Wa'Alaikum salam,

Isu yang sedang kita sama bahaskan ini bukan bertujuan berpolimik membazir masa 
atau mencari permasaalahan. Mungkin tiada sesiapa pun, di milis ini, ingin 
berpolimik membabi buta. Bagi saya, perbicaraan ini, antara lainnya, sebagai 
membantu mendalami ilmu pengetahuan tentang adat Minang.   

Isu yang lebeh luas dari adat menaman kepala kerbau dan lain lainnya ialah 
persoalan nilai dan  filsafah adat yang mendasari cara hidup Minang itu. Kita 
berharap bahwa tidak ada satu pun persoalan adat yang tidak boleh di 
bincangkan. Kesemuanya, tanpa kecuali, harus di sajikan kehadapan masyarakat. 
Kita berharap jua agar jangan ada "dogma" adat saperti yang terwujud dalam 
Catholic Christianity yang kita semua telah ketahui. Kalaulah ada diantara 
perlakuan adat Minang yang tidak di benarkan perbahasan mengenainya secara 
terbuka di khalayak ramai, malah di pinta atau disuruh berdiam sambil 
mengangguk angguk sahaja sebagai persetujuan satu hala, apa bedanya dengan 
institusi dogma katholik. Islam tidak mengi'tiraf dan menolak sama sekali 
dogma. Dogma mengekang aqal sehat.

Pengislaman/ islamization yang berlansung di Alam Melayu telah meletak batu 
asas pemodenan/modernisation. Pengertian modernisation, antara lainnya, yang 
khusus di Alam Melayu ialah penolakan fahaman dan fikiran tahyul dan yang 
sehubungan dengan nya. Ini, termasuk penolakkan dogmatisme. Sekiranya tahyul 
dan dogmatisme kembali hadir dan meresap dalam batang tubuh dan budaya dan cara 
berfikir kita sekarang, malanglah masa depan Minang. 

Idzinkan saya mencelah membicarakan satu dimensi sehubung dengan perbahasan 
ini: mencari dasar pendidikan adat itu sendiri yang di ajarkan di sekolah 
sekolah. Antara tujuan pendidikan ialah menurunkan/melanjutkan nilai  nilai 
hidup dari generasi yang ada ke generasi muda sesudahnya. Dengan kelanjutan ini 
nilai nilai hidup, termasuk adat, dan jati diri masyarakatnya berterusan dan 
berkembang.  

Dengan tidak meluasnya didikan asas yang berpusat di surau maupun di madrasah, 
ketidak berkesanan yang di harapan dari didikan awalan yang disajikan di rumah 
dimana keMinangan asli payah di temui dan diamalkan, dengan merosotnya contoh 
tauladan keMinangan di alam sekitar tempatan maupun di kampung, dan longgar 
sekali pemakaian adat Minang dalam kehidupan keseharian, maka satu satunya 
tempat untuk menghidupkan pemikiran dan pemahaman adat ialah di sistem 
pendidikan formal di sekolah. Sepatutnya, suasana persekolahan harus 
mencerminkan nilai nilai Minang dan keislaman. Kita semua faham betapa 
pentingnya peranan suasana dalam proses pendidikan. Selain dari suasana, yang 
lebeh mendasar lagi ialah mempunyai dasar dan metodologi ilmiah yang kukuh pada 
mata pelajaran dan mata kuliah adat Minang samaada yang di ajarkan di sekolah 
dan di perguruan tinggi. Untuk kearah ini kurikulam pendidikan adat mesti 
mendapat perhatian semula dari cerdik pandai dan para guru. Pembaikannya sudah
 jelas satu pertanggungjawaban bersama.   

Sekiranya terkasar bahasa dan tersinggung perasaan saya mohon ma'af.    

yurpino wahid sinaro <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Assalamualaikum, WW
  Mengenai upacara managakkan tonggak tuo istano silinduang bulan dengan 
mambanamkan kapalo kabau, sabananyo manuruik ambo indak paralu dipilemikkan 
bana, rancak kito luruiahkan sajo. Sajak tabaka istana tsb sampai dibangun 
kembali Pamarentah sarato masyarakat melakukan usaha untuk membangun kembali 
istana, hasil dari usahotu pada tgl 7 Juli 2007 dimulailah pambanguna kumbali. 
Jadi madabiah kabau untuak baralek sarato mambanamkan kapalo kabau adolah 
untuak ceremonial suatu keberhasilan sajo titik.. (jaan dibahas ji hana 
henenyo).
  Kok batagak kudo-kudo badarahi, malatakan pisang/karambia sarato kain 
warna-warni adolah nandilakukan nenek moyang kito dulunyo kamudian bagi kito 
urang kini disalah artikan. 
  1. Batagak rumah atau mungkin kini kudo-kudo sajo dilakukan bagotong royong 
sanak famili sarato urang kampuang, urang nanalah bakumpua dek urang padusi 
dimintak tolonglah mandabiah ayam, sahinggo kanailah kayu  kudo-kudo dek darah, 
saketek.
  2. Buah-buah biasonyo pisang mukasuiknyo karano mangarajokan kudo-kudo 
dimusim paneh tantu tukang akan sanang hatinyo sambia mamaku kasau ado pisang 
palapeh hauih. kiniko buliah sajo dituka jo apel atau limau manih dll karambia 
dulunyo karambia mudo kini  dituka sajo jo soft drink.
  3. Mengenai kain warna-warni hanyalah suatu ceremoni keberhasilan, kinikan 
lah bendera merah putiah nan dikibarkan.
  Jaan lah kito permasalahkan nan takahtu
   
  Wassalam
   
  Tannaro 
  Palembang
   
   
   
  Rasyid, Taufiq (taufiqr)" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
      Ambo indak sepenuhnyo menyatakan tidak ada praktek sehari-hari dari adat 
iko nan menyalahi agamo.
  Tapi sekali lai mungkin itu termasuk  ada yang dinamokan adat salingka nagari 
atau bahkan dalam scope yang labiah ga.
  Nan jaleh dikampuang ambo indak ado :
    
     Upacara mandarahi  atau meletakkan pisang/kelapa, kain warna-warni untuk 
rumah yang  baru batagak kudo2.
  
     Ziarah kubur   yang disertai makan-makan dikuburan tsb ( terutama untuk 
kuburan para ulama tempo dulu)
  
     Berbagai cara pesta sesudah kematian ( menujuh hari, 40 atau 100 dan 1000 
hari)  

  Salam

    
---------------------------------
  
  From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of iwan 
soekri
Sent: Wednesday, July 11, 2007 9:35 PM
To: [email protected]
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Adat dan Estetika


  
  Dalam adat, kebiasaan turun  temurun, saat batagak kudo-kudo, biaso 
membenamkan kepala kabau. Namun dalam Islam itu adalah Berhala.
  Apakah ini yang disebut Adat Bersandi Syarak dan Syarak Bersandi KITABULLAH?
  Ini contoh-contoh yang membatalkan tentang ADAT BERSANDI SYARAK, SYARAK 
BERSANDI KITABULLAH.
  Yang tepat adalah, Adat Bersandi kepada kesepakatan Pemakai Adat. Dan Syarak 
bersandi KITABULLAH.
  salam
  sutan iwan soekri munaf
  (masih muda, lahir tahun 1957!)



         
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
  
 

       
       
---------------------------------
Get the free Yahoo! toolbar and rest assured with the added security of spyware 
protection. 
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, bulan Juni 2008.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Harap memperhatikan urgensi posting email, yang besar dari >300KB.
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, tidak dianjurkan! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim 
melalui jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id&cd=US&service=groups2.
==========================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke