Sato ciek mak,
Kalau ndak salah hal iko alah ado dibicarokan sekitar satahun nan silam
di rantau net ko, dan malahan ambo pernah mampostingan silsilah / ranji
Minang dan juo alah ado di latakkan di Cimbuak.net sarato jo panitahan
bagai.
Mungkin kalau lai takana di dunsanak nan di palantako, rasonyo garih
katurunan dari Bundo Kanduang itu lai nampak di silsilah tu, ......
Mungkin ambo ndak mungkin mangirimkan via iko, karano filenyo lumayan
juo, tapi kalau lai nan bakandak bisa kito kirimkan baliak via japri.
 
Salam
IM Rj Bungsu

________________________________

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of Fadli Z
Sent: Tuesday, August 21, 2007 11:19 AM
To: [email protected]
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Lagi-lagi Soal Asal Usul Orang Minang (Teori
Puzzle Bahagian II)


Terimakasih atas apresiasinya.
Dalam mencermati tambo, hal yang perlu sekali kita perhatikan adalah
karakter dari bahasa tambo itu dan karakter bangsa penulisnya
sendiri.Ini mirip metodologinya dengan belajar bahasa Arab untuk
memahami alquran dan hadist.
Untuk tambo versi bahasa indonesia bisa dibaca di link ini
<http://mataharigading.blogspot.com/2007/08/alam-mingkabau.html> .

OK, sekarang kita mulai. Orang Minang dari dahulu sampai sekarang
terbiasa menggunakan kiasan, perumpamaan dan analogi. Ini telah saya
ulas pada frase
bugih lamo = kain lama = bekas istri = janda
Selain itu kalau anda perhatikan di tambo, ada gelar-gelar seperti
Kucing Hitam, Harimau Campo, Kambing Hutan dan Anjing Mualim yang
sebenarnya manusia juga.
Untuk menterjemahkan kiasan, salah satu metode yang dipakai adalah
mencari frase yang menggunkan kosakata yang sama dengan kalimat yang
akan ditafsirkan. 
Kemungkinan perbedaan tafsiran pasti ada, namun tidaklah akan terlalu
besar penyimpangan artinya.
OK, sekarang saya cuplikkan dua buah kasus.

1. "Sajak gunuang marapi sagadang talua itiak"
    (Sejak gunung marapi sebesar telur itik)
  Ini maksudnya adalah gunung marapi yang terlihat masih jauh dari
tengah laut (dari atas kapal), yang dilihat oleh para imigran pertama
nenek moyang orang Minang yang diperkirakan datang dari sekitar India
Selatan dan Langgapuri (Ceylon/Srilanka)

2. "Bundo Kanduang, Dang Tuanku dan Putri Bungsu mangorok kelangit"
 (Bundo Kanduang, Dang Tuanku dan Putri Bungsu menghilang/terbang/moksa
kelangit)
Kalimat ini ditemukan dalam Kaba Cindua Mato. Bisa dibaca dahulu di link
ini <http://zulfadli.wordpress.com/2007/08/15/cindua-mato/> .

Pertama sekali lihat konteks cerita.
Pada saat itu Ranah Pagaruyung akan ditaklukkan oleh Tiang Bungkuak
(Raja Sungai Ngiang) di rantau timur (perkiraan saya Jambi/Hilir sungai
Batang Hari/Kerajaan Melayu Kuno). Pagaruyung cuma tinggal menunggu
kalah saja karena tidak punya tentara. Bahkan sebelum negeri ditaklukkan
Dang Tuanku telah menceritakan mimpinya bahwa dia sekeluarga tidak akan
lama lagi ada didunia.
<kutipan>
"Pada suatu malam, saat menunggu serangan Tiang Bungkuak, Dang Tuanku
bermimpi bertemu seorang malaikat dari langit yang berkata dia, Bundo
Kanduang dan Puti Bungsu sudah waktunya meninggalkan dunia yang penuh
dosa ini. Pagi harinya Dang Tuanku mengisahkan mimpinya pada Bundo
Kanduang dan Basa Ampek Balai. Mengetahui waktu mereka sudah dekat,
mereka mengangkat Cindua Mato sebagai Raja Muda."
</kutipan>

