Assalamualaikum w.w. Dunsanak Arifianto St Jabok,
Terima kasih atas saran Dunsanak untuk adanya kajian
dan penelitian, yang lazimnya dilakukan secara empirik
dan analitik. Maaf, saya belum terbiasa dengan kajian
dan penelitian yang intuitif, yang hasilnya mungkin
bisa menarik juga.
Saya faham bahwa dalam adat Minangkabau yang dinamakan
'keturunan' seorang laki-laki dalam sukunya adalah
kemenakan, dan bukan anak. Namun, justru ini yang
mengherankan saya. Lantas dimana posisi anak, yang
menurut ajaran Islam dan menurut hukum nasional adalah
keturunannya. Katanya kita menganut ABS SBK. Dalam
bentuknya sekarang, mengenai hukum kekerabatan, adat
bak kato adat, syarak bak kato syarak.
Tetapi, sekali lagi, saya setuju dan mendukung sekali
jika hal ini kita kaji, pertama secara emperik dan
analitik, kemudian secara intuitif. Hanya mengenai
yang terakhir ini saya belum terlalu faham.
Wassalam,
Saafroedin Bahar
--- "a.arifianto" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> pak chaidir yang saya hormati...
> entah lah pak saya sebagai yang muda juga
> terkadang geram dengan yang terjadi, apakah
> sedemikian lemah posisi tawar kami?
> seperti buya syafii mengatakan idealisme sesaat...
> tapi klo' berbicara kajian dan penelitian secara
> analitatif... kenapa saya justru lebih suka yang
> intuitif... untuk jaman sekarang nampaknya kita
> memerlukan banyak orang2 intuitif...
> saya kutip satu hal yang menarik buat saya;
> Pikiran Intuitif adalah karunia suci, sementara
> pikiran rasional adalah pelayan setia. Kita telah
> menciptakan sebuah masyarakat yang menghormati si
> pelayan dan melupakan karunia itu.
> -Albert Einstein-
>
> pak saf yang saya hormati...
> kepunahan, bukankah itu adalah hal yang biasa.
> bahkan keturunan nabi pun bila mengikuti syariat
> telah punah karena satu2nya garis keturunan hanya
> dari fatimah ra. tapi entahlah wallahu alam...
>
> mohon maaf bila saya sedikit mencoba mengulang
> kembali bahasan yang bpk kirim kemarin...
> seharusnya dengan metode penelitian yang bapak
> gunakan mengenai habisnya keturunan, harusnya ada
> ketegasan untuk menuruti akar dari sistem yang ada.
>
> [studi case minangkabau]
> pertama, ayah jika tidak punya anak perempuan
> apakah keturunannya akan punah?
> jawabnya tidak, karena jika mau konsisten dengan
> adat minangkabau, kamanakannya lah keturunan dari
> suku sang ayah. jika sang ayah tidak memiliki
> kamanakan perempuan maka barulah ini yang dinamakan
> punah. sedangkan jika dalam konteks ayah tidak
> memiliki anak perempuan, maka harta yang dimiliki
> [harta pribadi] masih ada anak laki2 sebagai
> ashobah.
> kedua, apakah adat minangkabau ABS-SBK tidak
> sesuai syariat?
> jawabnya masih perlu banyak pengkajian, satu
> contoh real, harta pusako dalam ketentuannya
> disebutkan oleh seorang panghulu kepada saya harus
> memenuhi satu dari tiga syarat yang ada. 1) ada anak
> perempuan mau dinikahkan 2) ada mayat yang terbaring
> di rumah gadang/suku 3) kepentingan/kesejahrteraan
> suku. lalu teringatlah saya pada sebuah dalil
> [tolong dikoreksi], ada 3 perkara yang tidak boleh
> ditunda 1) anak perempuan dilamar laki2 baik2 2)
> mayat yang belum dikafani 3) kepentingan islam.
> secara kontekstual tidak cukup berbeda dan banyak
> dari kalangan pemangku adat [hemat saya pribadi]
> tidak menyadari hal tersebut...
>
> sehingga kesimpulan sementara saya, banyak hal
> yang tidak tercatat, terpublikasi dan
> ter-regenerasi...
> sehingga adat minangkabau [yang sekarang] belum
> dapat dikatakan sebagai adat yang jahiliyah.
>
> patutlah kita memaklumi sejarah kebudayaan kita
> terputus sejak jaman "kegelisahan" di minangkabau,
> perang, pertikaian, dsb... sehingga terputuslah
> tambo2, yang notabene yang terucap itulah yang lebih
> memiliki kredibilitas kebenarannya sesuai dengan
> kredibilitas sang individu. lain dengan jaman
> sekarang yang lebih mengkredibiltas-kan dokumen dan
> analisa.
>
> mohon maaf bila ada kata2 yang salah...
>
> a.arifianto [st.jabok]
> darah muda, darah agretifitas, darah pembaharu
>
____________________________________________________________________________________
It's here! Your new message!
Get new email alerts with the free Yahoo! Toolbar.
http://tools.search.yahoo.com/toolbar/features/mail/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Konfigurasi dan Webmail Mailing List: http://groups.google.com/group/RantauNet
Daftar dulu di: https://www.google.com/accounts/NewAccount
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---