anggota dewan dari PKS tidak akan melakukan korupsi ataupun kecurangan-kecuarangan lainnya karena PKS adalah partai dakwah yang amanah. �Hal ini sangat mengikat anggota dewan

secara keseluruhan dari PKS. Bila nanti ada kesempatan kami berkuasa, nomor satu yang akan kami lakukan adalah emberantas korupsi karena kami anti korupsi.�

Jika ada anggota PKS yang melakukan korupsi ataupun penyimpangan lainnya yang merugikan rakyat maka akan dijatuhkan sanksi yang sangat berat. �Tidak ada ampun bagi anggota dewan yang melakukan korupsi, yaitu dia akan dipecat dan digantikan dengan yang lainnya. Kami tidak akan mengalami kesulitan mencari gantinya karena kader PKS banyak orang yang
berpendidikan yang amanah,� tandasnya.

Dalam hal anti korupsi, kata Muzzammil, anggota PKS telah terbukti dalam berbagai kasus yang terjadi di daerah, seperti di Aceh, Sumsel dan Sumbar. Di daerah-daerah itu, anggota dewan PKS menerima upeti tapi mereka tidak mengambilnya. Bahkan, sambungnya, upeti yang berupa uang itu dibagi-bagikan ke rakyat untuk kepentingan orang banyak. Ia mengatakan, �Hal ini harus dijadikan contoh bagi anggota dewan lainnya untuk membersihkan diri dari korupsi." (na/tr)

Untuk subscribe ke milis sabili kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Untuk unsubscribe dari milis sabili kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

[EMAIL PROTECTED] wrote:

Ass,wr,wb.
Ambo sato pulo ciat, kalaulah buliah ambo bakomentar, Mamak nan surang ko
memang Mamak Reformasi namonyo. Mamak nan arif bijaksano, dalam bapantun inyo lalu kan juo galasnyo, semoga galasnyo ko di Pemilu 2004 baeko laku kareh. Wong cilik kini banyak nan lah kuciwa, semoga galas Mamak lai indak manjua janji sajo, tapi tunjuakkan bukti.

Ambo cubo pulo ciat berpepatah (mungkin iko bukan pantun kali yo!)

Alun bakilek lah bakalam
Bulan lah langkok tigopuluah
Alun takilek lah takalam
Raso lah tibo dalam tubuah

Tanam aue tanamlah duku ( duku Palembang terkenal manis )
Diparak naneh anak Tarusan ( naneh Pakanbaru lamak rasonyo)
Sinan batiak nan babungo
Mambuhue jan mambuku
Mauleh jan mangasan
Disinan cadiak nan baguno

Dalamnyo aie dapek diajuak
Dalamnyo hati siapo tahu
Sungguah kawek nan dibantuak
Ikan di aie nan dituju

Angguak anggak geleang amuah
Unjuak nan indak babarikan
Iyokan nan diurang
Lalukan nan diawak

Sagitu sajo dari ambo, salamaik bapuaso hari nan ka-anam, duo puluah tigo
hari lai kito Rayo, baju baru anak2 alun tabali lai, yo coiko lah nasib.
Saba...lah ang Yuang.

Wassalam,
Mulyadi St.Bangsawan (46 +)
Rang Sulik Ayie di Pusri Palembang


Do you Yahoo!?
Exclusive Video Premiere - Britney Spears

Kirim email ke