Assalamualaikum WW
 
Kalau C bertanya, baiklah saya jawab sebisa saya.
 
Ini karena salah persepsi, selama (maaf) Orba, karena laut dianggap sebagai penyambung darat. Pembangunan ditumpukan ke darat saja, malah laut hanya sebagai pelangkap darat, mungkin karena bosnya dar AD kali. Tadinya, gaji angkatan laut jauh diatas AD, karena medan tugasnya memang beda, wong harus berpisah dengan keluarga sampai enam bulan kok. Dulu di Zaman Orla, anak muda bangga jadi AL, karena tampilan dan kemampuannya harus beda, lingkungan kerja. Juga sekolah pelaut, dulu diberi subsidi oleh pemerintah, sehingga kerja sama dengan LN berjalan lancar. Saat itu banyak dicetak ahli di bidang maritim.
 
Di Orba, semua diseragamkan. sampai tanda pangkat dan sebutan pangkat juga disamakan. Sampai ada Kapten Polisi, Kapten AD, dll. Jadi ini adalah korban penyeragaman dan salah orientasi. Sehingga hidup dilaut yang penuh tantangan dan perjuanggan kurang diminati anak bangsa. Jadilah kita kekurangan tenaga ahli dibidang kemartiman ini kini. Dalam Reformasi, Semasa Gus Dur baru mulai lagi kita menengok laut. Tapi kini sudah ada departemen DKP, tapi mentrinya seolah lupa ada huruf K di singkatan nama departemennya, hampir setiap kunjungan dan kegiatannya hanya mengurus ikan saja. Ini juga karena memang sangat sedikit tenaga ahli di kemaritiman ini. Fakultas kelautan di Indonesia paling baru ada 4 atau 5 sampai saat ini. Bagaimana kita dapat memanfaatkan laut yang nota bene 2/3 dari luas negara kita, belum termasuk ZEEnya.
 
C, mau tahu, kemampuan Indonesia dalam memanfaatkan pengawakkan di kapal International adalah 1/29 dari Philipina. Kenapa? Ya hanya satu kata pendek: political will .......... belum terbukti nyampai kesana. Sudah itu alasan klasik, apa yang diharapkan diatas nggak nyampai kebawah, para pelaksanannya. Beratnya lagi UUD.
 
Wassalamualaikum WW
Darul St.Parapatiah
Takabbalallahu minna waminkum
Minal aidzin walfaidzin
-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]On Behalf Of Cysca
Sent: Sunday, November 23, 2003 5:35 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [RantauNet.Com] Maritim

Mak D,
Negara kita kan negara maritim. Katanya nenek moyang kita aja pelaut.
Tapi kenapa masalah2 ke-maritim-an kita begitu ketinggalan ?
Terutama masalah2 keamanan pantai/laut.
 
 
"C"

Kirim email ke