Kedua kita analisa juga konteks bahasa

<kutipan>
Cindua Mato menunggu Tiang Bungkuak di luar Pagaruyung, namun dalam duel
yang berlangsung dia tak mampu membunuh Tiang Bungkuak. Cindua Mato lalu
menyerah pada kesatria tua itu, dan mengikutinya ke Sungai Ngiang
sebagai budak. Pada saat yang sama sebuah kapal terlihat melayang di
udara membawa Dang Tuanku dan anggota keluarga kerajaan lainnya ke
langit.
</kutipan>
Bundo Kanduang sekeluarga moksa kelangit.
Ini adalah kiasan dari meninggal dunia dalam konteks Buddha. Ingat,
agama saat itu adalah Buddha.

Jadi terjemahannya, Keluarga Kerajaan Pagaruyung Tewas dalam penaklukan
oleh Kerajaan Sungai Ngiang yang dipimpin Tiang Bungkuak.



Hilman Mahyuddin <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 

        Sanak Fadli Zyang ambohormati.Analisa sanak sangat menarik,Ambo
mambaco buku mengenai Bundo Kanduang,Dang Tuangku lah lamo bana,waktu
Sekolah Rakjat dulu.Namun ado saketek istilah dalam tambo tuh nan
manjadi ganjalan mako maanggap fiktif  semata dek karano disabuikkan
:"bukik sagadang talue burung,dsb"Saya manunggu lanjutan analisa
sanak,dan berharap dibukukan nantinya. 
        
        
        Wassalam;   
        
        
        
        Hilman Mahyuddin.
        
        
        Pada tanggal 20/08/07, Fadli Z <[EMAIL PROTECTED] >
menulis: 

                Lagi-lagi Soal Asal Usul Orang Minang (Teori Puzzle
Bahagian II) 
                 
                 
                Apa yang terlintas di pikiran Anda ketika mendengar nama
Bundo Kanduang dalam Kaba Cindua Mato. Wanita antah berantahkah?  Mitos
yang terlalu konyol dan naif kah? Dara Jingga sang putri kerajaan
Dharmasraya kah? Cukup banyak tafsiran dipopulerkan, bahkan pada tahap
yang radikal oleh seorang datuak pengisi acara di Minang Maimbau RRI
Programa 4 Jakarta, pada sekitar tahun 2004, mengemukakan Bundo Kanduang
itu selayaknya diartikan sebagai sikap ideal perempuan Minang secara
keseluruhan, bukan sosok fisik. 
                OK, sebelum meneruskan membaca tulisan ini, ada baiknya
anda simak teori saya bahagian pertama yang telah saya posting beberapa
waktu yang lalu di link ini
<http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/message/58062> .
                Kembali ke soal Bundo Kanduang. Pada bahagian awal kaba
ini, dijelaskan soal siapa Bundo Kanduang ini. Anda bisa menyimak
terjemahan kaba Cindua Mato selengkapnya di link ini
<http://id.wikipedia.org/wiki/Kaba_Cindua_Mato> . Bahagian yang akan
saya cuplik, adalah :
                "Bundo Kanduang, Pemimpin Kerajaan Minangkabau, Timbalan
Raja Rum, Raja Tiongkok dan Raja dari Laut, Adanya (keberadaannya) sama
awalnya dengan adanya Alam ini"
                Sepintas kita akan menafsirkan kalimat ini sama dengan
kalimat-kalimat mitos lain seperti orang Jepang yang mengaku keturunan
Dewa Matahari, Orang Yunani yang keturunan para Titan, Orang Timor yang
dibawa buaya atau orang Bugis yang turun dari langit. Beberapa anggota
RN menanggapi tulisan saya bahagian pertama ya cuma sebatas itu. Menurut
mereka, mitos ya mitos.
                Tapi saya tidak puas hanya sekedar berhenti disana.
Karena berdasarkan teori bahagian pertama, yang hipotesa pentingnya
adalah : "nenek moyang orang Minang adalah imigran dan kebudayaan
Minangkabau sendiri adalah kebudayaan hellenisme, yang kira-kira berawal
pada tahun 300-400 M, jadi sampai saat ini baru berumur sekitar
1700-2000 tahun". 
                Kita perhatikan lagi kalimat kaba diatas dan kita urai
satu persatu untuk memperkuat hipotesa barusan.

