On 4/17/07, Ronal Chandra <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Ambo berpikir, harga warnet di padang 5 - 6 ribu per-jam dipadang, tentunya > harga 6000 yang dibebankan oleh sekolah setiap bulannya sangat sangat murah, > karena dengan begitu mereka bisa ber-internet tanpa harus ada batasan waktu. >
Ada satu permasalahan penting. Bagaimana ketersediaan fasilitas untuk melayani 500 siswa itu di masing-masing SMU? Jika kita gunakan argumentasi di atas maka ada jaminan tersirat bahwa mereka bisa memakai Internet kapan saja. Bayangkan kalau satu sekolah mau pakai lab komputer. Apalagi waktu luang di sekolah relatif terbatas dan biasanya ditutup setelah bubar sekolah. Apakah siswa diperbolehkan membawa perangkat WiFi-enabled ke sekolah? Akan muncul risiko gangguan terhadap aktivitas kelas. Jadi harus ada prosedur penggunaan dan penjadwalan serta hindari janji yang muluk-muluk. Juga program penggunaan yang jelas dan tidak berakhir di penyediaan fasilitas Internet saja. Dari sisi penggunaan itu juga ada peluang untuk memperkecil biaya dengan mencari sponsor. Jadi sponsor bisa menggunakan jaringan sekolah itu untuk promosi produk mereka. Harus ada service level agreement yang menentukan bandwidth untuk promosi agar tidak ada pihak yang dirugikan. -- Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim (l. 1400 H/1980 M) --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Konfigurasi dan Webmail Mailing List: http://groups.google.com/group/RantauNet Daftar dulu di: https://www.google.com/accounts/NewAccount -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
