Add Idris Talu Duta Mardi dan para dunsanak

Memang rasa MALU itu lah batrang kali yang perlu kita kobarkan Kenapa orang 
lain BISA kenapa kita TIDAK BISA  Apa yang add utarakan tentang YANG TELAH BAIK 
itu kita LEBIH SEMPUIRNAKAN Dulu banyak sekali kawan kawan ambo yang mengajar 
jadi dosen  di Malaysia Kini mahasiswa kita yang banyak dinataranya cucu ambo 
Urang dulu belajar ke Indonesia  

Pandangan add yang dirantau akan lebih luas melihat dunia. Karena itu beberapa 
pikiran kalioan apa yang baik dinegri orang yang sapat kita TIRU sesuaikan 
dengan kondisi kita . Ambo terus terang KURANG SEPAHAM kalau kita hanya 
MENGELUH membahas bakapanjangan yang tidak ada jalan keluarnya 

Kami mau maadokan pusat informasi dan promosi pariwisata Siapa bilang infprmasi 
dan [romosi tidak penting Alah berdiskusi bagai Prof nan Kep Dinas Pariwisata 
dengan tokoh tokoh Jawa Barat Kami tidak minta uang Alah ado yang mau 
menyediakan tempat dan segala fasilitas Mereka tentunya indak bisa mulai  kalau 
indak ado secari kertas OK Sampai kini alah hampia 6 bulan ITU ADALAH KENYATAAN 
 dan HAMBATAN Namun kawan2 di Jawa Barat tidak tinggal diam Mereka jemput bola  
Ambo alun tau perkembangan terakhir

BANYAK NAN HARUS DIKARAJOKAN Karano itu paralu FOKUS ciek ciek Rasonyo kita 
tidak akan MALU kalau kita BERUSAHO TERUS 

Chaidir N Latief
 


----- Original Message ----
From: Idris Talu <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Sunday, July 22, 2007 1:44:04 AM
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Malu Aku Jadi Orang Minang

Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu,

Kanda Chaidir dan Ajo Duta nan ambo hurmati,
 
Malu adalah sifat kita manusia yang normal apabila kita membandingkan sesuatu 
di antara kita. Tetapi sifat ini tidak seharusnya mematikan kita dalam berusaha 
memperbaikinya. Kita ambil contoh Indonesia, siapa bilang Indonesia tidak baik? 
Saban tahun, universiti-universiti di Malaysia menarik dosen-dosen yang 
bagus-bagus dari Indonesia supaya berkhidmat di Malaysia. Kalau mereka tidak 
bagus kenapa mereka dilayan sebegitu baik di Malaysia, diberikan gaji yang 
lumayan - ramai di antaranya yang terus menjadi rakyat Malaysia dan menarik 
ribuan pelajar-pelajar Indonesia ka Malaysia. Kalau mereka masih di Indonesia 
mungkin mereka juga termasuk ke dalam kelompok bersindrom inferioriti ini.
 
Coba kita liat pula aliran pelajar Malaysia yang belajar di Indonesia - 
beratus-ribu anak-anak Malaysia mencari ilmu di Indonesia. Ada Menteri Malaysia 
yang pernah belajar di Indonesia. Tentu ada kehebatan di sini (Indonesia). 
 
Berbalik kepada perasaan malu, siapa yang tidak mempunyai perasaan malu. Ambo 
juga mempunyainya. Ini timbul kerna sistem komunikasi kita tidak sama. Ada 
masalah EQ (emotional intelligent) di sini. Kita tidak dapat mewujudkan level 
yang sama di antara kita. Contohnya tulisan anggota rantaunet dari Malaysia 
kurang disukai kerna resam mereka yang agak berbeda. Ambo juga malu pabilo 
pandangan ambo sendiri melalui rantaunet tidak dipedulikan oleh ramai anggota 
millis kerna perbedaan-perbedaan dalam hal ini - mungkin kerna ambo tidak lebih 
dari "abu di atas tunggul". Namun baitu, ambo akan taruih memberikan padapek 
jika masih diterima sebagai anggota rantaunet-mungkin pandapek ambo bisa 
diterima oleh "passive members".
 
Pada suatu petang yang hening di ateh bukik di Ambun Pagi- sambil maliek 
panorama yang indah di bawah bukik sana - Danau Maninjau dengan lahan sawah 
menguning, air mato ambo deras mengalir. Timbul pertanyaan di benak ambo, 
kenapa begitu ramai urang Minang (termasuk kakek ambo) sanggup meredah laut 
Selat Melaka, meninggalkan nagari sebegini indah bertarung nasib di rantau yang 
belum tentu hasilnya? Dan yang labiah mengherankan ambo, pabilo ambo mengajak 
generasi yang lebih tuo dari ambo untuak pulkam, "pai lah daulu!" jawab mereka. 
And they never follow me till the end of their life. 
 
