Alaikumsalam sanak
Ide nakan Kurnia sangat ideal. Dikota-kota di AS pasar tradisional
masih dipelihara dengan baik. Namun memang sangat berbeda
dengan pasar kita di tanahair, terutama soal kebersihan dan
kenyamanan. Pasar kita identik dengan kotor, becek, tak teratur.
Apalagi kalau masuk ke wc-nya aduhai.
Ambo waktu di Jakarta pernah jadi konsultan Puskoppas. Jadi
hampir semua pasar milik PD Pasar Jaya pernah ambo masuki.
Yang berperan membuat pasar itu sembrawut bukan hanya
pedagang dan pembeli, tapi petugas juga ikutan dengan membiarkan
pedagang liar digang-gang pasar. Kan mereka mabil pungutan disana.
Belum lagi masalah parkir, pembuangan sampah dan lain-lain.
Wah bicara pasar tradisional memang kusut.
Jujur saja, coba tunjuk tangan siapa saja diantara awakko nan
masih belanja di pasar tradisional? Pasar tradisonal memang sebuah
dilema. Tapi bisa diselesaikan kalau mau. Kalau peraturan bisa
ditegakkan, tentu pasar tradisional bisa tetap berjaya. Pedagang
bisa diatur, pembeli juga bisa diatur. Kebersihan dijaga. Petugas
tidak mempan disogok. Tentu pasar aakan ramai kembali. Carefour dan
Giant pasti tutup. Bisakah?
Bagi saya pasar adalah cerminan negara kita. Semua yang jelek ada disitu.
Mesjid juga ada (ini baik), tapi sepatu bisa hilang kalau tak dititip.
Wassalam
ajoduta/60+
Firdaus <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Terima kasih Sanak Kurnia.
Ambo mengikuti semua tulisan Kurnia, sudah kami simpan sebagai bahan masukan
utk team Perumus penyiapan materi dan Rekomendasi hasil SSM2007.
Wassalam
Firdaus
----- Original Message -----
From: Kurnia Chalik
To: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ;
[email protected]
Sent: Monday, August 27, 2007 5:15 PM
Subject: RE:Gerakan Kembali ke Pasar Tradisional ---Usulan Slogan untuk SSM
2007
Ass Wr Wb, Kanda Firdaus,Pak Aslim, Adinda Ronal sarato dunsanak kasadonyo,
Sadiah rasonyo memperhatikan kondisi Pasar2 tradisional yang banyak "dibakar"
akhir2 ini,padahal kita tahu Pasar2 tradisional itu sebagian besar merupakan
basis dari pedagang2 Minang/Saudagar2 Minang.
Untuk itu ambo pribadi menghimbau kepada para dunsanak2 kasadonyo di Rantau
net ko atau dimanapun berado, beserta keluarga2 terdekat juo tentunyo,agar
kembalilah berbelanja ke Pasar2 Tradisional, membelanjakan uang kita,membeli
kebutuhan sehari2 kita di pasar2 tradisional. dengan sebuah gerakan : "GERAKAN
KEMBALI KE PASAR TRADISIONAL"
Bahkan kalau mungkin,mari kita slogankan "GERAKAN KEMBALI KE PASAR
TRADISIONAL"di dalam event SSM2007 itu nanti.Mungkin gerakan inilah yang dapat
kita lakukan saat ini,sebagai rasa simpati kita terhadap saudara2 kita yang
menderita kerugian jutaan sampai milyaran rupiah akibat toko2 mereka di
pasar-pasar tradisional banyak yang terbakar akhir2 ini.Gerakan ini juga
sekaligus untuk mempertahankan eksistensi orang minang sebagai kaum saudagar.
Secara spesifik mungkin dapek kito lakukan : Belanjolah di toko2 ataupun di
warung2 pedagang minang.
Secara umumnya, tetaplah kita berbelanjo di Pasar2 tradisional,walaupun
saketek labiah rami, walaupun saketek labiah angek karano indak ado
AC,...tetapi tetaplah belanjakan uang kita di Pasar2 tradisional.Sudah saatnya
kita melakukan gerakan kembali ke Pasar Tradisional...,untuk menolong saudara2
kita terutama saudagar2 minang, dengan niat berbelanja sambil beramal,yakinlah
insyaAllah kita akan mendapatkan amal kebajikan di sisi Allah,karena kita
berbelanja sambil menolong saudara2 kita.
Karena Pasar Tradisional itulah ciri khas dan budaya kita,itulah COMPETITIVE
ADVANTAGE kita sebagai saudagar Minang.Kalau pasar tradisional sudah kita
lupakan, dan kita beralih berbelanja ke Supermaket2 dan Mall2 megah, maka
disaat itulah kita melupakan budaya kita.
Dan di saat itulah kehancuran kita.
Ibarat kato pepatah...kalau balam alah lupo jo jarek...mako disaat itulah
inyo akan kanai jarek....
Sakian sajo yang dapek ambo sampaikan, mohon ma'af kalau ado kato2 nan
salah,semoga Allah akan mengganti semua kerugian saudara2 kita pedagang2 minang
yang tokonya terbakar akhir2 ini dengan sebuah ganti yang jauh lebih baik lagi
disisi Allah kelak di kemudian hari,amin yarrabal'alamin.
Wassalam,
Kurnia Chalik
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui
jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti (unsubscribe), kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---