He3. Terimakasih puisinya uni. Aha, jadi ingat kampung awak dibuatnya.
Tp, menurut pembacaan saya (bahasa Indonesia saja ya), puisi Uni belum
menerobos masuk ke ke dalam lorong metafiksi yang sesungguhnya. Ibarat orang
mau masuk ke dalam gua, puisi itu masih asik bermain di mulut gua dan enggan
untuk merangsek ke kedalaman yang lebih menukik. Nalar puitiknya juga belum
terasa.
salam,
DM
hanifah daman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
BUKIT SANGGUL TARAM
Begitu mendengar nama Taram
Ingatanku melayang ke masa SMP
Masa remaja yang indah sekali
Ketika itu aku aktif jadi Pramuka
" Kita akan berkemah di Payakumbuh "
Begitu kata guru Pembina pramuka ku ketika itu
Dengan semangat yang menyala
Kusiapkan segala keperluan berkemah
Tak lupa kubawa baju renang
Siapa tau bisa berenang di Batang Tabik
Pagi itu aku sudah berseragam lengkap
Pakai peci, pakai kacu, ransel di punggung
Tidak lupa membawa tongkat pramuka dan tali
Aku rasakan semangat patriot mengalir di tubuhku
Ketika pamitan ke mama aku bisikkan
" Kalau sudah besar aku mau jadi POLWAN "
Kulihat mamaku jadi gusar
Kutinggalkan:
Kamarku yang luas
Kasurku yang empuk
Selimut cap angsaku yang hangat
Tabek Gadang Sungai Tanang
Lapangan Volli ....
Di sekolah kulihat oto Prah
Yang akan membawa kami ke Payakumbuh
Berebut kami naik ke oto Prah
Kami nikmati perjalanan
Seperti lazimnya anak pramuka
Lokasi perkemahan berada dilapangan Taram
Air sebagai sumber kehidupan mudah didapat
Tak jauh dari lapangan
Berdiri dengan kokok sebuah bukit
Bukit yang bentuknya seperti sanggul
Namanya Bukit Sanggul
Bukit Sanggul
Walau tidak tinggi
Tapi tidak mudah untuk di daki
Terlalu terjal untukku
Hari itu kami menjelajah
Rute yang akan dilalui ada pada bahasa sandi
Sandi tersebut kadang disembunyikan
Tugas kami menemukannya
Pemandangan sepanjang jalan sangat indah
Kiri kanan sawah membentang
Ketika sudah jauh berjalan
Kutolehkan kembali pandangan ke belakang
Ke arena perkemahan
Duh.... Bukit Sanggul
Sangat indah dari kejauhan
Bukit Sanggul Taram
Ku ingat gemuruhnya tepuk pramuka disana
Merdunya nyanyian api unggun
" Geeeeemmmaaaaaa, gemaa indaah di angkasaaaaaaaaaa "
Berbagai atraksi dan nyanyian tak henti sampai api padam
Ingat juga janji pada Indonesia
" Kamiiii jaaadiiii paaaannnduuuumuuuu "
Bengkulu, 20 Agustus 2007
Hanifah Damanhuri
NB: Mamak Mufni yth, pa kabar?
Setiap hanifah nulis puisi
Hanifah selalu ingat mamak Mufni dan bunda
Kadang hanifah suka tersenyum sendiri waktu ingat puisi " Cerita kita"
Puisi ini hanifah tulis untuk mamak Damhuri rang Taram (pengarang BIGAU dll)
Berharap mamak Damhuri mau membantu mengkritiknya. seperti bunda dulu.
---------------------------------
Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your story.
Play Sims Stories at Yahoo! Games.
---------------------------------
Park yourself in front of a world of choices in alternative vehicles.
Visit the Yahoo! Auto Green Center.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui
jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti (unsubscribe), kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---