                1.      Kenapa harus timbalan Raja Rum, Tiongkok dan
Raja Laut. Kenapa bukan Persia, Melayu Tua atau bahkan Siam yang sezaman
dengan itu. Mudah dipahami, karena merujuk pada teori bahagian pertama,
bahwa imigran yang bersekutu mendirikan kebudayaan baru Minangkabau
(yang saat itu belumlah bernama Minangkabau) adalah berasal dari
wilayah-wilayah tersebut. Jadi penyebutan ini untuk menegaskan identitas
masing-masing. Ini mirip halnya dengan terbentuknya negara Amerika
Serikat yang dihuni imigran dari Inggris, Irlandia, Jerman, Italia,
Perancis dan Spanyol pada awalnya. 
                2.      Bundo Kanduang adanya sama awalnya dengan adanya
Alam ini. Sebelum anda tergelincir menafsirkan, Anda perlu
mempertimbangkan kebiasaan orang Minang yang senang mempergunakan
kiasan. Misalnya, bekas istri atau janda disebut sebagai kain lama atau
lebih populer bugih lamo. Namun kata-kata "Alam" disini kebetulan
bukanlah kiasan, ia bahkan lebih sederhana dari itu. Anda mungkin mencap
saya gila jika setuju bahwa Bundo Kanduang tercipta pada saat Alam
Semesta tercipta, lalu Nabi Adam ditempatkan di mana? Anda keliru.
Pertama sekali yang harus anda pikirkan adalah, apa arti "Alam" dalam
konsepsi orang Minangkabau. Nah itu dia kuncinya. Alam dalam konsepsi
Minangkabau klasik tentulah tidak sama artinya dengan Alam Semesta dan
Makrokosmos seperti dalam pengertian Agama, Science atau Kebudayaan
lain. Alam (Alam Minangkabau) bagi orang Minang tidak lebih adalah
wilayah kekuasaan, atau lebih sederhananya Kerajaan, atau lebih
definitifnya wilayah Luhak Nan Tigo. Jadi kalimat diatas sepantasnya
dimaknai, Bundo Kanduang itu adanya sama awalnya dengan kerajaan yang
dipimpinnya. Atau dengan kata lain adalah beliau (siapapun dirinya)
adalah raja pertama/pemimpin pertama/pendiri dari kerajaan yang
dipimpinnya (apapun nama kerajaan itu). 

                 
                Saya yakin, sekarang semuanya sudah lebih masuk akal.
Bahagian ketiga tulisan saya akan menguak misteri perangkat-perangkat
politik Minangkabau klasik, semacam Basa Ampek Balai, Jabatan-jabatan
kehormatan Koto Piliang, Rajo nan Tigo Selo dan sebagainya.
Perangkat-perangkat ini sangat modern untuk ukuran wilayah-wilayah lain
disekitar Minangkabau atau bahkan di Nusantara pada masa itu. Tidak ada
penjelasan lain yang lebih logis daripada, semuanya ini pastilah
"diimpor" (termasuk didalamnya arsitektur dan sistem pertanian). 
                 
                 
                Sekian,
                Salam Hangat
                Fadli ZF 
                http://zulfadli.wordpress.com
<http://zulfadli.wordpress.com/> 
                http://laguminanglamo.wordpress.com
<http://laguminanglamo.wordpress.com/> 

Send instant messages to your online friends
http://uk.messenger.yahoo.com




--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti (unsubscribe), kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke