Waalaikummussalam Wr Wb,
Alhamdulillah Pak Kurnia adalah Ketua II MPKAS, dengan penjelasan ketemu
DPRD, tentu adalah memang yang memiliki kompetensi untuk memaparkan
tulisan Pak Kurnia dibawah ko
Sangaik sulit memang kok memberikan komentar sampai kadetail, namun
tidak juo konstruktif kok lah mamakai kato kato salamak paruik, kok
urang dapek adenpun punyo hak untuak dapek dan warna bahasa lainnya yang
tak membangun/konstruktif, sekecil dan serendah apapun pendapat kan itu
pendapat, kalau berbicara ide saja ndak pula dapek bersuara awak nan
kurang disagalo hal ko, baalah awak kamambangun usaho ko dengan warna
melibatkan segenap komponen SUMBAR dan ambo berharap warna bantuak ko
indak warna nan diciptakan dalam membangun SUMBAR, maaf terkesan nafsi
nafsian, nan dianggap suaro no santiang adolah nan lah bolak balik ka
lua nagari, nan bagalimang jo pejabat pemerintahan nan mondar mandir ke
gedung gedung parlemen, padahal ambo manamukan urang kaki limo jo
pandapek nan cukup membuat hati ini bergetar karena kualitas pembicaraan
nan dibangun sangaik santun, beretika menghargai pendapat urang lain
punya empati yang sangat tinggi
Ado pendapat seorang sahabat saya berkomentar, terkadang dengan
kompetensi kita yang sangat prima kita melupakan hal hal kecil yang
membuat semua usaha tak jalan jalan contoh :
Ingin membangun atau mengembangkan maupun merancang sesuatu disuatu
tempat yang selalu dilakukan kan adalah melakukan, SWOT analysis
Visibility Study, Membuat rencana kerja membuat SOP membuat peraturan
peraturan mencari orang orang yang sesuai kompetensinya membuat KJR dan
Jobdesnya, namun hal kecil yang dilupakan adalah melibatkan dalam bentuk
mencari masukan dari masyarakat setempat, pemerintah setempat secara tak
sengaja terabaikan dan usaha itu gagal total tinggal kenangan diatas
kertas (maaf saya tidak merendahkan dunsanak dunsanak dalam diskusi
Padang Bay City ko) namun iko adolah nan acok terjadi banyak no proyek
excellent nan terabaikan atau tidak optimal karena minimnya kita
bertanya kepada penduduk dan pemerintah setempat, dalam hal iko di
Minang Kabau mungkin alim ulama, cadiak pandai, pemuda dan pemuka
masyarakat dst dst....
Wassalamualaikum wr Wb
-----Original Message-----
From: Kurnia Chalik [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Monday, April 09, 2007 3:10 PM
To: [email protected]
Subject: [EMAIL PROTECTED] RE: Jawaban I: Padang Bay City
Ass Wr Wb Kanda Indra Catri sarato para Dunsanak Kasadonyo,
Ambo pribadi sangat mendukung gagasan PBC ko, karena PBC sangat
berpotensi untuk mengimbangi kemajuan Kawasan Bisnis SIJORI di bagian
Timur pantai Pulau Sumatra. Kawasan Barat Pantai Sumatra juga tidak
kalah Pontensialnya sebenarnya,untuk dikembangkan menjadi Kawasan Bisnis
moderen seperti halnya Singapore. Tinggal Pemprov Sumbar dan Pemko
Padang haruslah mempersiapkan paket2 investasi yang menarik dan
regulasi2 yang jelas (Perda) untuk melindungi asset dari para investor2
ini. Kedua hal inilah yang sebenarnya dibutuhkan untuk dapat mengundang
para investor sebanyak2nya ke Sumatera Barat.Kalau perlu kita belajar
habis2an kepada Singapore.(Tidak perlu gengsi2 lagi.....,memang
Singapore sangat menarik sekali bagi para
investor...kenapa?....bagaimana?....Harus kita pelajari dari Singapore
akan hal2 ini. Sah-sah saja kita belajar ke Singapore...Di Singapore ada
kejelasan dan perlindungan yang kuat dari Pemerintahnya buat asset para
Investornya,Hukum yang berwibawa di sana, Singapore punya Clean
Government, dan punya Singapore Sense of Services yang baik).Keunggulan2
inilah yang harus kita pelajari ke Singapore.
Kalau masalah Gempa Tsunami,sebetulnya hampir semua daerah di Indonesia
yang masuk jalur "RING OF FIRE" ini berpotensi untuk terkena gempa dan
tsunami.Tetapi apakah karena ada Potensi gempa dan Tsunami lalu
melunturkan semangat kita untuk tidak membangun Padang?....,kan bukan
begitu logika berfikirnya! Semuanya kan bisa diantisipasi dengan
mempersiapkan contigency plan yang sebaik2nya untuk menghadapi Potensi
Gempa,dan bahaya Tsunami sebagaimana yang telah Kanda Indra Catri
kirimkan ke Palanta bbrp saat lalu ke Palanta ini.
Dalam bahasa simple Saya, buatlah PBC itu laksana "Singapore kedua yang
terletak di Wilayah Barat Pulau Sumatra,sehingga Investor2 akan ramai
berdatangan mengunjunginya. Dan buatlah PBC, bukan hanya sekedar untuk
berbisnis,tetapi juga untuk tempat berwisata,dan PBC punya potensi
kedua2nya itu.
NB: Selain daripada itu sebagai informasi tambahan, Pada Senin tgl 5
Maret 2007 yang baru lalu, di depan komisi 3 DPRD Propinsi, saya
mewakili MPKAS juga mempresentasikan "Program Revitalisasi Kereta Api
Sumatera Barat" yang membutuhkan Dana lebih kurang Rp.12 Milyar Rupiah
itu, bersama-sama dengan Pak Kadivre II Sukirman,Pak KA Bappeda Provinsi
Hedyanto,Bpk Kadis Perhubungan Sumbar Aliman Salim.
Dan di saat itu juga saya menyelipkan presentasi "Simulasi" Paket KA
wisata Lingkar BIM - Pantai Pariaman - Muaro Padang dengan 2 skenario
sbb :
1.Dari Bandara BIM - Naik bus ke Stasiun.Duku Kasang - Naik KA Wisata ke
Stasiun Pariaman - Makan Nasi Sek di Pantai Pariaman- Naik Kapal dari
Dermaga Pantai Pariaman balik ke Dermaga BIM - balik ke Jakarta
2.Dari Bandara BIM - naik bus ke Stasiun.Duku Kasang - naik KA Wisata
Stasiun Pariaman - Makan Nasi Sek di Pantai Pariaman - Naik Kapal dari
Dermaga Pantai Pariaman ke Muaro Padang dan menginap di Cottage di
kawasan Muaro Padang (Kawasan PBC).
Saya rasa ide PBC ini juga sangat sejalan dengan usulan Paket KA wisata
Lingkar BIM - Pantai Pariaman - Muaro Padang ini.
Wassalam,
Kurnia Chalik
Ketua II MPKAS (Masyarakat Peduli Kereta Api Sumatera Barat)
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Konfigurasi dan Webmail Mailing List: http://groups.google.com/group/RantauNet
Daftar dulu di: https://www.google.com/accounts/NewAccount
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---