Saatnya kita kembali berpolitik, berserikat dan berkumpul.
Telah sangat lama kita kehilangan kemampuan ini, sejak kalah perang dan 
tercerai berai, kito mangadu untuang surang-surang.

Sakik sakik, sakiklah surang
Imbau imbau, tido nan datang
Badan kuruih tingga sabatang
Hiduik dikampuang urang

Mana kalangan kita yang katanya pandai berdiplomasi dan ahli hukum.
Mahir berdebat dan bersilat lidah.
Kemana anda semua, apakah pintu-pintu LBH telah tertutup bagi anda.

Sekarang tidak masanya lagi kita hanya mengandalkan kepiawaian ekonomi.
Kita butuh kekuatan lain untuk mendukung kepiawaian alami ini.
Salah satunya dengan membentuk organisasi lengkap nan bergigi.

Bukans sekedar serikat pedagang pasar namun sebuah organisasi multisayap bak 
pemuda pancasila.
Disana ada divisi think tang, divisi pembelaan hukum, divisi penjamin dana dan 
divisi keamanan.
Buatlah ia satu organisasi tunggal yang berpusat di Jakarta dan memiliki 
cabang-cabang diseluruh kota besar, sehingga jika terjadi kasus, resource bisa 
dipinjamkan antar daerah.
Misal jika divisi pengacara di Medan lebih kuat, dan terjadi kasus di 
Palembang, kirimlah satu tim untuk membantu kesana.

Atau jika terlalu muluk melihat organisasi terpusat, buatlah Federasi 
Organisasi bak Nagari nagari kita dikampung. Sediakan satu payung ditingkat 
pusat.

Saatnya kita berserikat ala Bung Hatta.
Oranglah yang menjadi anggota serikat, bukan duit.
Memang apa-apa perlu duit, tapi jangan selalu mengkambinghitamkan duit untuk 
mematahkan semangat sebelum berbuat. 
Terlalu lama kita maota, dari dangau ka dangau, dari lapau ka lapau, dari surau 
ka surau.

Tidak perlu menggantungkan diri pada orang berduit dan berdasi. Anda tahu 
kenapa mereka tidak mau membantu Anda?
Itu karena mereka menganggap yang minta bantuan hanya orang cengeng.
Mereka dulu mulai dari bersusah-susah dan mereka ingin orang-orang lain 
mengikuti jejak mereka.

Saatnya maju dengan kekuatan sendiri. Dengan apa yg kita sekarang miliki.
Sekali lagi, mari wujudkan satu organisasi yg kuat, yg dibangun diatas ideologi 
bukan uang dan materi.


benni inayatullah <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Salam Tan Mulie...

Banyak hal kita sepakat sebenarnya...kecenderungan kita saat ini lebih suka 
membuat program yang lebih bersifat ilusionis, imajinatif dan utopis..padahal 
banyak permasalahan diseputar komunal kita yang butuh penanganan kongkrit tepat 
kesasaran dan efektif. Lebih disayangkan lagi kita mendirikan organisasi yang 
ber embel2 masyarakat namun ironinya tidak menyentuh langsung ke masyarakat 
lebih kepada program yang wah..gebyar..seminar sementara banyak hal yang kecil2 
namun menyentuh langsung ke masyarakat yang bsia dilakukan.

terbakarnya pasar tanah abang, aldiron Blok M, pasar turi dan palasari adalah 
kejadian yang berulang. kesedihan berulang, kerugian yang berulang dan selalu 
saja melibatkan urnag minang. respon urang minang nan barado/pengusaha pun 
tetap berulang itu keitu saja. datang mengunjungi sembari mengucapkan turut 
berduka dan menebar janji2 palsu ..syukur-syukur menebarkan duit puluhan juta.

tapi bukan itu sesungguhnya yang  mereka butuhkan. Mereka adalah korban ketidak 
tahuan, korban konspirasi dari pengelola pasar dan pemilik modal yang mau 
mengambil keuntungan sesaat. yang mereka butuhkan adalah bantuan advokasi 
hukum, sosial dan ekonomi. Lembaga yang bersedia membela dan memperjuangkan hak 
mereka. Hak untuk mendapat kios kembali, hak untuk mendapatkan bantuan 
keuangan, hak untuk dapat berusaha kembali ditempat yang sama. 

Kita tahu hak-hak itu seperti yang sudah2 tidak mereka daptakan kembali. 
lihatlah tanah abang dahulu sebelum kebakaran dan sekarang setelah menajdi mall 
megah..orang minang jauh berkurang karena hak mereka tidak ada yang 
memperjuangkan. Mereka tidak tahu bagaimana memperjuangkannya dan orang2 yang 
mau membela hak mereka itu lah yang mereka butuhkan.

Mereka butuh penyadaran hukum sehingga mereka tahu hak-hak mereka secara legal. 
mereka butuh penyadaran asuransi sehingga ketika terjadi kebakaran mereka bisa 
dicover oleh asuransi. memang ada yang mengatakan  asuransi tidak mau mengcover 
pasar. tapi apa alasannya? apakah ada kekuatan besar yang menghambat ? padahal 
itukan hak setiap pedagang ? maka bantuan adviokasi dan penyuluhan itulah yang 
mereka butuhkan. bukan pengusaha berdasi yang menebarkan duit jutaan dan bukan 
sekedar turut berduka saja.

BUkan Dummy (baca Dami) tapi Advokasi

salam

Ben



Rangkayo Mulia <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Assalamu'alaikum W W

Sengaja ambo kutip kalimat terakhir karek an RONALD

"Untuk seluruh Panitia SSM 2007, Trus lah bersosialisasi dilevel bawah, sungguh 
sungguh mereka sangat ramah menanti kunjungan dari bapak bapak panitia SSM 
2007."

Jadi betul ya nal, bahwa para pedagang atau saudagar kita yang di bawah, yang 
terjangkau oleh para pedagang  berdasi sangat ramah dan menunggu kunjungan 
BAPAK-BAPAK berdasi.

Jadi ga salah dong ketika dulu saya katakan bahwa setelah terbakarnya PASAR 
TANAH ABANG, dan PASAR ALDIRON Blok M, para pedagang tersebut menunggu 
kunjungan para bapak bapak BERDASI kita?? 

Artinya saat itu saya tidak sekedar bercerita dan kemudian mengeksploitasi para 
kaum marginal. Karena saat itu, pun sampai sekarang saya tak punya kepentingan 
apapun. Hanya sekadar memberikan sedikit perhatian dari orang yang BUKAN 
SIAPA-SIAPA. 

Saat nya memang untuk mancaliak ka bawah, tak hanya sekadar saling kenal dan 
saling tahu dengan para SAUDAGAR BERDASI saja. Karena mereka juga para 
saudagar, karena SEBAGIAN BESAR mereka juga adalah ORANG MINANG
 
Wassalam W W

Arief RKY Mulia
 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
Website: http://www.rantaunet.org 
=============================================================== 
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: 
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
=============================================================== 
Berhenti (unsubscribe), kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe 
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount 
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke