uda yunus yg budiman,
bahasa sangatlah menetukan dalam berbduaya. satu2nya tujuan bahasa hanyalah menyampaikan maksud. walaupun seringkali bahsa mulai kesulitan menyampikan makna dengan tepat dan akurat namun tak pilihan lain selain bahsa utk saat ini. kecuali kita mau diskusi tentang kesufian.
 
bernagkat dari persoalan sederhana inilah maka saya harus menggunkan bahasa yg tepat pada setiap lawan bicara. jikalau saya bicara dengan kambing maka saya harus mengembik -karena hanya itulah yg dia mengeri. kalau saya bersiul bicara dengan kambing takut kambing menganggap saya sedang memujinya padahal saya sedang sesak nafas akibat baunya.
 
tentu telah sampai pada sdr yunus yg budiman ttg apa2 yg saya maksud diatas.
 
salam
sehhann


Adrisman Yunus <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Uni Iraf.
Saya sekarang jadi ragu, apa sanak Sehan padusi atau laki laki.
Tapi saya setuju dengan pendapat uni, kalau bahasanya Sehan lebih "sadis" dari Rarach.
sanak Sehan kalausaya perhatikan diawal awal tulisannya membuat saya kagum, terutama kalau ikutan kelasnya uni gamut, nampak sekali dia piawai merangkai kata dan nampaknya juga knowlegable di kelas itu.
Tapi akhir akhir ini grafiknya semakin turun, well that's human, what can i say.
 
Wassalam.
 
AYTanjung (41).
 
PS. sanak Iraf jangan tersinggung kalau saya panggil uni, bukan maksud saya memudakan saya dan menuakan yang muda. It's a habit, I'd like to call somebody that I don't really know with sister or brother instead of his/her name. 

iraf m <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Memangnya Sehan padusi?? :)
Dari kalimat-kalimat doi rasanya sulit membayangkan dia ini padusi.
Bahasanya malah cenderung lebih "sadis" dari bahasa rarach.
 
Iraf
 


Do you Yahoo!?
Protect your identity with Yahoo! Mail AddressGuard


Do you Yahoo!?
Protect your identity with Yahoo! Mail AddressGuard

Kirim email ke