BUKIT SANGGUL TARAM
   
  Begitu mendengar nama Taram
  Ingatanku melayang ke masa SMP
  Masa remaja yang indah sekali
  Ketika itu aku aktif jadi Pramuka
   
   " Kita akan berkemah di Payakumbuh "
  Begitu kata guru Pembina pramuka ku ketika itu
  Dengan semangat yang menyala
  Kusiapkan segala keperluan berkemah
  Tak lupa kubawa baju renang
  Siapa tau bisa berenang di Batang Tabik
   
  Pagi itu aku sudah berseragam lengkap
  Pakai peci, pakai kacu, ransel di punggung
  Tidak lupa membawa tongkat pramuka dan tali
  Aku rasakan semangat patriot mengalir di tubuhku
  Ketika pamitan ke mama aku bisikkan
  " Kalau sudah besar aku mau jadi POLWAN "
  Kulihat mamaku jadi gusar
   
  Kutinggalkan:
  Kamarku yang luas
  Kasurku yang empuk
  Selimut cap angsaku yang hangat
  Tabek Gadang Sungai Tanang
  Lapangan Volli ....
   
  Di sekolah kulihat oto Prah
  Yang akan membawa kami ke Payakumbuh
  Berebut kami naik ke oto Prah
  Kami nikmati perjalanan  
  Seperti lazimnya anak pramuka
   
  Lokasi perkemahan berada dilapangan Taram
  Air sebagai sumber kehidupan mudah didapat
  Tak jauh dari lapangan 
  Berdiri dengan kokok sebuah bukit 
  Bukit yang bentuknya seperti sanggul
  Namanya Bukit Sanggul
   
  Bukit Sanggul
  Walau tidak tinggi
  Tapi tidak mudah untuk di daki
  Terlalu terjal untukku
   
  Hari itu kami menjelajah
  Rute yang akan dilalui ada pada bahasa sandi
  Sandi tersebut kadang disembunyikan
  Tugas kami menemukannya
  Pemandangan sepanjang jalan sangat indah
  Kiri kanan sawah membentang
  Ketika sudah jauh berjalan
  Kutolehkan kembali pandangan ke belakang
  Ke arena perkemahan
  Duh.... Bukit Sanggul
  Sangat indah dari kejauhan
   
  Bukit Sanggul Taram
  Ku ingat gemuruhnya tepuk pramuka disana
  Merdunya nyanyian api unggun
  " Geeeeemmmaaaaaa, gemaa indaah di angkasaaaaaaaaaa "
  Berbagai atraksi dan nyanyian tak henti sampai api padam
  Ingat juga janji pada Indonesia
  " Kamiiii jaaadiiii paaaannnduuuumuuuu "
   
   
  Bengkulu, 20 Agustus 2007
   
  Hanifah Damanhuri
   
  NB: Mamak Mufni yth, pa kabar?
   
  Setiap hanifah nulis puisi
  Hanifah selalu ingat mamak Mufni dan bunda
  Kadang hanifah suka tersenyum sendiri waktu ingat puisi " Cerita kita"
  Puisi ini hanifah tulis untuk mamak Damhuri rang Taram (pengarang BIGAU dll)
  Berharap mamak Damhuri mau membantu mengkritiknya. seperti bunda dulu. 
   
  
 

       
---------------------------------
Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your story.
 Play Sims Stories at Yahoo! Games. 
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
Website: http://www.rantaunet.org 
=============================================================== 
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: 
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
=============================================================== 
Berhenti (unsubscribe), kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe 
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount 
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke