GEMPA BENGKULU 4 JUNI 2000
   
  4 Juni 2000
  Usia putriku genap 9 tahun
  Malam itu kami rayakan ultahnya 
  Kami mengundang sepupuku Id sekeluarga beserta etek Sakwanah
  Adik papa yang sebapak
  Kebetulan etek berkunjung ke Bengkulu
   
  Jelang jam sepuluh malam
  Etek dan Id sekeluarga pamit
  " Kapan etek tidur disini ? " tanyaku
  " Kapan-kapanlah " jawab etek
   
  Mungkin kecapaian
  Aku langsung tertidur lelap di kamar
   
  Jelang jam 11 malam
  Aku dibangunkan suami
  " Gempa ma, gempa, bangun ma "
   
  Antara sadar dan tidak sadar
  Ku dengar piring-piring berjatuhan
  Creeeng-creeeeng creeeeng
  Suamiku memegang almari dan berteriak teriak
  " Allahu Akbar, Allahu Akbar "
  Sementara aku masih di tempat tidur
  Mikir kok piring berjatuhan ?
  Aku tidak ingat sama sekali nasib anak-anak
  Yang tidur dikamar lain
   
  Begitu reda
  Aku bangun dan keluar kamar
  Ku lihat ruang tengah penuh dengan piring
  Sementara suamiku berteriak
  " Anak-anak ayo keluar  "
   
  Begitu anak-anak keluar dari kamar
  Lampu langsung mati
  Kami keluar rumah
  Tetangga juga keluar rumah
   
  ( Waktu itu kami tinggal di PERUMNAS Lingkar Timur Bengkulu
  Perumahan yang mulanya ditujukan untuk dosen-dosen UNIB
  Konstruksinyapun Alhamdulillah sangat bagus.
  Hanya pagar batas rumah yang retak-retak )
   
  " Papa coba tanya teman-teman 
  Apa ada korban ? "
  Kebetulan kabel telpon panjang
  Kami bawa telpon keluar
  Kami hubungi teman-teman 
   
  Dari teman teman kami tau
  Ada korban jiwa
  Di depan rumahpun kendaraan hilir mudik
  Munuju rumah sakit
  Rupanya membawa korban gempa
  Teman- teman juga memberikan info
  Akan ada gempa susulan yang lebih besar
  Akan ada Tsunami (waktu itu untungnya kami belum ngerti, jadi tenang2 saja)
   
  Ku hubungi kakakku di Payakumbuh
  Mungkin karena ngantuk
  Jawabannya agak ngawur
  " Kok malam-malam nelpon?
  Di sini juga gempa tapi tidak sampai piring berjatuhan"
  Ku hubungi adikku yang di Padang
  " Di siko iyo lo gampo,
  Elok-elok selah yo " begitu jawabnya
  Ku hubungi kakakku yang di Jakarta
  " Berdoa dan waspada ya, Alhamdulillah selamat "
  Wah lega .. terhibur rasanya.
   
  Tak lama sesudah itu 
  Etek dan Id sekeluarga 
  Yang tadi makan malam bersama
  Kembali kerumah kami
  Mereka bercerita dengan wajah cemas
  " RUKO penuh pecahan kaca,
    entahlah tadi kami injak saja kaca-kaca tersebut "
   
  Tak ada pilihan lain
  Di depan rumah jalan raya
  Dengan mobil bersiliweran
  Malam itu juga
  Kami keluarkan kursi ruang tamu
  Kami sulap ruang tamu jadi ruang tidur
  Anak-anak kami suruh tidur
  Pintu tetap terbuka
   
  Esoknya Bengkulu lumpuh dan terisolir
  Tiap sebentar terjadi gempa susulan 
  Tak terhitung banyaknya gempa susulan
  Selama rentang waktu dua bulan
  Selama itu pula kami tidur di ruang tamu
  Anak-anak butuh waktu lebih lama lagi
  Untuk mau tidur dikamarnya
   
   
  Bengkulu, 3 Oktober 2007
   
  NB. Mamak Kani, kirimlah tiket PP untuk hanifah dan keluarga
  Insya Allah kami akan datang he he he
   
  
suheimi ksuheimi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
    Moment yg paling tepat itu justru disaat gempa. kita bisa mengexpresikan 
dan menuliskan apa yg terjadi dan apa yg dirasakan sereta bagaimana lingkungan  
bereaksi
  Jika ada peristiwa besar dan perasaan yg mendebarkan jika ditulis atau 
dipuisikan sangatlah bagusnya. Katakan situasi yg detik itu dialami.
   
  Penulis-peniulis dahulu, kalau dia ingin bercerita badai, topan dan ombak 
besar, dibawanya mesin tik dan dia menulis saat peristiwa itu terjadi, didalam 
badai dan topan. tak dibiarkannya peristiwa itu berlalu begitu saja.
  Dan tulisan  yg dapat sambutan dan   dapat Hadiah nobel adalah tulisan yg 
ditulis penulis  saat peristiwa itu dan dia mengalamami peristiwa itu
   
  Ifah bisa dan pasti bisa , ifah punya bahan dan peluang utk melukiskan semua 
itu 
  salam
   
  K Suheimi



       
---------------------------------
Yahoo! oneSearch: Finally,  mobile search that gives answers, not web links. 
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
Website: http://www.rantaunet.org 
=============================================================== 
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: 
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
=============================================================== 
Berhenti (unsubscribe), kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe 
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount 
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke