Ass.wr.wb,

Ransanak rantaunet sadonyo,

Salah satu kebiasaan jahat zaman saisuak yang masih ada sampai sekarang ini di ranah Minang adalah kejahatan memakai ilmu hitam. Banyak keluarga kita di maso lampau nan maningga karena penyakit yang disebabkan oleh ilmu hitam ini. Baru-baru ini program kristenisasi di Sumber pun juga telah memakai ilmu hitam dengan bantuan sihir atau setan ini.

Menurut ceramah yang ambo dangaan selama bulan ramadhan ini ado satu hal mengenai jin-jin yang ingin ambo diskusikan di forum rantau net ini. Disebutkan bahwa menurut ajaran islam, orang yang meminta bantuan kepada dukun bertenaga jin baik dalam menyembuhkan suatu penyakit atau gangguan jin tidak diterima amalan shalatnya selama 40 hari. Apalagi orang yang menyengsarakan orang lain dengan bantuan dukun tersebut tentu lebih besar lagi dosanya.

Metode yang ditawarkan islam adalah dengan metoda rukyat. Kalau pergi ke dukun biasanya dukun tersebut menggunakan jin yang lebih powerful untuk mengusir jin yang masuk ke tubuh pasiennya. Maka metode islam ini pada dasarnya hanyalah berdasarkan pertolongan Allah semata dengan cara membaca ayat-ayat Alqur'an. Orang yang bisa melakukan rukyat adalah orang-orang saleh yang banyak amalnya dan dalam ilmu agamanya. Ayat-ayat AlQur'an ini  dibacakan bersama-sama dihadapan orang yang sakit kena jin tersebut.

Pada dasarnya semua ayat Al-qur'an dapat dipakai untuk melakukan rukyat. Namun terdapat ayat khusus seperti tiga surat terakhir, ayat kursi, ayat di surat 59 dll yang lebih cepat efeknya. Disebutkan juga kalau jin paling tidak senang mendengar ayat yang berkaitan dengan hati dan api neraka.

Jika jin nya jin biasa, maka baru mulai saja dia sudah mulai keok dan keluar dari tubuh korbannya. Tapi kalau jin nya jin tingkat tinggi (more powerful), maka butuh usaha yang lebih keras, misalnya dengan memotong tangan, kuku, leher, pinggang jin dengan tangan. Ditengah-tengah telapak tangan kanan pasien ditekan oleh si perukyat, begitu juga dengan ubun-ubun.

Demikianlah sekilas metoda rukyat yang disampaikan oleh ustadz yang juga menjadi perukyat ini. Dalam kasus-kasus yang pernah ditemui, ada anak yang sejak bayi sudah dihinggapi oleh jin, sehingga sampai dia menjadi gadis pertumbuhannya tidak normal dan dia tidak bisa tidur. Ketika disembuhkan, jin tersebut telah beranak pinak menjadi 2000 jin didalam tubuh anak tersebut. Lalu kenapa anak tersebut ditunggangi jin ? katanya itu disebabkan oleh orang tua si anak tersebut suka pergi ke orang pandai (dukun dengan jin).

Selain itu menurut agama, semua ibadah pada dasarnya adalah haram, kecuali yang disuruhkan kita melaksanakannya. Kegiatan lain yang dimaksudkan sebagai ibadah tapi tidak disuruhkan ini tentu tidak diterima Allah, dan ini sering jatuhnya ke jin atau setan. Hal ini juga menjadi faktor kenapa orang mudah kena serang jin. Menurut ustadz yang berbasis di Jatim ini, dia sering menyembuhkan gadis berjilbab yang suka istigazah (tapi saya tidak tahu maksudnya apa ini, apakah istigazah itu tidak boleh atau apa).

Itu kalau kerasukan jin, bagaimana kalau ada benda-benda yang menyakitkan yang masuk ke tubuh korban ? Kata ustadz tersebut itu bisa disembuhkan dengan memakai air rukyat. Jadi air spesial ini dipakai untuk memandikan tubuh pasien. Bagaimana air ini dibuat detailnya tidak dijelaskan, dan "pernah kejadian semut pun keluar dari tubuh pasien" kata ustadz tersebut.

Kita lebih sering makan bodrex dulu pada saat sakit kepala ketimbang berdoa kepada Allah untuk menyembuhkan penyakit kita. Begitu juga dengan penyakit lain. Jika kita saleh, posisi kita akan lebih hebat daripada orang pintar tersebut. Kenapa tidak, orang pintar itu minta tolong kepada jin, yang derajatnya lebih rendah dari kita, sementara kita minta tolong kepada Allah, penguasa semesta alam. Diriwayatkan juga kalau Umar bin Khatab lewat, jin-jin pada berlarian ketakutan menghindar darinya (mungkinkah ini karena cahaya yang terpancar dari Umar ? atau keberaniannya atau kesalehannya, please advise)

Mendengar ceramah tersebut, saya jadi teringat kampung saya. Dari kecil sampai besar saya disana, tidak pernah saya dengar ulama rukyat ini. Kalau ada apa-apa orang selalu lari ke dukun, yang kalau saya pikir-pikirkan most likely memakai bantuan jin juga pada akhirnya. Ada ulama besar di dekat rumah saya, tetapi lebih cenderung ke arah agama masalah fiqh, syariah dll. Orang tak datang ke beliau kalau kena tubo atau sakit yang dibuatkan orang lain. Disamping itu, kultur masyarakat minang pun juga sudah mulai jauh dari agama. Kalau dulu urang awak "lalok di surau makan di lapau", maka kini terbalik, mungkin menjadi "lalok di lapau makan di surau".

As summary, kurangnya ulama rukyat dan kurangnya pengetahuan masyarakat akan agama menjadi penyebab orang lebih cenderung lari ke dukun. Memang ironisnya juga mengatakan ini ketika si sakit terbaring menderita kesakitan sementara kita datang memberikan solusi yang kurang populer di tengah masyarakat, agak susah kayaknya.

Akhir kata, saya minta koreksi, kritik dan tambahan pendapat urang balerong rantaunet  sadonyo mengenai isi ceramah sang ustadz yang saya ringkas diatas. Masih banyak hal yang belum saya ketahui, misalnya mengenai hubungan antara jin diatas dengan ilmu sihir yang ada di surat al baqarah (kisah harut marut), dll. Jika ado dunsanak di lapau nan tahu ulama rukyat di sumbar tolong lah di posting ka siko.

Mohon maaf jika ada kato nan salah, any advise will be appreciated.

 

wassalam

GT, 27 th, JKT

 


Do you Yahoo!?
Protect your identity with Yahoo! Mail AddressGuard

Kirim email ke