Ahmad Ridha <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>>> Benar, Pak. Teknologi memang sering "overrated".
"Lucu"nya, yang meng-overrate itu - menurut saya - bukan orang IT, tetapi
"orang IT" (pake tanda kutip).
Saya sering bertanya atau minta sesuatu ke orang IT. Mereka sangat lugas
untuk menjawab bisa atau tidak. Kalau tidak bisa, mereka langsung bilang: "itu
ga mungkin, pak", "saya ga tau tuh, tapi nanti saya tanyain, atau coba cari di
..." Sebaliknya kalau saya bertanya ke "orang IT", jawabannya lebih dari yang
saya tanyakan.
>>> Masalahnya ketika
>>> teknologi itu tidak menghasilkan perbaikan maka justru berbalik
>>> memusuhi teknologi padahal penggunannya yang keliru.
Mungkin ini yang saya katakan, bukan "gagap teknologi", tapi "gagap informasi
ttg produk". "Orang IT" dulu menjelaskan panjang lebar tentang kemudahan dan
kemurahan, tetapi tidak menjelaskan prasyarat untuk itu, apalagi bercerita
tentang kesulitan dan kemahalan ...
>>> BTW, bagaimana hasil implementasi kurikulum berbasis kompetensi
>>> (terutama yang bidang teknologi informasi)?
Wah, maaf, saya tidak mengikuti perkembangannya. Mungkin dunsanak yang lain
ada yang punya informasi?
Kalau yang saya tau cuma, awal tahun ajaran kemaren banyak orang tua murid
lulusan SMP komplain karena penerimaan siswa baru SMA tidak membedakan apakah
SMP asal sudah menerapkan KBK atau belum. Saya termasuk yang ikutan, krn merasa
dirugikan (Dan seperti biasanya, "konsumen" kita cepat lupa komplennya, karena
ada hal lain lagi yang harus dikomplen).
Barusan saya lihat di wikipedia, KBK ini sudah diganti dengan KTSP.
Salah satu "kemajuan" yang berkaitan dengan kurikulum ini adalah, pengisian
rapor sekarang menggunakan IT secara on-line, hebat kan?
Saya tidak tahu bagaimana "wujud "KTSP dengan bantuan teknologi canggih ini.
Yang saya tahu cuma, waktu hari pembagian rapor kemaren saya datang ke sekolah
dan mendapat penjelasan dari gurunya bahwa rapor belum dapat dibagikan karena
server diknas (atau dinas P&K) sangat lambat, dan harus menunggu 2 - 3 minggu.
(Jadi ingat, almarhum orang tua saya juga guru. Kalau mau pembagian rapor
beliau tiap sebentar mengisi pulpennya karena mutu tinta yang tidak bagus.
Tetapi besok paginya, ketika hari H nya, rapor sudah siap)
2 Minggu kemudian, saya memperoleh rapor. Terdiri dari beberapa lembar yang
... ternyata saya tidak mengerti cara membacanya. Saya tanya anak saya, apakah
rapor ini menunjukkan dia pintar atau bodoh. Dia jawab, ya ga tau, Pa. Pokoknya
nanti kalau ada hasil ujian kemaren yang buruk, nanti dikasih tau (Dan benar,
bbrp hari kemudian ketika anak saya sedang beajar di kelas, dipanggil untuk
masuk ke ruangan lain krn harus mengikuti "rem" pada saat itu juga ...)
Saya juga surprise dengan rapor tersebut karena sebelumnya saya sangat yakin
anak saya perempuan (saya punya bukti akte kelahirannya), ternyata rapornya
menyatakan laki-laki ... Dan ternyata saya bukan satu-satunya yang kebingungan
dengan jenis kelamin anaknya ...
Wassalam
Riri (45)
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Check outnew cars at Yahoo! Autos.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Konfigurasi dan Webmail Mailing List: http://groups.google.com/group/RantauNet
Daftar dulu di: https://www.google.com/accounts/NewAccount
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---