Dunsanak ambo Riri Yth, Benar sekali apa yang dunsanak katakan, ambo pun tidak minta dunsanak2 disiko utk concern kepada jumlah, rekening atau progress pembangunan gedung itu, yang ambo tulis itu hanya sebuah gambaran bahwa ambo tahu persis cerita mengenai sumbangan itu. Concern ambo hanya pada kalimat terakhir dari Posting Dunsanak Riri yang ambo tanggapai yaitu kalimat sebagai berikut : "Bahkan termasuk seorang Rektor UNAND pun terpaksa sibuk "ngeles" dengan alasan yang terlalu lucu...... ". Semua kita pasti tahu apa maksud dari kalimat ini. Mohon maaf dan Wassalam Azmin Aulia ----- Original Message ----- From: Riri - Mairizal Chaidir To: [email protected] Sent: Tuesday, May 29, 2007 8:07 AM Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Fwd: [IYE!] Mentalitas Jawa dan Sunda
Yth. Sanak Azmin. Terimakasih tanggapannya. Ada 2 posting saya di RN ini yang menyinggung dana DKP. Yang satu, #55380 (yang sanak tanggapi) ; dan satu lagi no #55382. Concern utama adalah "pandangan terhadap sumbangan itu, sebelum dan sesudah kasus ini rame". Concern saya bukan apakah jumlahnya 25 atau 125 juta. Rasanya ini tergambar jelas dari alur tulisan saya di posting no #55382 - saya tempatkan "pertanyaan" ini di dalam tanda kurung, di alinea kedua dari bawah. Saya menyebutkan sumber beritanya di posting #55382 tersebut, dan meng-copy artikelnya di bagian bawah. Rekamannya ada di http://www.metrotvnews.com/videonews.asp?id=39373&tipe=AKTUAL (Sebenarnya ada sumber berita lain yang isinya sama - Media Indonesia 13 Mei http://www.mediaindo.co.id/berita.asp?id=133192; yang isinya berdasarkan pada informasi Rektor per telpon) Concern utama adalah "pandangan terhadap sumbangan itu, sebelum dan sesudah kasus ini rame". Concern saya bukan apakah jumlahnya 25 atau 125 juta. Rasanya ini tergambar jelas dari alur tulisan saya di posting no #55382 - saya tempatkan "pertanyaan" ini di dalam tanda kurung, di alinea kedua dari bawah. Dan juga, karena concern utama saya adalah masalah "pandangan terhadap sumbangan", saya juga tidak membahas tentang beberapa perbedaan informasi dari sanak dengan kedua mass media tersebut, seperti: kapan dana sumbangan tersebut diterima (waktu dies natalis atau 2004); melalui rekening khusus atau rekening Dekan. Atau, apakah sekarang tingkat penyelesaian gedung tersebut sudah 40 atau 60% Saya sudah berusaha "menelusuri dulu kebenaran info tsb" Tetapi karena saya orang awam, orang luar, tentunya saya tidak berpikir untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat dibanding berita di kedua media yang saya sebutkan di atas. Tapi sekali lagi, terimakasih atas tanggapan sanak Azmin. Wassalam Azmin Aulia <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Dear Dunsanak Riri, Untuk kasus sumbangan Rokhmin ke Unand, ambo tahu persis pada waktu itu beliau sebagai seorang Menteri memberikan kuliah umum di Unand dalam rangka Dies Natalis Fakultas Pertanian Unand ke 49, dan ambo pun kebetulan ikut menghadirinya. Pada waktu itu beliau memberikan sumbangan sebesar Rp 25 Juta untuk pembangunan Gedung Lembaga Kemahasiswaan Fakultas Pertanian, Unand. Yang pada waktu bersamaan itu juga ambo sebagai Ketua Alumni Fakulats Pertanian, Unand, wilayah Jabodetabek ikut menyumbang dan disetorkan ke rekening khusus yang dibuat untuk itu. Bahkan pada waktu itu sekaligus Beliau yang melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan gedung tersebut (sampai sekarang gedung itu baru selesai 60% karena dananya masih belum mencukupi). Ambo mengusulkan kalau kita menulis disini sebaiknya kita telusuri dulu kebenaran info tsb sebelum kita memberikan komentar miring terhadap suatu isue, karena salah-sala bisa membawa opini masyarakat mailing list kepada sesuatu hal yang tidak sepantasnya. wassalam Azmin Aulia ----- Original Message ----- From: Khairul Yanis To: [email protected] Sent: Monday, May 28, 2007 3:07 PM Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Fwd: [IYE!] Mentalitas Jawa dan Sunda Iyo yo Da Riri, talalu disederhanakan bana nampaknyo masalah ko.. Mungkin urang ko maadoan panalitian, maambiak sampel kurang langkok yo.. Tarimokasih atas penjelasannyo. Salam, Khairul On 27/05/07, Riri - Mairizal Chaidir <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Kayanya terlalu disimplifikasi yah, Apakah krn org jawa sering menggunakan kata "nek", mereka memang - rata2 oragnnya terlalu banyak pertimbangan? Seaya pernah baca, bahwa sekian puluh persen bule itu suka mengawali kalimatnya dengan "I think ..." Apakah artinya orang Barat kerjanya cuma mikir doang? Nah, apalagi kalau dikaitkan dengan bukti. Lihatlah sekeliling anda, lihat di kabinet, orang mana yg banyak? apa bener orang Batak spt yg diidentifikasi dari "riset" tsb.bahwa "pencapaian rata-rata orang Jawa kalah bila dibanding etnis lainnya. Misalnya dengan rata-rata pencapaian orang Batak, apalagi dengan keturunan Tionghoa". .Ngikutin rame2 tentang DKP kan? Nah, Prof Dr Ir Rokhmin Dahuri, MS itu orang Cirebon; antara Jawa dan Sunda. Apakah dia pasrah atau "gimana nanti aja?". Not at all, puluhan orang sekarang pusing gara2 dia. Bahkan termasuk seorang Rektor Unand pun terpaksa sibuk "ngeles" dengan alasan yang terlalu lucu ... -------------------------------------------------------------------------- Fussy? Opinionated? Impossible to please? Perfect. Join Yahoo!'s user panel and lay it on us. --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Konfigurasi dan Webmail Mailing List: http://groups.google.com/group/RantauNet Tapi harus mendaftar dulu di: https://www.google.com/accounts/NewAccount dengan email yang terdaftar di mailing list ini. -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
