Assalamualaikum
Bagi saya Kristenisasi harus dilihat dari dua belah pihak. Kristiani di
indonesia adalah minoritas dan karena itu jugalah mereka melakukan dakwah
secara berlebih lebihan. Barangkali sama dengan umat Islam di amerika dan eropa
sana. Kita seringkali mengecam tindakan mereka di barat sana terhadap dakwah
umat Islam yang seringkali diperlakukan tidak adil namun kadangkala kita juga
seringkali melakukan hal yang sama terhadap umat mereka disini.
Kita umat mayoritas di negara ini seringkali kurang percaya diri (PD) seolah
olah dengan membagi bagi sembako, perkawinan bahkan kuburan bersalib keyakinan
agama bisa dikalahkan. Kurang pede inilah yang sering membuat kita bertindak
macam macam seperti membakar gereja hingga pertikaian agama (SARA). Lalu
bagaimana melihat realita seperti yang Bundo sampaikan ? saya pikir harus
dimulai dari pertanyaan mengapa iman mereka sebegitu lemahnya sehingga mau
berpaling ke agama lain ? apakah karena kita terlalu lengah sehingga lupa
memperkuat pondasi keimanan ? kalau memang begitu apa saja yang telah dilakukan
oleh ahli agama yang kita punya ?
Artinya ahli ahli agama harus terus memperdalam keyakinan dan pengetahuan
agama umatnya bukannya berlaku seperti hakim yang menjadikan ayat ayat dan
hadist sebagai alat untuk memvonis umatnya melakukan kesalahan bahkan
pengkafiran. Saya perhatikan dakwah sekarang cenderung tidak persuasif,
seringkali orang yang merasa ahli agama memberikan penghakiman yang jauh dari
kesan rendah hati, lemah lembut seperti yang di tunjukkan oleh Rasulullah. Alih
alih merasa tertolong dan diberi petunjuk malah menimbulkan antipati terhadap
dakwah yang disampaikan sekelompok ahli agama tersebut. Jadi kritikan pertama
saya ditujukan kepada pemimpin dan ahli2 agama, terutama yang sering berkhotbah
di mesjid2. Barangkali memang diperlukan sertifikasi kelayakan seseorang itu
disebut ulama, buya bahkan syekh.
Mengenai pertanyaan Bundo apakah melanggar HAM ketika mereka tidak dibiarkan
dimakamkan di tanah mereka sendiri jawaban saya IYA ! landasan hukumnya mungkin
Pak Saaf lebih berkompeten untuk menjawab. Jangan kan masalah pemakaman,
beragama saja adalah Hak azazi manusia. Apakah agama yang mereka pilih atau
malah tidak beragama itu adalah hak mereka pribadi. Dan negara sesungguhnya
tidak berhak untuk mengatur hal itu karena agama ada jauh sebelum negara ini
lahir. Bahkan Tuhan pun memberikan kebebasan yang sama. Bayangkan Tuhan yang
menciptakan manusia sendiri memberikan kebebasan kepada manusia untuk
mempercayaiNya atau tidak. Apatah kita yang sama sama makhluk Alloh.
.
Terakhir saya percaya bahwa Alloh SWT memberikan petunjuk kepada orang yang di
kehendakiNya. Dan mudah mudahan kita disini adalah umat yang diberi
petunjuk..Amien..
Salam
Ben
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Check outnew cars at Yahoo! Autos.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Konfigurasi dan Webmail Mailing List: http://groups.google.com/group/RantauNet
Tapi harus mendaftar dulu di: https://www.google.com/accounts/NewAccount dengan
email yang terdaftar di mailing list ini.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---