Assalamu'alaikum wr. wb.
Nampaknya memang telah terjadi perbenturan generasi dan kepentingan di miling list ini.
Saya mungkin salah menilai, tapi fakta yang saya baca dilayar computer saya mengatakan yang sebenarnya.
Semua interaksi di milis ini, mempunyai gaya dan cara yang berbeda, tidak lah mungkin disama ratakan, dan dipaksakan sesuai keinginan kita saja.
Banyak makanan yang lezat, hidangan yang disajikan, tapi tidak semua bisa kita makan. Semua dilihat dan dipilih sesuai dengan selera dan terutama disesuaikan dengan isi kantong.
Semua makanan itu bisa dimakan, bahkan yang pahitpun bisa jadi obat, tergantung dari kita melihat dan mengambil apa yang tersimpan dibalik bungkusan itu.
Jadi semuanya cuma tergantung bagaimana membungkusnya, sedang isi bisa saja sama bahkan kalau berbedapun, apakah harus disalahkan penjualnya, kalau tidak suka yah lewatkan saja, toh pembeli adalah raja.
Kalau tuan lebih suka mendengar perjalanan seseorang dan bercerita tentang bangunan2 kuno, tidak lah menyebabkan peserta milis lainnya berpikir yang negatip pada orang tersebut, karena similis lain kebetulan sedang berhadapan dengan masalah anak anak putus sekolahdan tinggal dikolong jembatan, tidak akan yang lain ini menyuruh " Hei bung kirim lewat japri saja, emang saya peduli Fir'aun tinggal diistana tersebut..!!"
Semua mesti dilihat isinya, jangan cuma pembungkusnya saja.
Nampaknya memang telah terjadi perbenturan generasi dan kepentingan di miling list ini.
Saya mungkin salah menilai, tapi fakta yang saya baca dilayar computer saya mengatakan yang sebenarnya.
Semua interaksi di milis ini, mempunyai gaya dan cara yang berbeda, tidak lah mungkin disama ratakan, dan dipaksakan sesuai keinginan kita saja.
Banyak makanan yang lezat, hidangan yang disajikan, tapi tidak semua bisa kita makan. Semua dilihat dan dipilih sesuai dengan selera dan terutama disesuaikan dengan isi kantong.
Semua makanan itu bisa dimakan, bahkan yang pahitpun bisa jadi obat, tergantung dari kita melihat dan mengambil apa yang tersimpan dibalik bungkusan itu.
Jadi semuanya cuma tergantung bagaimana membungkusnya, sedang isi bisa saja sama bahkan kalau berbedapun, apakah harus disalahkan penjualnya, kalau tidak suka yah lewatkan saja, toh pembeli adalah raja.
Kalau tuan lebih suka mendengar perjalanan seseorang dan bercerita tentang bangunan2 kuno, tidak lah menyebabkan peserta milis lainnya berpikir yang negatip pada orang tersebut, karena similis lain kebetulan sedang berhadapan dengan masalah anak anak putus sekolahdan tinggal dikolong jembatan, tidak akan yang lain ini menyuruh " Hei bung kirim lewat japri saja, emang saya peduli Fir'aun tinggal diistana tersebut..!!"
Semua mesti dilihat isinya, jangan cuma pembungkusnya saja.
Kalau generasi muda menceritakan Mission Impossible shooting di Lembah Arau dan lari lari di janjang 40. Jangan cuma dilihat obrolan anak muda yang tak ada gunanya.
Lihatlah pesan dari si gadis kecil ini, bagaimana dan kenapa kita tidak membuat Lembah Arau dan janjang 40 itu menjadi obyek wisata yang menarik sehingga bisa dilirik Hollywood untuk film2 mereka.
Jangan pula dilihat komunikasi dua arah antara lelaki dan perempuan., lihat lah betapa saya selalu menyisipkan nama Mak Ban, Mak Darul, Mak Malin dan obrolan santai kami......, tujuannya apa, agar tidak menjadi 2 arah.
Kalau bundo menyuruh kami berkomunikasi 2 arah lewat japri, itu tandanya bundo menyuruh kami berbuat dosa, bukan Lembah arau lagi yang akan diperbincangkan, bahkan mungkin hal hal lain.
C'mon Bundo, you are wiser than that. Umur anak itu separoh umur saya dan anak saya sudah ada yang bujang, dan istri saya cantik bagai bidadari...(setidak tidaknya menurut saya).
Please...Bun, think about it, that's all I asked.
Wassalam
Adrisman
--- Hayatun Nismah Rumzy <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Assalamu Alaikum W. W.
> Maaf beribu maaf untuk para RNettters yang lain -
> bundo hanya ingin meluruskan saja. Kalau ini memang
> antar generasi gap bundo juga akan instrospeksi.
> Dengan setulusnya bundo akan mengatakan bahwa
> posting yang dibawah ini tidak bundo nikmati dan
> juga tidak mengerti. Kalau kita ingin jujur saja
> berapa orangkah dari para RNetters yang mengerti
> posting ananda Cysca yang dibawah ini? Kalau hanya
> mereka berdua saja yang mengerti kenapa tidak japri
> berdua saja dengan Ad.
> Sekian
> Hayatun Nismah Rumzy
>
>
> ----- Original Message -----
> From: Cysca
> To: Rantaunet
> Sent: Sunday, December 07, 2003 9:31 PM
> Subject: Re: [RantauNet.Com] Matrix Revolution -
> the trilogy
>
>
> Om Ad,
> The Matrix Revolution kok jelek amat ?
> Wah, penggemar kecewa deh...
> Sebenernya yang Reloaded juga nggak terlalu amat
> kecuali kecanggihan komputerisasinya dwoangg...(plus
> Neo tentu).
>
> Ndak seru tuh...
>
> Pernah mengkhayal nggak, Mission Impossible-4
> shooting di Lembah Harau (Mr. Cruise nerima message
> di atas bukit itu)
> Terus kebut2an di kelok 44, ngumpet di dalem
> Ngalau Indah, lari2 di pasa ateh...
>
> wah, sumbar goes to hollywood...
>
>
> "C"
>

