Assalamu'alaikum Wr..Wb
Sayang sekali diskusi menarik antara Bung Mantari dan Arnoldison kurang banyak
yang tertarik padahal Pendidikan merupakan salah satu yang terlemah di Sumatra
Barat.
Saya mungkin salah satu yang juga ikut mengatakan setuju, bahwa semakin
terpuruknya pendidikan di Sumatra Barat karena limpahan dari bobroknya sistem
pendidikan indonesia secara keseluruhan.
Tapi disini saya tidak ingin membahas hal itu karena berpikirnya pun membuat
sel sel di otak ini seperti mendidih. Saya lebih suka melihat sisi lain dari
semua permasalahan yang ada dan memaksimalkan semua potensi serta menyerahkan
kepada yang ahli dan kompeten untuk masalah pembenahan sistem ini.
-----------
Saya memperhatikan negara negara diluar sana melakukan penetrasi yang gencar
sekali terhadap kemajuan teknologi baik secara industri bisnis, komunitas
akademis maupun personal.
Korea selatan, jepang, cina dan singapore memimpin digaris terdepan dalam
melakukan penetrasi teknologi informasi dan telekomunikasi dikawasan asia.
Kemajuan negara negara tersebut mengembangkan teknologi informasi dan
telekomunikasi sanggup menopang kemajuan berbagai industri termasuk industri
pendidikan.
Mungkin ada yang terlewat dari ingatan kita 7th kebelakang bagaimana para
praktisi teknologi informasi bersatu untuk melegalkan teknologi yang lagi
booming di dunia ini dan bisa juga digunakan diindonesia.
Saat itu kita menyebut peristiwa itu dengan "Telekomunikasi indonesia merah
berdarah", akhirnya perjuangan rekan rekan dibidang teknologi ini berhasil
dengan dibebaskannya pita frekuensi 2.4Ghz yang dituangkan dalam keputusan
mentri perhubungan tahun 2005.
Tapi buka itu inti yang ingin saya angkat dan kembangkan, melainkan pemamfaatan
teknologi ini untuk melakukan percepatan pertumbuhan teknologi informasi
dilingkungan sekolah. Teknologi ini memungkinkan dilakukan dengan estimasi cost
yang relatif lebih murah.
Beberapa daerah diindonesia sudah berlomba lomba untuk mengembangkan teknologi
ini dan pemerintah pun sudah ikut turun dengan berbagai perangkat hukumnya
serta program dikmenjurnya.
Namun demikian diperlukan potensi semua pihak untuk bisa melakukan percepatan.
Saya melihat Minang punya potensi untuk melakukan speed - up implementasi
teknologi disekolah sekolah. Peran serta perantau dan dukungan pemerintah
daerah akan sangat membantu mendorong penetrasi teknologi ini disumatra barat.
Kembali saya katakan teknologi ini hanya diimplementasikan dengan cost yang
sangat murah dan bisa dikelola secara swadaya oleh masyarakat dan sekolah itu
sendiri.
Saya pernah bermimpi melakukan interkoneksi seluruh sekolah dan universitas di
kota padang yang kemudian dilanjutkan ke kota padang panjang trus sampai
bukittinggi, huah seperti mimpi rasanya bisa penetrasi ini bisa dilakukan di
Sumatra Barat.
Hal ini bisa secara pasti bisa meningkatkan mutu pendidikan kita dan juga
memberantas buta huruf di kampuang awak serta sanggup membuka wawasan para
generasi Minang berikutnya.
Saya berpendapat, seandainya apa yang sudah diperjuangkan oleh teman teman
dibidang teknologi informasi dapat diwujudkan di Sumatra Barat, mungkin sumbar
dapat menyaingi kota kota lain dalam melakukkan penetrasi teknologi informasi
yang ber-ujung dengan peningkatan mutu pendikan dan industri industri lainnya.
Regards
Ronal Chandra
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Check outnew cars at Yahoo! Autos.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Konfigurasi dan Webmail Mailing List: http://groups.google.com/group/RantauNet
Daftar dulu di: https://www.google.com/accounts/NewAccount
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---