Server mailing list RantauNet berjalan atas sumbangan para anggota, simpatisan dan semua pihak yang bersedia membantu. Ingin menyumbang silahkan klik: http://www.rantaunet.com/sumbangan.php ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Wa'alaikum salam wr.wb. Mak Darul, trim's berat atas sumbangannya, saya ingin juga tahu nasibnya pelayaran kita ini, but I think let's talk about it later. Ada yang lebih mendesak yang ingin saya sampaikan (setidak tidaknya menurut saya yang na'if ini). Mengingat panasnya lapau kita minggu2 ini, membuat dinginnya kota Houston walaupun tak sedingin kota Leiden menjadi hangat pula. Inilah contoh yang paling gress dari begitu bermanfaatnya komunikasi antar generation dan berbagai disiplin ilmu di RN ini. Lihat uni-uni dan mamak mamak yang aku sayangi contoh dibawah ini, dari obrolan ringan dengan bahasa sederhana yang jauh dari kasar (ragunan nggak sampai terbawa bawa), bisa lahir informasi yang bermanfaat. Ibaratnya pemain bola, kalau nggak becus bikin gol apa salahnya jadi pengumpan..?. Tidak semua harus jadi kepala bahkan jadi tulangnyapun masih ada guna. Tidak semua harus disampaikan dengan bahasa desertasi agar dikira pandai bak ilmuwan. Bahkan dengan bahasa au ai yang diucapkan gadis kecilku yang tak sedikitpun dimengerti orang lain kecuali ibunya, tapi lihatlah betapa manisnya senyum sigadis ketika sang ibu menyodorkan segelas air untuk anak itu. begitu juga dengan perumpamaan Rasululloh dengan Cysca, jangan dilihat selalu dengan kaca mata yang sama, sekali kali cobalah step back, apa sih yang dimaksud...??. Tidak melulu jadi fire squad team yang slalu jadi penyelamat kalau sang Rasul kena singgung. Bung, we are in the same boat, there is no way jews will kill another jews. Kalau saya katakan anak saya yang dari kecil cuma belajar bahasa nasional, bisa baca Alqur'an kemudian Sang Rasul saya katakan ummi. Adakah unsur pelecehan disana...? C'mon guys, weak up. Ini era gombalisasi, kalau tidak ditempa dari sekarang, jangan harap bangsa ini akan bangkit even for another 100 years. Think about it, See you again guys, in the next generation. Wassalam. Adrisman ============================================== --- Darul M <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Assalamualaikum WW Batang hari masih di Jambi ......... eh itu kan sungainya. Kalau kapal Batang Hari sudah dilalap sama Rusmin Nuryadin dulu, juga kapal yang membawa saya ke Jawa ini, Bogowonto. Karena Rusmin Nuryadin doyan ngelalap kapal, lucunya yang dilalap kalau sudah 25 tahun ...... sampai kini masih terasa. Muatan dalam negeri saja pelayaran nasional cuma kebagian 45 %. Muatan LN punya Ina, jangan tanya, sharing national fleet kurang dari 2.5%. ========================================== Adrisman Yunus Sent: Sunday, December 07, 2003 4:03 AM Karena om Ad sebenarnya punya return ticketnya, yang jadi masalah sekarang kapal Batanghari yang om Ad tumpangi di th '69 ditunggu tunggu nggak pernah lewat lagi, nggak tahu mogok dimana, entahlah....mak Darul tahu nggak ya....? =========================================== Cysca <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Om Ad itu kalu ndak tau jadwal kapal, mbok ya naek yang laen : ojek. masalahnya niatnya pingin pulang kampung nggak ? moso kerja ndak ada cutinya ?? tapi yang penting masih terima gaji kan ? ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Ingin memasarkan produk anda di web RantauNet http://www.rantaunet.com Hubungi [EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED] ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php ---------------------------------------------------- Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php ========================================