Malu bukannya penutup cerita. Malu membuka jalan kepada usaha perbaikkan. Ambo 
petik kata-kata Jim Collins dalam bukunya "Good to Great" yang berbunyi:-
 
"We don't have great schools, principally because we have good schools. We 
don't have great government, principally because we have good government. Few 
people attain great lives, in large part because it is just so easy to settle 
for a good life. The great vast majority of companies never become great, 
precisely because the vast majority become quite good-and that is their main 
problem."
 
Terpulang kepada kita samaada kita ingin taruih "just so easy to settle for a 
good life." Dan.....Apakah kita benar-benar berada "in good life?"
 
Wassalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu,
 
Yang akan terus menulis walau pun tidak dipedulikan ialah,
Idris Talu (56)

chaidir latief <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Add Duta Mardin yang baik
Tidak hanya sebagai orang Minang tetapi sebagai orang Indonesia kita juga harus 
merasa malu Orang lain bisa bangsa kita tidak Orang lain maju bangsa kita 
tertinggal Contohnya dibanyak hal 
 
Saya mengalami sendiri parang Melayu  bertukar pengalaman soal Keretaapi  
Peninggalan Belanfada yang hanya 6700 km sekarang tinggal hanya separonnya 
Dengan lok uanp di zanman Belanda Jakarta Bandung mampu 2,5 jam Sekarang dengan 
disel dan perbaikan rel ganda dll 3 - 4 jam  Sementara sebentyar lagi Singapura 
- Kuala Lumpur 90 menit saja 
 
Saya pernah diejek teman lama Ada apa negeri anda Negeri kepulauan dimana mana 
laut tapi inpor garam. Negri pertanian tapi impor beras jagung kedela kentang 
Semua impor Yang diekspor  malahan tenaga kasar pembantu rumah tangga Tidal 
dimanfaatkan didalam negri Saya jawab apa  
 
Rasa malu  ini hanya ada pada orang yang punya HARGA DIRI  Karena itulah upaya 
NYATA yang coba diusahakan di lingkungan yang kecil pada etnis Minangkabau 
Berkat yakin akan ada hasilnya PERUBAHAN memeng harus terjadi Apa yang 
dilakukan para kaula muda sekarang ini moga moga setapk demi setapak akan ada 
hasilnya  
 
Cjaidir N Latief 


----- Original Message ----
From: dutamardin umar <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Saturday, July 21, 2007 7:39:15 PM
Subject: [EMAIL PROTECTED] Malu Aku Jadi Orang Minang


Sekali sekali niru Uda Taufiq Ismail;
 
Malu Aku Jadi Orang Minang
 
Di BIM aku di pangua
Di lapangan parkir aku dipalak
Ditempat wisata aku diperas
Naik kapal terbang bosku "nembak"
 
Pantaiku kotor
Pasarku kumuh
Daerah wisataku tak terurus
Bosku bilang: "Akan difikirkan"
 
Surauku langang
Mal-ku ramai
Bosku bilang:"yang salah orangtua"
 
Anak gadisku
Tak lagi berbaju kurung
Nampak ketek
Nampak pusek
Nampak ****ek
Bosku bilang:"yang salah mamak jo nenek"
 
Dulu pemimpin banyak dari kampungku
Ulama besar dari nagariku
Pujangga dari ranahku
Bosku bilang:"Jangan mimpilah.
Sekarang jaman pragmatis
Yang penting pitis"
 
Malu jadi orang Minang?
Enggak jugalah
Sebab aku tak pernah minta
dilahirkan sebagai orang Minang.
 
Melihat tari piring aku suka
Mendengar talemong hati berdebar
Mendengar bansi jo pupuik hati bergetar
Aku hanyut melihat foto-foto alam Minangkabau
Tunggu kami bundo.......
Aku akan datang melapor padamu Bos!
 
 
Virginia, dimusim panas 2007
Ajoduta
 








Ready for the edge of your seat? Check out tonight's top picks on Yahoo! TV. 





Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com


      
____________________________________________________________________________________
Luggage? GPS? Comic books? 
Check out fitting gifts for grads at Yahoo! Search
http://search.yahoo.com/search?fr=oni_on_mail&p=graduation+gifts&cs=bz
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, bulan Juni 2008.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Harap memperhatikan urgensi posting email, yang besar dari >300KB.
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, tidak dianjurkan! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim 
melalui jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id&cd=US&service=groups2.
==========================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke